Calvin Verdonk Ungkap Kekecewaan Timnas di Kualifikasi Piala Dunia 2026

2026-02-08 07:01:55
Calvin Verdonk Ungkap Kekecewaan Timnas di Kualifikasi Piala Dunia 2026
- Pemain Timnas Indonesia, Calvin Verdonk, mengungkapkan rasa kecewanya setelah Garuda gagal melangkah lebih jauh dalam Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia.Calvin Verdonk menjadi bagian dari skuad Timnas Indonesia yang berjuang hingga putaran keempat, namun hasil akhir belum sesuai harapan.Verdonk hanya sempat tampil sekali, yakni saat menghadapi Irak, sebelum mengalami cedera ringan ketika menjalani pemusatan latihan.Kekalahan dari Irak dan Arab Saudi membuat peluang Indonesia menuju Piala Dunia kembali tertutup.Menurut Verdonk, dua laga itu menjadi pengalaman berharga namun juga menyisakan kekecewaan mendalam.Baca juga: Iwan Setiawan Ingatkan Timnas Indonesia agar Tak Terus Bergantung pada Pemain DiasporaIa menilai perjuangan Timnas tidak mudah di tengah ketatnya persaingan antarnegara Asia.Kepada media klubnya, Lille, pemain yang berkarier di Liga Perancis tersebut menggambarkan beratnya tantangan yang dihadapi skuad Garuda.“Ini adalah jeda internasional yang rumit bagi tim nasional kita,” ujarnya.“Kita harus menghadapi dua pertandingan yang sangat sulit di Arab Saudi,” lanjutnya.Bagi Verdonk, kekalahan beruntun dari dua lawan tangguh tersebut berdampak besar pada mental tim.“Dua kekalahan ini juga berdampak buruk bagi kita,” kata Calvin Verdonk dikutip dari kanal YouTube LOSC Lille.Ia menambahkan, penampilan Timnas Indonesia belum sepenuhnya maksimal ketika menghadapi Irak.Baca juga: Pelatih Anyar Timnas Indonesia Baru Akan Bertugas di FIFA Matchday Maret 2026“Saat melawan Irak, saya rasa kita belum cukup berusaha,” ujarnya menegaskan kekecewaannya.AFP/SEBASTIEN SALOM-GOMIS Bek Timnas Indonesia, Calvin Verdonk, mengambil bagian dalam laga Liga Perancis Nantes vs Lille pada Minggu atau Senin dini hari WIB.Meski sempat menepi karena cedera, Calvin Verdonk memastikan kondisinya kini sudah membaik dan siap kembali bermain untuk Lille.Ia dijadwalkan tampil melawan OGC Nice pada Jumat dini hari waktu setempat dalam lanjutan kompetisi Ligue 1.Tim Lille sendiri kini menempati peringkat kelima klasemen sementara dengan torehan lima kemenangan, dua hasil imbang, dan dua kekalahan.Baca juga: Timnas Indonesia Masih Tanpa Pelatih, Arya Sinulingga Jelaskan Situasi Terbaru di PSSIVerdonk berharap laga tersebut bisa dimanfaatkan untuk mendongkrak posisi klub di papan atas.“Mengenai kondisi fisik saya, tidak, ini masalah di kaki saya, bukan di tubuh saya,” jelasnya.“Saya sempat mengira berbeda, tapi tidak, semuanya baik-baik saja, saya merasa baik, dan dalam kondisi yang baik,” tutup Verdonk.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Dalam pembukaan forum yang berlangsung di Hedley Bull Lecture Theater 3 tersebut, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Fajar Riza Ul Haq juga menekankan bahwa pembudayaan Bahasa Indonesia tak lagi hanya menjadi urusan domestik, tetapi sudah menjadi bagian dari strategi diplomasi yang relevan di tengah perubahan geopolitik kawasan.Ia menyebut bahwa posisi Indonesia dan Australia yang semakin strategis dalam dinamika Indo-Pasifik membuat penguatan bahasa menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditunda.Menurutnya, kedua negara tidak hanya berbagi kedekatan geografis dan hubungan diplomatik yang panjang, tetapi juga berada pada simpul penting ekonomi masa depan.Dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia dan Australia sama-sama memiliki peran besar dalam rantai pasok mineral strategis yang menjadi tulang punggung transisi energi dan industri berkelanjutan. Situasi ini menempatkan kerja sama kedua negara bukan semata hubungan bilateral, tetapi bagian dari arsitektur geoekonomi global.Di atas fondasi itulah, bahasa dan pendidikan dipandang sebagai jembatan yang memperkuat kemitraan jangka panjang. Penguasaan Bahasa Indonesia di Australia maupun peningkatan pemahaman budaya di kedua belah pihak diyakini mampu memperluas ruang kolaborasi, mulai dari dunia akademik, industri, hingga diplomasi publik.“Saya hadir mewakili Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Bapak Abdul Mu’ti dalam acara Kongres Pertama Bahasa Indonesia ini untuk menegaskan komitmen pemerintah Indonesia dalam memperkuat peran Bahasa Indonesia di kawasan regional dan global melalui diplomasi pendidikan dan kebudayaan,” tegasnya.

| 2026-02-08 09:02