- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi siklon tropis dan sejumlah bibit siklon tropis di wilayah Indonesia pada Sabtu . Sistem tersebut meliputi Siklon Tropis Bakung serta Bibit Siklon Tropis 92S dan 93S.Keberadaan siklon tropis ini menjadi perhatian serius, mengingat potensi dampaknya berupa cuaca ekstrem yang dapat meluas hingga wilayah daratan Indonesia.Menurut World Meteorological Organization (WMO), bibit siklon tropis merupakan tahap awal pembentukan siklon tropis. Sementara siklon tropis adalah badai bertekanan rendah yang terbentuk di atas lautan tropis dengan variasi kecepatan, ukuran, dan intensitas.Lantas, bagaimana perkembangan siklon tropis dan bibit siklon tropis tersebut serta apa dampaknya bagi wilayah Indonesia?Baca juga: Gempa Kembali Guncang Jepang dengan Kekuatan M 6,7, Ini Analisis BMKGPrakirawan Tropical Cyclone Warning Center (TCWC) Jakarta dari BMKG, Nurul Pramiftah mengungkapkan perkembangan siklon tropis Bakung dan bibit siklon tropis 92S serta 93S di wilayah Indonesia pada Sabtu pukul 13.00 WIB. "Pada Siklon Tropis Bakung, saat ini siklon tersebut terpantau di sekitar 9.1 derajat Lintang Selatan dan 94.3 derajat Bintang Timur di Samudera Hindia barat daya Lampung," kata Nurul ketika dihubungi Kompas.com pada Sabtu.Siklon tropis tersebut memiliki kecepatan angin maksimum yang mencapai sekitar 45 knot (85 km/jam) dan tekanan minimum sekitar 996 hPa."Pergerakan Siklon Tropis Bakung diprediksi bergerak ke arah barat hingga barat daya menjauhi wilayah Indonesia," tambah Nurul.Mengenai dampak yang terjadi, Nurul mengatakan terdapat dampak tidak langsung yang berpotensi terjadi meliputi hujan sedang–lebat dan angin kencang di daerah Bengkulu dan Lampung."Selain itu juga prediksi gelombang kategori sedang yakni 1,25 sampai 2,5 meter di perairan Bengkulu, Lampung, Selat Sunda bagian selatan, dan perairan selatan Banten," tambahnya.Baca juga: 2 Bibit Siklon Mendekat, BMKG Rilis Daftar Wilayah Waspada Cuaca Ekstrem pada 12–18 Desember 2025Sementara itu, pada Bibit Siklon Tropis 92S Nurul mengatakan saat ini terpantau berada di sekitar 4.1 derajat Lintang Selatan dan 91.6 derajat Bintang Timur, tepatnya di Samudra Hindia barat Bengkulu."Bibit siklon tropis tersebut saat ini memiliki kecepatan angin maksimum 20 knot dan tekanan minimum sekitar 1007 hPa. Sistem diprediksi bergerak ke arah tenggara dengan kecenderungan melemah akibat pengaruh dinamika dan interaksi dengan Siklon Tropis Bakung di sekitarnya," jelas Nurul.Mengenai dampak yang terjadi, Nurul mengatakan terdapat dampak tidak langsung berupa hujan sedang hingga lebat di wilayah Sumatera Barat."Serta prediksi gelombang kategori sedang di perairan barat Aceh, Kepulauan Nias, Kepulauan Mentawai, Bengkulu hingga Lampun," jelas Nurul.Baca juga: BMKG: Bibit Siklon 91S Masih Aktif, 5 Wilayah di Sumatera Berpotensi Hujan Sedang-LebatMengenai Bibit Siklon Tropis 93S, Nurul mengatakan bibit siklon tropis tersebut saat ini terpantau di sekitar 12.6 derajat Lintang Selatan dan 112.3 derajat Bintang Timur di Samudera Hindia selatan Jawa Timur.
(prf/ega)
Ini Wilayah yang Terdampak Siklon Tropis Bakung dan Bibit Siklon Tropis 92S-93S di Indonesia
2026-01-12 06:23:02
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 06:26
| 2026-01-12 05:44
| 2026-01-12 04:45
| 2026-01-12 04:41
| 2026-01-12 04:26










































