SEKTOR pertanian tetap menjadi fondasi utama perekonomian Indonesia dengan kontribusi sekitar 12-13 persen terhadap PDB nasional. Subsektor perkebunan menyumbang sekitar 31 persen dari total PDB pertanian.Lebih dari sekadar memenuhi kebutuhan pangan dan bahan baku industri, pertanian menjadi penggerak devisa melalui ekspor komoditas unggulan seperti kelapa sawit, karet, tembakau, kakao, dan lainnya, dengan nilai ekspor mencapai sekitar Rp 500 triliun per tahun.Kinerja ini semakin diperkuat oleh hilirisasi produk bernilai tambah yang memperluas manfaat ekonomi domestik dan meningkatkan daya saing global.Sektor ini juga menyerap hampir 29 persen tenaga kerja nasional, menjadikannya kontributor utama kesejahteraan masyarakat, terutama di pedesaan.Selain perannya dalam ketahanan pangan dan energi, pertanian turut membentuk identitas bangsa lewat komoditas khas seperti sawit dari Sumatera, kopi Gayo dan Toraja, serta rempah dari Maluku, yang telah menjadikan Indonesia dikenal di panggung dunia.Kelapa SawitPada tahun 2024, nilai ekspor produk kelapa sawit mencapai 20,01 miliar dollar AS (sekitar Rp 300 triliun), mempertegas posisi Indonesia sebagai eksportir minyak sawit terbesar di dunia dengan pangsa hampir 48 persen ekspor global.Ekspor sawit tidak hanya menjadi penopang utama dalam kelompok ekspor nonmigas, tetapi juga mencerminkan kekuatan produksi, hilirisasi, dan jaringan dagang Indonesia di pasar internasional.Baca juga: Memburu Minyak Kayu Putih di Pulau BuruPasar utama meliputi India dan China, diikuti Pakistan dan Amerika Serikat, yang mengandalkan minyak sawit Indonesia untuk industri pangan dan energi.Dominasi ini menegaskan peran strategis sawit dalam rantai pasok global serta kontribusinya terhadap ketahanan devisa dan pertumbuhan ekonomi nasional di tengah dinamika pasar dunia.Karet alamKaret alam tetap menjadi salah satu komoditas perkebunan unggulan Indonesia berkat peran gandanya sebagai bahan baku industri dan sumber penghidupan petani, terutama di Sumatera dan Kalimantan.Pada tahun 2024, ekspor karet Indonesia tercatat mencapai sekitar 2,82 miliar dollar AS atau sekitar Rp 43 triliun, dengan volume ekspor mencapai 1,58 juta ton, mencerminkan peningkatan kinerja dibanding tahun sebelumnya.Permintaan yang menguat dari pasar global pasca-pandemi serta strategi diversifikasi tujuan ekspor turut mendorong capaian ini.Produk karet Indonesia banyak diserap oleh industri otomotif dan manufaktur di negara-negara seperti Jepang, Amerika Serikat, China, India, dan Korea Selatan, menandakan peran vital Indonesia dalam rantai pasok karet dunia.TembakauTembakau merupakan komoditas pertanian bernilai ekonomi tinggi yang menopang industri hasil tembakau nasional, khususnya rokok kretek, rokok putih, dan cerutu.Selain menjadi bahan baku industri manufaktur, kontribusinya terhadap perekonomian tercermin dari penerimaan cukai yang mencapai Rp 216,9 triliun pada 2024 serta ekspor yang terus meningkat.Sepanjang tahun tersebut, ekspor produk tembakau Indonesia mencapai sekitar 1,85 miliar dollar AS atau Rp 28 triliun, naik 21,7 persen dibanding tahun sebelumnya.Mayoritas ekspor berasal dari produk jadi seperti sigaret kretek, yang digemari di berbagai negara Asia dan Afrika, dengan Kamboja pernah tercatat sebagai importir terbesar.
(prf/ega)
10 Komoditas Pertanian Unggulan Penggerak Ekonomi dan Ekspor
2026-01-11 03:43:03
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-11 04:07
| 2026-01-11 03:55
| 2026-01-11 03:41
| 2026-01-11 03:33
| 2026-01-11 01:56










































