- Sebuah unggahan di media sosial menyebutkan bahwa agar baterai laptop aman, pemakaian laptop yang benar adalah dengan cara menggunakan laptop sambil mengisi daya.Unggahan tersebut menjelaskan bahwa proses pengosongan dan pengisian daya berulang akan membuat kapasitas baterai semakin menurun.Selain itu, baterai laptop sebenarnya memiliki mekanisme penghentian otomatis ketika pengisian daya baterai sudah penuh. Berikut kutipannya. Baca juga: 8 Fakta Kebakaran Kantor Terra Drone: Akses Minim hingga Baterai Pemicu Api di Lantai 1"Baterai lithium-ion di dalam laptop sebenarnya bekerja melalui reaksi kimia. Ketika listrik dialirkan, terjadi reaksi kimia tertentu, dan proses ini seiring waktu dapat membuat baterai menua. Proses pengosongan dan pengisian daya yang berulang akan membuat kapasitas baterai semakin menurun. Pada dasarnya ketika perangkat dibiarkan terhubung ke charger, baterai akan diisi hingga penuh, dan setelah penuh, proses pengisian daya akan berhenti secara otomatis," tulis akun media sosial Instagram, @tec**** pada Kamis . Unggahan ini menarik sebab selama ini banyak orang beranggapan bahwa pemakaian laptop yang aman adalah mengisi daya terlebih dahulu hingga penuh baru menggunakannya.Lantas, cara apa yang tepat dalam pemakaian laptop agar baterai aman?Baca juga: Apa Itu Thermal Runaway? Pakar Ungkap Bahaya Tersembunyi di Balik Baterai Litium-IonDosen Program Studi Teknik Elektro, Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta (FT UNY), Toto Sukisno mengatakan bahwa secara normatif laptop sebaiknya tidak digunakan saat mengisi daya. "Pemakaian laptop atau perangkat elektronik yang memiliki media penyimpan energi, sebaiknya saat di-charge tidak digunakan," jelasnya ketika dihubungi Kompas.com pada Rabu .Toto mengatakan, penggunaan laptop sambil mengisi daya dapat memicu peningkatan panas pada baterai karena proses pengisian memerlukan waktu lebih lama.Panas berlebih inilah yang menjadi faktor utama yang dapat mempercepat penurunan kapasitas baterai.Baca juga: Laptop, Ponsel, Lampu, dan Kipas Angin Jadi Alat Elektronik Anak Kos, Berapa Kebutuhan Listriknya?Mengenai frekuensi pengisian dan pengosongan baterai yang akan mengurangi usia baterai, Toto membenarkan infromasi tersebut. "Memang benar akan mengurangi usia baterai, tetapi dibandingkan dengan pengisian saat digunakan yang akan mengakibatkan panas, karena baterai membutuhkan durasi lebih lama dalam pengisian, maka pilihannya lebih ke mengisi daya saat tidak digunakan," jelasnya.Toto juga membenarkan bahwa sebagian besar laptop memiliki perangkat bernama BCC Battery Charge Controller (BCC) yang dapat menghentikan pengisian daya secara otomatis saat baterai penuh."Betul di perangkat laptop memang ada BCC, cuma yang menjadi prioritas karena temperatur akan meningkat," tambah Toto.Toto menekankan bahwa pemakaian laptop dan baterai yang aman adalah ketika memastikan temperatur baterai tidak terlalu panas.Selain itu, ia menyarankan untuk selalu memaksimalkan fungsi pendinginan laptop, seperti menggunakan kipas tambahan atau memastikan ventilasi tidak tertutup."Itu yang ideal, cuma realitanya kan tidak mungkin kita harus on/off dalam penggunaan laptop, sehingga saat kondisi ideal tidak bisa dipenuhi yang dapat dilakukan adalah dengan memaksimalkan fungsi pendinginan pada perangkat," pungkasnya.Baca juga: Berkaca dari Kebakaran Terra Drone, Pakar Jelaskan Risiko Baterai Lithium dan Standar Keselamatan GedungDengan memahami mekanisme baterai dan memperhatikan suhu saat pengisian, pengguna laptop dapat memperpanjang usia baterai dan mengurangi risiko kerusakan.Meskipun kenyamanan penggunaan laptop saat di-charge seringkali dibutuhkan, prioritas utama tetap pada keselamatan baterai dan perangkat itu sendiri.Baca juga: Rosalia Indah Buka Suara soal Kasus Laptop Hilang yang Menimpa Mahasiswi UNS
(prf/ega)
Benarkah Laptop Aman Digunakan Sambil Mengisi Daya? Pakar Jelaskan Risikonya
2026-01-12 04:09:54
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 04:51
| 2026-01-12 04:15










































