Gempa M 4,8 Tarakan, Warga Berhamburan Keluar Gedung-Pasien RSUD Dievakuasi

2026-01-14 22:31:21
Gempa M 4,8 Tarakan, Warga Berhamburan Keluar Gedung-Pasien RSUD Dievakuasi
Gempa dangkal M 4,8 di Tarakan, Kalimantan Utara berdampak ke RSUD Jusuf SK. Warga berhamburan keluar gedung dan pasien dievakuasi.Berdasarkan video yang dibagikan BNPB, Rabu , keluarga mengevakuasi pasien keluar gedung. Keluarga pasien mendorong tempat tidur rumah sakit ke halaman RSUD.Perawat juga mendampingi keluarga pasien yang mengevakuasi pasien. Salah satu warga mengatakan gempa terasa kuat."Terasakan betul (gempa) ya Allah," ucap salah seorang warga dalam video tersebut.Perekam video menyampaikan terasa guncangan keras dari lantai 5 RSUD. Di halaman RSUD juga terlihat banyak pasien yang dievakuasi.Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari menyampaikan hingga saat ini pasien masih berada di halaman RSUD. Hal itu demi menghindari potensi gempa susulan."Sementara itu, pasien di RS Jusuf SK masih berada di luar gedung guna menghindari potensi bahaya jika terjadi gempa susulan," kata Abdul, dalam keterangannya.Gempa ini juga berdampak ke sejumlah fasilitas umum di antaranya dua rumah sakit rusak berat. Bandara Juwata Tarakan juga terdampak gempa, serta tiga pusat perbelanjaan dan dua rumah warga rusak."BPBD Tarakan sampai saat ini masih melakukan pendataan terkait dampak gempa Tarakan," ucap Abdul.Lihat juga Video: Kepanikan Warga Saat Gempa M 6,2 Guncang Gorontalo[Gambas:Video 20detik]


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Sekali lagi melihatnya sekali mungkin tidak menjadi tantangan, tetapi melihatnya berkali-kali bisa mendistorsi pandangan anak tentang body image mereka sendiri, ujar Graham.Ada beberapa konten yang dibatasi oleh YouTube untuk dikonsumsi pra-remaja dan remaja secara berulang, salah satunya konten dengan topik yang membahas tentang perbandingan ciri fisik seseorang.Kemudian topik yang mengidealkan beberapa tipe fisik, mengidealkan tingkat kebugaran atau berat badan tertentu, serta menampilkan agresi sosial seperti perkelahian tanpa kontak dan intimidasi.Selanjutnya adalah topik yang menggambarkan remaja sebagai sosok yang kejam dan jahat, atau mendorong remaja untuk mengejek orang lain,menggambarkan kenakalan atau perilaku negatif, dan nasihat keuangan yang tidak realistis atau buruk.Inilah mengapa YouTube bekerja sama dengan pemerintah dan para ahli, dalam hal ini Kemenkomdigi RI, psikolog, dan psikiater.Mereka adalah para panutan yang telah benar-benar mendorong kemajuan tentang bagaimana kita bisa meningkatkan informasi seputar kesehatan mental, ucap Graham.Kompas.com / Nabilla Ramadhian Tampilan fitur Teen Mental Health Shelf di YouTube.Berkaitan dengan kolaborasi tersebut, Graham mengumumkan bahwa pihaknya meluncurkan fitur Teen Mental Health Shelf, yang dirancang khusus untuk membantu menjaga kesehatan mental remaja.Baca juga: Ribuan Iklan Rokok Serbu Youtube, Ruang Anak TerancamIni untuk para remaja di Indonesia yang akan menggunakan platform kami untuk mencari topik-topik sensitif seperti depresi, kecemasan, atau perundungan, jelas Graham.

| 2026-01-14 21:57