SEMARANG, - Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Tengah mencatat penurunan signifikan dalam alokasi bantuan pembangunan energi baru terbarukan (EBT) pada 2025.Jika sebelumnya bantuan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) atap disalurkan lebih dari 30 unit per tahun, pada 2025 jumlahnya tinggal empat unit.Staf Bidang EBT ESDM Jateng, Muhammad Rifqi Arya, menyebut efisiensi anggaran menjadi faktor utama berkurangnya unit PLTS rooftop dan biogas yang dibangun dari APBD.“Biasanya kami mengalokasikan sekitar 30 unit PLTS atap untuk sekolah dan pesantren sejak 2021. Namun karena dinamika prioritas dan anggaran, tahun ini hanya empat unit yang bisa dibangun,” ujar Rifqi usai dialog perkembangan EBT Jateng di Somerset, Kota Semarang, Rabu .Baca juga: Renovasi Pilar Gedung Sate Telan Rp 3,9 Miliar Saat Efisiensi Anggaran, Kominfo Jabar: Tak Ganggu LayananRifqi merinci bahwa empat unit PLTS atap tersebut dialokasikan untuk pelaku UMKM di dua wilayah Cilacap dan Banyumas, serta Batang dan Pekalongan.“Dua UMKM di cabang dinas Selamet Selatan itu meliputi Cilacap dan Banyumas, dan dua lagi di Kabupaten Batang dan Pekalongan di cabang dinas ESDM wilayah Serayu Utara,” jelasnya.Ia menambahkan, biasanya 12 cabang dinas ESDM Jateng menargetkan pembangunan biogas secara ambisius tiap tahun untuk meningkatkan bauran energi bersih. Namun pada 2025 hanya sekitar 22 titik penambahan biogas yang terealisasi.“Kalau tidak ada anggarannya, ya memang tidak bisa kami bangunkan. Tapi titik-titik yang belum terbangun akan kami prioritaskan untuk tahun berikutnya, dengan catatan anggarannya tersedia,” ujarnya.Baca juga: Sido Muncul Kritik Aturan Baru ESDM, PLTS Atap Tak Lagi Kurangi Tagihan Listrik IndustriKendati alokasi APBD menurun, tren penggunaan PLTS rooftop justru terus naik. Hingga September 2025, tercatat 866 unit pengguna PLTS rooftop on-grid dan off-grid dengan total kapasitas sekitar 71.257 kWp.Sektor industri menjadi penyumbang terbesar dengan kapasitas 53.653 kWp, disusul sektor bisnis komersial 12.335 kWp, dan rumah tangga on-grid 1.747 kWp.Grafik pertumbuhan PLTS rooftop sejak 2020 menunjukkan peningkatan konsisten baik dari sisi jumlah unit maupun kapasitas. Rinciannya sebagai berikut:Menanggapi kondisi tersebut, Analis Institute for Essential Services Reform (IESR), Sodi Zakiy, mengatakan keberhasilan transisi energi membutuhkan kolaborasi pemerintah daerah, akademisi, industri, dan lembaga swadaya masyarakat.Ia menyebut pengembangan biogas salah satu bukti keberhasilan kolaborasi. Saat ini kapasitas biogas di Jawa Tengah mencapai lebih dari 3.000 unit dengan pendanaan dari masyarakat, APBD, dan kerja sama internasional.“Produksi biogas Jawa Tengah total sekitar 11 juta meter kubik per tahun. Boyolali memiliki potensi terbesar karena merupakan daerah sentra sapi perah, yang kotorannya bisa dimanfaatkan menjadi biogas,” jelas Zakiy.
(prf/ega)
Efisiensi Anggaran Memangkas Bantuan PLTS Atap di Jawa Tengah
2026-01-13 01:01:16
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-13 01:09
| 2026-01-13 00:10
| 2026-01-12 22:36
| 2026-01-12 22:36
| 2026-01-12 22:34










































