Benarkah Anak Harus Lebih Sayang Ibu daripada Ayah? Ini Kata Psikolog

2026-01-12 05:15:18
Benarkah Anak Harus Lebih Sayang Ibu daripada Ayah? Ini Kata Psikolog
– Hubungan anak dengan ibu kerap dianggap lebih dekat dibandingkan dengan ayah.Sejak kecil, ibu sering dipersepsikan sebagai sosok yang paling memahami perasaan, paling sabar, dan paling sering hadir dalam keseharian anak.Tak jarang muncul anggapan bahwa anak wajar, bahkan seharusnya, lebih sayang kepada ibu dibandingkan ayah.Baca juga: Cerita Psikolog Dapat Pasien yang Konsultasi Stres gara-gara NegaraNamun, benarkah kedekatan emosional itu berarti tingkat kasih sayang anak kepada ibu harus lebih besar?Menanggapi anggapan yang kerap menguat saat Hari Ibu, Guru Besar Fakultas Psikologi UNIKA Soegijapranata, Prof. Dr. Christin Wibhowo menilai pandangan tersebut tidak sepenuhnya tepat.“Kalau pertanyaannya apakah anak harus lebih sayang kepada ibunya dibandingkan ayah, saya bilang itu salah,” ujarnya saat dimintai pandangan Kompas.com pada Minggu .Menurutnya, kasih sayang kepada orang tua tidak perlu dipertentangkan. Anak tetap perlu menyayangi dan menghormati kedua orang tuanya secara seimbang.Namun, memang ada perbedaan cara anak mengekspresikan kasih sayang kepada ibu dan ayah.“Ibu biasanya lebih kuat di aspek afeksi dan perasaan, sehingga anak-anak cenderung lebih romantis atau ekspresif kepada ibu. Tapi kepada ayah, bentuk kasih sayangnya lebih banyak ditunjukkan lewat rasa hormat,” jelasnya.Artinya, bukan soal lebih atau kurang, melainkan perbedaan bentuk relasi emosional.Baca juga: Kebijakan Pemerintah Bisa Jadi Sumber Stres? Psikolog Jelaskan Cara KelolanyaChristin menjelaskan, hubungan yang hangat antara anak dan orang tua dapat dibangun melalui pemahaman bahasa kasih (love language).Secara umum, kata dia, terdapat lima bahasa kasih utama.“Paling tidak ada lima bahasa kasih, seperti kata-kata afirmasi, kebersamaan, pemberian hadiah atau souvenir, bantuan, dan sentuhan,” terangnya.Setiap individu, baik anak maupun orang tua, bisa memiliki bahasa kasih yang berbeda. Karena itu, penting bagi anggota keluarga untuk saling menyesuaikan.“Kalau orang tua senangnya kebersamaan, maka tidak perlu hadiah mahal, cukup meluangkan waktu bersama. Tapi, jika orang tua lebih senangnya hadiah, ya (beri) hadiah yang membuat ia merasa diperhatikan," jelasnya.Christin menyampaikan, prinsip yang sama juga berlaku ketika orang tua menunjukkan kasih sayang kepada anak-anaknya.Baca juga: Ciri Orang Cerdas Menurut Psikolog dan Tokoh Dunia, Termasuk Einstein


(prf/ega)