- Kabar merger antara PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GoTo) dan Grab Indonesia semakin menguat sejak beberapa hari terakhir. Bahkan, rencana merger GoTo Grab ini jadi perhatian serius pemerintah.Seiring dengan semakin santernya rencana merger GoTo Grab, beredar pula rumor PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk atau TLKM untuk melepas investasinya di perusahaan tersebut.Direktur sekaligus Sekretaris Perusahaan GoTo RA Koesoemohadiani menjelaskan saat ini perseroan belum bisa menanggapi rumor keluarnya TLKM, melalui Telkomsel, dari struktur pemegang saham GoTo."Perseroan tidak dalam keadaan untuk menanggapi informasi atau pemberitaan yang bersifat spekulatif," ungkap Koesoemohadiani dikutip dalam Keterbukaan Informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), pada Rabu .Lanjut dia, manajemen GoTo akan mengumumkan informasi lebih lanjut terkait aksi-aksi korporasi yang sudah bersifat final.Baca juga: GoTo Buka Suara Tanggapi Kabar CEO-nya Didesak Mundur oleh Investor"Perseroan akan menyampaikan informasi material yang sesuai dengan kebenarannya, tepat waktu, dan sebagaimana disyaratkan oleh peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal," kata Koesoemohadiani.Koesoemohadiani juga menanggapi kabar kalau sejumlah investor besar GoTo, berupaya mengganti Patrick Walujo dari posisi direktur utama. Langkah pergantian CEO tersebut dinilai dapat mempercepat rencana merger GoTo dan Grab.Rumor tersebut menguat seiring dengan meningkatnya spekulasi investor bahwa GoTo dan Grab akan segera melanjutkan negosiasi. Patrick sendiri didapuk sebagai CEO GoTo pada 2023, dikabarkan keberatan dengan rencana akuisisi GoTo oleh Grab.Koesoemohadiani menyebut bahwa rencana pelaksanaan rencana pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) tidak terkait dengan rencana tindakan korporasi apapun."Penyelenggaraan RUPSLB merupakan bagian dari tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance) dan tidak perlu menimbulkan kekhawatiran," kata Koesoemohadiani.Menurut dia, agenda RUPSLB akan disampaikan oleh perseroan pada tanggal 25 November 2025 setelah dilakukan proses penelaahan secara menyeluruh oleh jajaran direksi, dewan komisaris, serta komite-komite terkait perseroan."Direktur utama, direksi, dan manajemen terus berkomitmen penuh untuk bertindak secara profesional serta mengutamakan kepentingan Perseroan dan seluruh pemangku kepentingan," jelas Koesoemohadiani.Baca juga: Merger GOTO dan Grab, Urun Tangan Pemerintah dan Potensi Monopoli
(prf/ega)
GoTo Tanggapi Rumor Buy Out Telkom
2026-01-12 02:06:55
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 03:00
| 2026-01-12 02:00
| 2026-01-12 01:01










































