- Pinjaman online atau pinjol sering dianggap sebagai solusi cepat ketika kebutuhan finansial mendesak.Dengan kemudahan akses hanya melalui ponsel, siapa pun bisa mengajukan pinjaman tanpa banyak prosedur.Namun, di balik kemudahan itu, ada risiko yang tidak sedikit.Dampak pinjol tidak hanya terbatas pada masalah utang individu, tetapi juga bisa menghancurkan keharmonisan dan kesejahteraan psikologis keluarga.Baca juga: Di Balik Godaan Pinjol, Psikolog Ungkap Ada Dampak Serius bagi Kesehatan MentalPsikolog Mira Damayanti Amir, S.Psi., menjelaskan bahwa tekanan finansial akibat pinjol bisa memicu kecemasan, konflik, dan rasa bersalah yang berkepanjangan."Banyak orang yang merasa malu atau takut dihakimi sehingga memilih menutup diri. Padahal, komunikasi terbuka dalam keluarga sangat penting agar masalah dapat diselesaikan bersama," ujarnya saat dihubungi Kompas.com, Senin .Kurangnya literasi finansial menjadi salah satu penyebab utama. Banyak orang mengira bunga pinjaman hanya dihitung dari sisa utang, padahal sering kali dihitung dari total awal.Ketidaktahuan ini membuat jumlah yang harus dibayarkan membengkak, dan individu yang terjerat pinjol kerap merasa kewalahan.Dampaknya, anggota keluarga lain ikut terbebani, baik secara emosional maupun finansial.Misalnya, kasus seorang anak muda yang terlilit pinjol hingga orang tuanya harus menjual tanah untuk menutup utang.Selain itu, stres akibat utang sering menular ke anggota keluarga lain. Mira mencontohkan kasus seorang anak muda yang terjerat pinjol, sehingga orang tuanya ikut stres dan kewalahan mencari solusi.Dalam beberapa kasus, keluarga sampai mengalami collapse karena kaget atau tidak siap menghadapi tekanan finansial yang besar, termasuk menjual aset atau mengorbankan kebutuhan lain.Dampak ini menunjukkan bahwa pinjol bukan sekadar masalah uang, tapi juga berpotensi merusak kesejahteraan emosional seluruh anggota keluarga.Baca juga: Orang Terdekat Terjerat Pinjol, Apa yang Harus Dilakukan? Ini Kata PsikologMenurut Mira, respons keluarga sangat menentukan bagaimana situasi berkembang.Daripada menuduh atau menyalahkan terus-menerus, keluarga sebaiknya mendengarkan dengan empati.
(prf/ega)
Pinjol Tak Cuma Soal Utang, Ini Dampaknya bagi Hubungan Keluarga
2026-01-12 04:50:17
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 04:44
| 2026-01-12 04:10
| 2026-01-12 03:29
| 2026-01-12 03:23










































