Saksi Ungkap Aset IAE Sisa Pipa Gas Sebelum Kerja Sama dengan PGN

2026-02-03 03:30:52
Saksi Ungkap Aset IAE Sisa Pipa Gas Sebelum Kerja Sama dengan PGN
JAKARTA, - Head Marketing PT Perusahaan Gas Negara (PGN) 2016-2018, Adi Munandir mengungkap, aset milik PT Inti Alasindo Energy (PT IAE) hanya tersisa pipa gas atas nama PT Banten Inti Gasindo (PT BIG) sebelum menjalin kerja sama dengan PGN.Hal ini Adi sampaikan saat dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) sebagai saksi dalam sidang kasus dugaan korupsi jual beli gas di PT PGN yang melibatkan mantan Direktur PT PGN, Danny Praditya dan mantan Komisaris PT IAE, Iswan Ibrahim sebagai terdakwa.“Tim dengan Isargas, ada presentasi. Nah itu disampaikan maka ke board of director (BOD) yang tersedia hanya pipa milik BIG di Banten,” ujar Adi Munandir dalam sidang di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jumat .Adi mengatakan, hal ini diketahui dalam rapat yang digelar pada 24 Oktober 2017. Rapat ini diikuti oleh tim keuangan dan marketing dari PGN, perwakilan dari PT IAE.Baca juga: Saksi Ungkap Reputasi Buruk Isargas di Bank Sebelum Kerja Sama dengan PGNPara direksi seperti Danny Praditya belum ikut dalam rapat ini.“Jadi diketahui bahwasanya seluruh asetnya Isargas sudah dijaminkan kecuali yang pipa itu?” tanya jaksa.Adi membenarkan kalau dalam rapat tersebut, hanya pipa gas PT BIG yang tercatat dan bisa dijadikan agunan oleh Isargas Group.Kemudian, jaksa menanyakan soal seluruh keuntungan dan saham dari Isargas Group yang telah dijadikan jaminan ke bank.Adi membenarkan kalau ia pernah mendapatkan informasi kalau seluruh pendapatan anak perusahaan Isargas Group sudah dijaminkan ke bank.“Ya, dari tim keuangan menyampaikan bahwa seluruh pendapatan dari beberapa anak perusahaan (Isargas Group) transaksinya sudah dijaminkan ke bank, seingat saya,” jawab Adi.Baca juga: Saksi Akui Ada Instruksi dari Danny Praditya untuk Dekati Isargas GroupDiketahui, KPK telah menyita aset pipa milik PT BIG ini pada Jumat lalu. PT BIG merupakan bagian dari Isargas Group.Aset tersebut disita dari tersangka atas nama Arso Sadewo selaku Komisaris Utama PT Inti Alasindo Energi (IAE).“Penyitaan atas PT BIG dalam bentuk tanah dan bangunannya, dengan luasan bidang tanah 300 meter persegi, dan bangunan kantor 2 (dua) lantai, yang berlokasi di Kota Cilegon,” kata Juru Bicara KPK Budi Prasetyo, dalam keterangannya, Jumat .Selain itu, KPK menyita 13 pipa milik PT BIG yang dijadikan kolateral atau agunan atas perjanjian jual beli gas antara PT PGN dengan PT IAE.Total panjang pipa tersebut mencapai 7,6 km, yang berlokasi di Kota Cilegon.Baca juga: Presdir Isargas Akui Beri Rp 250 Juta untuk Ongkos Pilkada Suami Eni di Temanggung


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#5

Pada hari penerapan, ganjil genap berlaku dalam dua sesi, yakni pagi pukul 06.00–10.00 WIB dan sore pukul 16.00–21.00 WIB. Pengendara yang melintas di akses tol yang terhubung langsung dengan jalan ganjil genap tetap wajib menyesuaikan pelat nomor kendaraan.Baca juga: Wisatawan Menuju Gunungkidul Diimbau Gunakan Jalur AlternatifAdapun 28 akses gerbang tol di Jakarta yang terkena ganjil genap pada pekan ini sebagai berikut:1. Jalan Anggrek Neli Murni sampai akses masuk Tol Jakarta-Tangerang2. Off ramp Tol Slipi/Palmerah/Tanah Abang sampai Jalan Brigjen Katamso3. Jalan Brigjen Katamso sampai Gerbang Tol Slipi 24. Off ramp Tol Tomang/Grogol sampai Jalan Kemanggisan Utama5. Simpang Jalan Palmerah Utara-Jalan KS Tubun sampai Gerbang Tol Slipi 16. Jalan Pejompongan Raya sampai Gerbang Tol Pejompongan7. Off ramp Tol Slipi/Palmerah/Tanah Abang sampai akses masuk Jalan Tentara Pelajar8. Off ramp Tol Benhil/Senayan/Kebayoran sampai akses masuk Jalan Gerbang Pemuda9. Off ramp Tol Kuningan/Mampang/Menteng sampai simpang Kuningan10. Jalan Taman Patra sampai Gerbang Tol Kuningan 211. Off ramp Tol Tebet/Manggarai/Pasar Minggu sampai simpang Pancoran12. Simpang Pancoran sampai Gerbang Tol Tebet13. Jalan Tebet Barat Dalam Raya sampai Gerbang Tol Tebet 214. Off ramp Tol Tebet/Manggarai/Pasar Minggu sampai Jalan Pancoran Timur II15. Off ramp Tol Cawang/Halim/Kampung Melayu sampai simpang Jalan Otto Iskandardinata-Jalan Dewi Sartika16. Simpang Jalan Dewi Sartika-Jalan Otto Iskandardinata sampai Gerbang Tol Cawang17. Off ramp Tol Halim/Kalimalang sampai Jalan Inspeksi Saluran Kalimalang18. Jalan Cipinang Cempedak IV sampai Gerbang Tol Kebon Nanas19. Jalan Bekasi Timur Raya sampai Gerbang Tol Pedati20. Off ramp Tol Pisangan/Jatinegara sampai Jalan Bekasi Barat21. Off ramp Tol Jatinegara/Klender/Buaran sampai Jalan Bekasi Timur Raya22. Jalan Bekasi Barat sampai Gerbang Tol Jatinegara23. Simpang Jalan Rawamangun Muka Raya-Jalan Utan Kayu Raya sampai Gerbang Tol Rawamangun24. Off ramp Tol Rawamangun/Salemba/Pulogadung sampai simpang Jalan Utan Kayu Raya-Jalan Rawamangun Muka Raya25. Off ramp Tol Rawamangun/Salemba/Pulogadung sampai simpang Jalan H Ten Raya-Jalan Rawasari Selatan26. Simpang Jalan Rawasari Selatan-Jalan H Ten Raya sampai Gerbang Tol Pulomas27. Off ramp Tol Cempaka Putih/Senen/Pulogadung sampai simpang Jalan Letjend Suprapto-Jalan Perintis Kemerdekaan28. Simpang Jalan Pulomas sampai Gerbang Tol Cempaka Putih

| 2026-02-03 01:34