BANGKOK, - Thailand mengerahkan korps marinir dari Angkatan Laut untuk merebut kembali area perbatasan di Provinsi Trat yang disebut telah diduduki pasukan Kamboja.Komandan Satuan Tugas Marinir Trat Kapten Thammanoon Wanna mengatakan, operasi perebutan wilayah tersebut terjadi di Ban Nong Ri, Tambon Chamrak, Distrik Muang, Selasa .Sebanyak tiga rumah di area itu menjadi sasaran utama operasi, sebagaimana dilansir Bangkok Post.Baca juga: Dikira Gugur, Panglima Perang Kamboja Kembali ke Garis Depan KonflikKetiga rumah itu berada di sekitar Ban Nong Ri, wilayah yang menurut Angkatan Laut Thailand telah dikuasai secara ilegal oleh Kamboja selama lebih dari 40 tahun.Ban Nong Ri berhadapan langsung dengan Provinsi Pursat di wilayah Kamboja.Angkatan Laut Thailand menyebut, berdasarkan citra udara Kamboja memperkuat posisi dengan senjata dan pasukan tambahan.Penguatan tersebut termasuk menerjunkan sniper atau penembak runduk dan peluncur roket ganda di sekitar tiga rumah tersebut.Baca juga: SEA Games Dibayangi Isu Perang: Kamboja Tarik Atlet, Keamanan DitingkatkanJuru bicara Angkatan Laut Thailand Laksamana Muda Paraj Ratanajaipan mengatakan, pendudukan tersebut merupakan ancaman serius bagi keamanan Thailand."Angkatan Laut Kerajaan Thailand menilai tindakan tersebut sebagai ancaman langsung dan sangat serius terhadap kedaulatan Thailand," papar Paraj.Da menambahkan, Angkatan Laut Thailand menilai peru adanya operasi militer demi mengusir pasukan Kamboja dari wilayah kedaulatan Thailand.Baku tembak masih berlangsung hingga sekitar pukul 10.00 pada Selasa. Channel 3 melaporkan suara tembakan terdengar hingga pusat Kota Trat.Relawan pertahanan desa, Somchai Chaivej, mengaku mendengar satu ledakan yang kemudian disusul belasan tembakan.Baca juga: Thailand-Kamboja Bentrok Lagi, Anwar Ibrahim Desak 2 Negara Menahan DiriDia memilih bertahan di bunker desa, sementara keluarganya telah mengungsi ke tempat aman sejak Senin ."Meski bentrokan ini serius, semangat warga tetap tinggi karena mereka sudah sangat terbiasa dengan kondisi perbatasan di sini," ujar Somchai.Otoritas Provinsi Trat meminta warga di desa Bo Rai, Khlong Yai, dan sebagian Distrik Muang untuk mengungsi akibat meningkatnya ketegangan di perbatasan.Seorang petani, Thittapha Nualwilai, mengaku tetap tinggal di Ban Nong Ri untuk menyadap getah karet karena keluarganya masih membutuhkan penghasilan."Saya sangat paham bahayanya, tetapi kebutuhan tidak pernah berhenti. Saya berharap bentrokan ini berakhir cepat dan tuntas," ujar Thittapha.Baca juga: Jet Tempur F-16 Thailand Hantam Kasino di Kamboja, 4 Orang Diduga Tewas
(prf/ega)
Rebut Wilayah dari Kamboja, Thailand Kerahkan Angkatan Laut
2026-01-12 06:50:54
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 07:21
| 2026-01-12 06:28
| 2026-01-12 05:03
| 2026-01-12 04:40










































