Bagaimana Bank Menyiapkan Diri Menyambut Peningkatan Aktivitas Akhir Tahun?

2026-01-17 00:23:54
Bagaimana Bank Menyiapkan Diri Menyambut Peningkatan Aktivitas Akhir Tahun?
JAKARTA, – Menjelang akhir 2025, perbankan diperkirakan mampu menjaga kinerjanya tetap solid. Survei Orientasi Bisnis Perbankan (SBPO) OJK triwulan IV-2025 mencatat Indeks Orientasi Bisnis Perbankan (IBP) sebesar 66, menunjukkan optimisme pelaku industri. Survei yang digelar pada Oktober 2025 ini melibatkan 102 bank dengan total aset mencapai 99,25 persen dari seluruh aset bank umum per September 2025.“Perbaikan kondisi makroekonomi domestik membuat bank yakin risiko dapat dikendalikan dengan baik,” kata Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, melalui keterangan pers OJK, Sabtu .Indeks Ekspektasi Kondisi Makroekonomi (IKM) berada di level optimis, 63, karena pertumbuhan ekonomi diperkirakan meningkat seiring penurunan BI Rate dan penguatan Rupiah.Baca juga: Rekrutmen PCAM OJK: Syarat dan Jurusan yang DibutuhkanKondisi ekonomi yang membaik juga didukung oleh peningkatan konsumsi masyarakat pada Natal dan Tahun Baru. Dian menambahkan, stimulus 8+4+5 dari pemerintah diharapkan menambah daya beli masyarakat, meski inflasi kemungkinan naik seiring peningkatan aktivitas ekonomi.Peningkatan konsumsi akhir tahun ini menjadi momentum penting bagi bank untuk menyalurkan kredit, khususnya pada sektor-sektor yang mencatat pertumbuhan tinggi, seperti industri pengolahan, pertambangan dan penggalian, serta pengangkutan dan pergudangan.Dari sisi risiko, sebagian besar bank meyakini situasi tetap terkendali. Indeks Persepsi Risiko (IPR) tercatat 57, dengan kualitas kredit yang stabil dan posisi devisa netto (PDN) long position.Baca juga: Update Daftar 95 Pinjol Resmi OJK November 2025: Cek Legalitas Sebelum PinjamMeski net cashflow diproyeksikan menurun dibanding kuartal sebelumnya, peningkatan cash outflow seiring kebutuhan operasional nasabah dan belanja pemerintah daerah akhir tahun masih dianggap aman.Optimisme juga tercermin pada Indeks Ekspektasi Kinerja (IEK) sebesar 78. Bank-bank memperkirakan kredit tetap tumbuh dan Dana Pihak Ketiga (DPK) ikut meningkat untuk mendukung likuiditas.SBPO juga menunjukkan sebagian besar bank yakin target Rencana Bisnis Bank (RBB) 2025, baik kredit maupun DPK, akan tercapai di tengah kondisi ekonomi saat ini.Survei triwulanan SBPO menjadi alat penting OJK untuk memahami arah bisnis, persepsi risiko, dan ekspektasi perbankan. Secara historis, hasil survei ini terbukti cukup akurat dalam meramalkan tren makroekonomi dan kinerja sektor perbankan.Baca juga: Jeratan Special Rate: Pasar Ganda Perbankan


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Kondisi di Indonesia sangat berbeda. Sejumlah perguruan tinggi besar masih sangat bergantung pada dana mahasiswa. Struktur pendapatan beberapa kampus besar menggambarkan pola yang jelas:Data ini memperlihatkan satu persoalan utama: mahasiswa masih menjadi “mesin pendapatan” kampus-kampus di Indonesia. Padahal di universitas top dunia, tuition hanya berkontribusi sekitar 20–25 persen terhadap total pemasukan.Ketergantungan ini menimbulkan tiga risiko besar. Pertama, membebani keluarga mahasiswa ketika terjadi kenaikan UKT. Kedua, membatasi ruang gerak universitas untuk berinvestasi dalam riset atau membangun ekosistem inovasi. Ketiga, membuat perguruan tinggi sangat rentan terhadap tekanan sosial, ekonomi, dan politik.Universitas yang sehat tidak boleh berdiri di atas beban biaya mahasiswa. Fondasi keuangannya harus bertumpu pada riset, industri, layanan kesehatan, dan endowment.Baca juga: Biaya Kuliah 2 Kampus Terbaik di di Indonesia dan Malaysia, Mana yang Lebih Terjangkau?Agar perguruan tinggi Indonesia mampu keluar dari jebakan pendanaan yang timpang, perlu dilakukan pembenahan strategis pada sejumlah aspek kunci.1. Penguatan Endowment Fund Endowment fund di Indonesia masih lemah. Banyak kampus memahaminya sebatas donasi alumni tahunan. Padahal, di universitas besar dunia, endowment adalah instrumen investasi jangka panjang yang hasilnya mendanai beasiswa, riset, hingga infrastruktur akademik. Untuk memperkuat endowment di Indonesia, diperlukan insentif pajak bagi donatur, regulasi yang lebih fleksibel, dan strategi pengembangan dana abadi yang profesional serta transparan.2. Optimalisasi Teaching Hospital dan Medical Hospitality

| 2026-01-16 22:20