Tim Kesehatan UNAIR Rawat Korban Bencana di Aceh Tamiang , Luka Infeksi Paling Banyak Ditemui

2026-01-12 05:37:50
Tim Kesehatan UNAIR Rawat Korban Bencana di Aceh Tamiang , Luka Infeksi Paling Banyak Ditemui
SURABAYA, - Posko kesehatan yang didirikan Universitas Airlangga (UNAIR) mulai dimanfaatkan oleh masyarakat Aceh Tamiang yang terdampak banjir dan longsor.Posko tersebut berlokasi di lahan Klinik Abah, Kecamatan Kejuruan Muda, Kuala Simpang yang sebelumnya tidak dapat beroperasi akibat fasilitas dan alat kesehatannya rusak terendam banjir.Seluruh rumah sakit dan puskesmas di Aceh Tamiang mengalami kondisi serupa, lumpuh akibar banjir.Baca juga: RSUD Aceh Tamiang Lumpuh, 10 Pasien Meninggal Dunia saat BanjirSelain terendam air dan lumpur, banyak alat kesehatan yang rusak sehingga tidak bisa digunakan.UNAIR segera mengirimkan tim kesehatan gabungan dari Fakultas Kedokteran (FK) Unair, RS UNAIR, dan RS Dr. Soetomo (RSDS) pada 6 Desember 2025.Tim kesehatan UNAIR langsung bergerak cepat membuka posko dan memberikan pelayanan medis dasar kepada warga.Baca juga: Kisah Desa di Aceh Tamiang yang Nyaris Hilang dan Rata dengan Tanah, Hanya Sisakan MasjidLayanan kesehatan dan obat-obatan diberikan oleh tim dokter yang terdiri dari dokter spesialis anestesi, dokter bedah ortopedi, serta tiga dokter residen.Sejak kemarin, warga terdampak mulai berdatangan ke posko untuk memeriksakan kondisi kesehatan mereka.Dosen FK UNAIR sekaligus staf RS Dr. Soetomo (RSDS), M Hardian Basuki mengungkapkan salah satu kasus yang ditangani yakni luka terinfeksi akibat terkena pecahan kaca dan besi.Baca juga: Bau Menyengat Tercium, Warga: Masih Banyak Mayat Korban Banjir Belum Ditemukan di Aceh Tamiang“Kami melakukan pembersihan jaringan mati dan perawatan luka secara profesional dengan anestesi lokal,” jelas Hardian melalui pers rilis, Minggu .Ia menuturkan kasus luka infeksi merupakan keluhan yang banyak ditemui pascabencana.Terutama ketika masyarakat harus beraktivitas di lingkungan yang penuh material tajam, kotor, dan sulit mendapatkan perawatan medis segera.Tim kesehatan di posko ini beranggotakan dr Airi Mutiar, SpAn (K), dr Arya Wiradewa, dr Yehezkiel Edward dan dr Zulfikar Loka Wicaksana.Selanjutnya, jumlah tim kesehatan dan obat-obatan akan segera ditambah untuk memenuhi kebutuhan kesehatan masyarakat terdampak.


(prf/ega)