IHSG Menguat Tipis di Awal Perdagangan, Pelaku Pasar Masih Berhati-hati

2026-02-01 00:41:44
IHSG Menguat Tipis di Awal Perdagangan, Pelaku Pasar Masih Berhati-hati
JAKARTA, - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak menguat tipis pada awal perdagangan Rabu . Indeks naik 0,05 persen ke level 8.526,34 pada pukul sekitar 09.29 WIB. Berdasarkan data RTI, IHSG dibuka di level 8.533,89, sempat menyentuh posisi tertinggi 8.547,41, dan bergerak ke level terendah 8.503,15 pada awal sesi. Volume transaksi mencapai 9,53 miliar saham dengan nilai perdagangan sekitar Rp 4,86 triliun. Sebanyak 217 saham menguat, 313 saham melemah, dan 167 saham tidak bergerak. Pergerakan sektor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada awal perdagangan hari ini menunjukkan kinerja yang bervariasi. Sektor kesehatan memimpin penguatan dengan kenaikan 0,92 persen, diikuti cyclical yang naik 0,87 persen. Baca juga: IHSG Berpeluang Menguat Hari Ini, Menuju Rentang 8.662, Berikut Pilihan Saham Analis Sektor energi juga mencatat kinerja positif dengan kenaikan 0,62 persen, sedangkan properti naik 0,47 persen dan non-cyclical menguat 0,20 persen. Sektor infrastruktur turut bergerak positif dengan kenaikan 0,17 persen, disusul transportasi yang naik 0,11 persen. Di sisi lain, sejumlah sektor masih tertekan. Sektor teknologi melemah 0,42 persen, industri turun 0,29 persen, keuangan melemah 0,05 persen, dan basic industry turun tipis 0,03 persen.Baca juga: Tekanan Beli Menguat, IHSG Hari Ini Diproyeksi Sentuh 8.662, Cek Opsi Saham Pilihan


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#5

Perubahan Anggaran Dasar dilakukan sebagai bentuk penyesuaian terhadap ketentuan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2025 tentang Perubahan Keempat atas Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik Negara (UU BUMN). Salah satu implikasi penting dari penyesuaian tersebut adalah perubahan nama perseroan, dari PT Perusahaan Gas Negara Tbk menjadi PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk.Sementara itu, pelimpahan kewenangan persetujuan RKAP 2026 dan RJPP 2026-2030 kepada Dewan Komisaris dijalankan dengan tetap mengedepankan mitigasi risiko serta prinsip tata kelola perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance (GCG).Corporate Secretary PGN, Fajriyah Usman, mengatakan seluruh keputusan RUPSLB merupakan bagian dari konsolidasi tata kelola perseroan agar semakin adaptif terhadap regulasi dan tantangan bisnis ke depan.Baca juga: Dana Rp 2,5 Miliar Digelontorkan, PGN Percepat Bantuan Banjir Aceh–Sumut“Penyesuaian yang disetujui pemegang saham bertujuan memastikan keselarasan anggaran dasar Perseroan dengan ketentuan regulasi yang berlaku, sekaligus memperkuat kejelasan peran, mekanisme pengambilan keputusan, dan akuntabilitas pengelolaan perusahaan secara berkelanjutan,” ujar Fajriyah.PGN menilai, langkah strategis yang diputuskan dalam RUPSLB ini mencerminkan komitmen kuat perusahaan dalam menjaga kepastian regulasi, memperkokoh struktur tata kelola, serta memastikan keberlanjutan kinerja jangka panjang. Upaya tersebut sejalan dengan mandat PGN sebagai subholding gas di bawah PT Pertamina (Persero), khususnya dalam mendukung ketahanan dan transisi energi nasional.

| 2026-02-01 17:51