Donor Darah PAM JAYA Tembus Rekor MURI, Dirut Tekankan Semangat Kemanusiaan

2026-01-13 11:21:50
Donor Darah PAM JAYA Tembus Rekor MURI, Dirut Tekankan Semangat Kemanusiaan
PAM JAYA meraih Rekor MURI berkat kegiatan donor darah yang mencapai 1.989 pendaftar dan sebanyak 1.538 pendonor berhasil mendonorkan darahnya. Mengusung tema "Perempuan Peduli, Perempuan Menginspirasi", kegiatan ini menjadi salah satu rangkaian peringatan Hari Ibu dan HUT PAM JAYA ke-103 tahun.Adapun rangkaian Donor Darah PAM JAYA 2025 dilaksanakan selama tiga hari di enam wilayah DKI Jakarta. Pada 24 Desember 2025, pelaksanaan digelar di Jakarta Pusat, Jakarta Barat, dan Jakarta Utara dengan total 624 pendonor. Kemudian pada 27 Desember 2025, donor darah dilakukan di Jakarta Selatan dan Kepulauan Seribu dengan total 482 pendonor. Sementara saat puncak acara yang berlangsung pada 28 Desember 2025 di Jakarta Timur, tercatat ada 390 pendonor. "Pencapaian rekor MURI ini bukan hanya angka atau prestasi, tetapi cerminan kepedulian keluarga besar PAM JAYA kepada sesama. Seperti air yang kami alirkan setiap hari untuk kehidupan warga Jakarta, melalui donor darah ini kami ingin memastikan semangat kemanusiaan juga terus mengalir. Terima kasih kepada seluruh pihak yang berpartisipasi. Semoga kebaikan ini menjadi energi positif bagi kita untuk terus memberikan pelayanan terbaik bagi Jakarta," ujar Direktur Utama PAM JAYA, Arief Nasrudin dalam keterangannya, Selasa (30/12/2025).Arief menyampaikan capaian ini tidak lepas dari dukungan berbagai komunitas, antara lain Daya Wanita PAM JAYA, Tim Penggerak PKK Provinsi DKI Jakarta, Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi DKI Jakarta, serta Komunitas Kebaya Jakarta.Tinjauan IPA Buaran hingga Penggalangan DanaPada puncak acara, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno beserta jajaran turut mengunjungi Instalasi Pengolahan Air (IPA) Buaran. Dalam kunjungannya, ia meninjau langsung kesiapan pelayanan air minum perpipaan bagi warga Jakarta serta memastikan keandalan infrastruktur pelayanan air minum perpipaan. Rano juga melihat langsung kegiatan donor darah yang digelar oleh PAM JAYA. Pada kesempatan yang sama, dilakukan juga penandatanganan Kesepakatan Bersama antara Daya Wanita PAM JAYA dan Tim Penggerak PKK Provinsi DKI Jakarta terkait pelaksanaan kegiatan sosial kemasyarakatan sepanjang tahun 2026. Kerja sama ini menjadi penguatan sinergi antara PAM JAYA dan organisasi pemberdayaan masyarakat untuk memastikan manfaat program dapat dirasakan lebih luas oleh warga Jakarta.Sejalan dengan itu, PAM JAYA dan TP PKK DKI Jakarta akan melakukan pemberian bantuan 1.000 toren air gratis di awal tahun 2026 kepada warga Jakarta yang berada jauh dari titik suplai air minum perpipaan.Aksi solidaritas juga diwujudkan melalui dukungan PAM JAYA untuk masyarakat yang terdampak musibah di Sumatera. Hingga 28 Desember 2025, penggalangan dana bertajuk "103 Tahun PAM JAYA Mengalirkan Kepedulian untuk Sumatera" telah mencapai Rp208.457.672.Selain itu, bantuan tahap pertama telah disalurkan melalui BPBD DKI Jakarta pada 18 Desember 2025, berupa 236 paket sembako serta 20 toren air. Bantuan tahap berikutnya akan diberangkatkan pada 31 Desember 2025, terdiri atas IPA Mobil kapasitas 0,5 liter/detik (2 unit), Water Purifier kapasitas 0,5 liter/detik (8 unit), mobil tangki air kapasitas 4 m³ (10 unit), serta dukungan delapan operator dan 15 pengemudi mobil tangki air. Melalui kegiatan donor darah ini, PAM JAYA menegaskan pelayanan kepada masyarakat tidak hanya diwujudkan melalui penyediaan air minum perpipaan, namun juga melalui aksi kemanusiaan. Sinergi Pemprov, BUMD, komunitas perempuan serta masyarakat menjadi kekuatan untuk mengalirkan kebaikan, memperkuat solidaritas, dan menghadirkan manfaat bagi sesama.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Kebijakan ini tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 12 Tahun 2025 yang mengatur Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) yang ditanggung pemerintah untuk kendaraan listrik tertentu.Namun, penghentian insentif diprediksi membuat penjualan BEV pada tahun depan melambat.“Tentu itu akan merubah penjualan mobil listrik, apalagi saat ini kondisi ekonomi kita masih menantang. Penggerak roda industri otomotif kan pada middle income class,” ujar Yannes saat ditemui belum lama ini.Meski begitu, Yannes menekankan bahwa pasar kendaraan elektrifikasi secara keseluruhan belum tentu melemah.“Total segmentasi BEV kemungkinan akan melambat, tetapi pertumbuhan kelak akan digerakkan BEV rakitan lokal ya,” lanjutnya.Meski begitu, Yannes menilai pasar kendaraan elektrifikasi secara keseluruhan belum tentu melemah. Segmen hybrid electric vehicle (HEV) diperkirakan akan tumbuh, karena menawarkan kombinasi efisiensi bahan bakar tanpa kekhawatiran jarak tempuh.“Segmentasi HEV akan sangat subur, karena konsumen rasional akan memilih HEV sebagai safe haven. Efisiensi BBM ada, range anxiety nol,” ujar Yannes.Ia menambahkan, untuk menjaga momentum pertumbuhan kendaraan listrik, peran kelas menengah menjadi kunci.“PR kita pertama adalah menaikkan middle income class kita. Ekonomi tolong buktikan bisa tembus 5,4 persen tahun ini dan 6 persen di tahun depan,” kata Yannes.Baca juga: Mobil Listrik Indonesia: BYD Dominasi, Jaecoo dan Wuling Bersaing/Adityo Wisnu Mobil hybrid Rp 300 jutaan“Dan janji di 2029 tercapai, yaitu 8 persen. Itu baru kita bisa belanja dengan enak lagi,” tutupnya.Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil berbasis baterai sepanjang 2025 mencatat pertumbuhan signifikan.Dari Januari hingga November 2025, wholesales BEV telah mencapai 82.525 unit, naik 113 persen dibanding periode sama tahun lalu.Segmen PHEV juga mencatat lonjakan luar biasa, meningkat 3.217 persen menjadi 4.312 unit, sementara mobil hybrid mengalami pertumbuhan 6 persen, dari 53.986 unit pada periode sama tahun lalu menjadi 57.311 unit.

| 2026-01-13 09:56