Santri di Wonogiri Meninggal Diduga Akibat Bullying, Pemilik Ponpes: Semua Kalut

2026-01-12 06:55:34
Santri di Wonogiri Meninggal Diduga Akibat Bullying, Pemilik Ponpes: Semua Kalut
WONOGIRI, — Seorang santri di Pondok Pesantren (Ponpes) Santri Manjung, Desa Manjung, Kecamatan Wonogiri Kota, Wonogiri meninggal dunia diduga akibat bullying oleh sesama santri.Santri laki-laki tersebut berinisial MMA (12), asal Kecamatan Jatiyoso, Kabupaten Karanganyar.Korban dugaan perundungan itu diketahui duduk di bangku kelas VII dan baru sekitar enam bulan mondok di Ponpes Santri Manjung.MMA meninggal dunia pada Senin setelah sempat menjalani perawatan di rumah sakit.Baca juga: Panggil Nama Orang Tua Dianggap Bercanda, Siswa SMA N 1 Sumberlawang Belum Pahami BullyingIa diduga meninggal karena dipukuli sejumlah santri lain.Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (PPKB P3A) Wonogiri, Suhartono, mengaku telah menerima aduan dari masyarakat atas peristiwa tersebut.“Kami mendapatkan aduan dari masyarakat. Ada kecurigaan santri meninggal dunia dengan luka lebam. Memang mengarah ke perundungan,” ujar Suhartono saat dihubungi Kompas.com, Kamis .Pihaknya telah menindaklanjuti laporan tersebut dan telah berkoordinasi dengan kepolisian.Polisi juga disebut telah mengamankan sejumlah santri yang diduga terlibat.“Kalau dari kami, jangan sampai kejadian serupa terulang. Jangan sampai anak-anak kita menjadi korban maupun pelaku. Ini korban dan pelakunya sama-sama anak-anak,” katanya.Baca juga: Cerita Ibu Siti di Brebes Cari Keadilan, Anak Meninggal Diduga Akibat Bullying di SekolahKorban sempat dirawat di rumah sakit sebelum akhirnya meninggal dunia dua hari kemudian.“Kalau pelakunya lebih dari satu orang, potensi kekerasannya tentu lebih berat. Informasinya, korban dipukul dan sebelumnya juga sudah ada tindakan perundungan,” jelas Suhartono.Ia pun mengimbau agar lingkungan, baik pondok pesantren, sekolah, maupun masyarakat umum, lebih peka terhadap indikasi bullying.“Kalau sampai meninggal dunia, kemungkinan kejadian itu tidak hanya sekali. Ini sangat kita sayangkan dan semoga tidak terulang,” terangnya.Pemilik Ponpes Santri Manjung, Eko Julianto, mengaku terkejut atas meninggalnya salah satu santrinya.


(prf/ega)