WNA Kanada Terjatuh saat Hiking di Air Terjun Cycloop Jayapura, Tim SAR Butuh 7 Jam untuk Evakuasi

2026-02-01 23:12:33
WNA Kanada Terjatuh saat Hiking di Air Terjun Cycloop Jayapura, Tim SAR Butuh 7 Jam untuk Evakuasi
JAYAPURA, - Seorang WNA Asal Kanada bernama Kevin Martin (61) berhasil dievakuasi tim SAR Jayapura setelah terjatuh saat hiking di Air Terjun Cyclop Pos 7, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua.Kasi Operasi dan Siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan Jayapura, Marinus Ohoirat, menjelaskan, insiden ini terjadi saat Kevin bersama beberapa warga lainnya melakukan hiking di Air Terjun Cyclop.Namun dalam perjalanan pulang, korban terpeleset dan mengalami cedera, sehingga tidak dapat melanjutkan perjalanan. Korban yang mengalami cidera kemudian dilaporkan ke Kantor SAR Jayapura.Baca juga: Viral Keluarga Marah-marah Usai Ibu dan Bayi Meninggal di Rumah Sakit di Jayapura, RS Beri Penjelasan"Dari laporan yang kami terima, korban bersama beberapa rekannya hiking ke kawasan air terjun sekitar pukul 10.00 WIT. Namun dalam perjalanan pulang, korban terpeleset dan jatuh," katanya dalam siaran pers yang diterima Kompas.com pada Minggu pagi.Kejadian ini menyebabkan cedera pada tungkai atas dan Kevin Martin tidak dapat melanjutkan perjalanan," Dari laporan itu, tim SAR Jayapura langsung bergerak menuju lokasi kejadian dengan melibatkan unsur Korp Pasgat, UPC 119 Sentani, keluarga korban, serta masyarakat setempat.Proses evakuasi berlangsung dramatis dan penuh tantangan. Medan yang terjal, dipenuhi bebatuan serta hanya ada jalur setapak sempit, membuat petugas SAR kesulitan menandu korban menuju titik aman.Baca juga: Angkutan Umum Bawa 13 Penumpang Terbakar di Jayapura, Penumpang Pecahkan KacaSetelah kurang lebih tujuh jam melakukan upaya evakuasi, korban akhirnya berhasil diturunkan dan langsung dilarikan ke RSUD Yowari. Korban kemudian mendapatkan penanganan medis lebih lanjut."Proses evakuasi cukup sulit karena medan yang penuh bebatuan dan jalan setapak. Tapi akhirnya korban berhasil dibawa turun pukul 02.20 WIT dan langsung dirujuk ke RSUD Yowari untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut," jelasnya.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Selain kecepatan internet mobile, DataReportal x Ookla ini juga mengungkap kecepatan internet kabel (fixed broadband) di Indonesia.Adapun median download speed internet kabel di Indonesia kini tercatat di 39,88 Mbps, naik 24,4 persen dari tahun lalu.Sementara median upload kini tercatat di angka 26,61 Mbps (naik 37,4 persen) dan latensi di angka 7 ms (turun 12,5 persen).Perlu dicatat, laporan ini menggunakan pengukuran median. Ini merujuk pada kecepatan rata-rata tengah ketika pengguna mengunduh data dari internet ke perangkat.Berbeda dengan rata-rata biasa (mean) yang bisa dipengaruhi oleh hasil pengukuran ekstrem, median menunjukkan angka tengah dari seluruh tes kecepatan.Artinya, setengah pengguna di Indonesia mendapatkan kecepatan unduh di bawah 45,01 Mbps, dan setengahnya lagi di atas angka tersebut, ketika menggunakan data seluler. Dengan cara ini, data dianggap lebih merepresentasikan pengalaman nyata pengguna sehari-hari.speedtest Dalam kategori internet seluler, Bekasi menempati posisi ke -118 (dari 148 kota) secara global, sekaligus menjadi yang tertinggi di Indonesia dengan kecepatan unduh (download speed) median 54,59 MbpsDalam laporan Ookla yang dipublikasi secara terpisah, Bekasi dan Jakarta Selatan (Jaksel) tercatat sebagai kota dengan internet tercepat di Indonesia, kecepatannya tembus di atas 50 Mbps untuk data seluler.Baca juga: Kecepatan Internet Indonesia Meningkat 10 Kali Lipat sejak 2014Laporan Speedtest merinci, dalam kategori internet seluler, Bekasi punya nilai tengah download speed 54,59 Mbps. Sementara Jaksel dengan 52,29 Mbps.Selain itu, Speedtest juga mengukur angka tengah kecepatan unggah (upload speed) dan latensi.Menurut laporan Speedtest, Bekasi punya kecepatan unggah 21,05 Mbps dan latensi 18 ms. Sementara, Jaksel punya kecepatan unggah 17,84 Mbps dan latensi 20 ms.Capaian ini menjadikan keduanya sebagai representasi kota dengan internet tercepat di Indonesia, meski secara global posisinya masih di papan bawah.

| 2026-02-01 21:40