Pemulihan Pascabencana di Sumatera Utara Butuh Anggaran Rp 12,8 Triliun

2026-01-12 06:22:02
Pemulihan Pascabencana di Sumatera Utara Butuh Anggaran Rp 12,8 Triliun
- Pemerintah membutuhkan anggaran sekitar Rp 12,8 triliun untuk memulihkan kondisi Sumatera Utara yang terdampak bencana banjir bandang dan tanah longsor.Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto, dalam rapat terbatas (ratas) bersama Presiden Prabowo Subianto dan Kementerian/Lembaga terkait di Banda Aceh yang membahas penanganan bencana di Sumatera.“Kami sudah berkoordinasi dengan Kementerian PU untuk mengembalikan kondisi semula, ini rehabilitasi-rekonstruksi membutuhkan anggaran sekitar Rp 12,88 triliun,” kata Suharyanto dalam siaran langsung Sekretariat Presiden, Minggu .Suharyanto menegaskan bahwa data anggaran ini bersifat dinamis dan akan terus diperbarui seiring dengan perkembangan penanganan bencana.Baca juga: BNPB: Butuh Anggaran 25,41 Triliun untuk Biaya Pemulihan Provinsi AcehHingga Minggu , dua kabupaten di Sumatera Utara masih terisolir akibat bencana.“Sumatera Utara yang masih terisolir tinggal dua kabupaten. Dari 18 kota yang terdampak, 7 desa terisolir. Ini Humbang Hasundutan, satu kecamatan, dan Tapanuli Utara ada 7 kecamatan,” ujar Suharyanto.“Tapanuli Utara yang dua kabupaten/kota yang masih tadi dikatakan terisolir, ini ada dua kecamatan. Humbang Hasundutan ada 6 kecamatan. Ini semuanya juga sudah didistribusikan logistik lewat udara,” tambahnya.Upaya membuka akses jalan dari Tapanuli Utara menuju Tapanuli Tengah melalui Sibolga terus dikebut pemerintah.Baca juga: 2 Kabupaten di Sumatera Utara Masih Terisolasi Pascabanjir dan LongsorSuharyanto melaporkan bahwa jalur tersebut masih terputus di Kecamatan Adian Koting, Kabupaten Tapanuli Utara.“Per hari ini mungkin Satgas sudah bisa masuk 40 kilometer lebih, karena begitu saya tinggal ke Aceh kemarin sudah 38 kilometer. Mudah-mudahan dalam waktu yang tidak terlalu lama, satu minggu dari sekarang ini sudah bisa tembus,” katanya.“Sehingga kalau ini bisa tembus, Tapanuli Tengah, yang Bapak Presiden datang, dengan Sibolga, ini sudah pulih hampir 100 persen, Bapak Presiden. Meskipun Tapanuli Tengah dengan Sibolga ini sekarang logistik, air, listrik tidak masalah karena bisa disuplai lewat laut,” lanjut Suharyanto.Akses jalan dari Tapanuli Selatan menuju Mandailing Natal belum dapat dilalui kendaraan roda empat, namun sepeda motor sudah bisa melewati jalur tersebut.Baca juga: 4 Penyakit Utama yang Kini Menyerang Pengungsi Banjir SumateraDistribusi logistik di Bandara Silangit, Sumatera Utara, tercatat mencapai jumlah besar.Sebanyak 193 ton bantuan telah didistribusikan, sementara buffer stock yang masih tersedia berjumlah 165 ton.Persediaan ini mencakup pangan, minuman, sandang, sarana kebersihan, perlengkapan logistik, serta alat komunikasi.


(prf/ega)