DAMASKUS, - Pemerintah Suriah mengatakan, pasukannya telah membunuh pemimpin sel yang terkait dengan ISIS pada Selasa .Mereka juga menangkap delapan anggota sel yang diyakini menjadi dalang penyerangan personal keamanan beberapa hari lalu."Pasukan keamanan menangkap sebuah sel teroris yang berafiliasi dengan Daesh (ISIS) yang melakukan serangan terhadap patroli keamanan dan militer di provinsi Idlib dan Aleppo," bunyi pernyataan Kementerian Dalam Negeri Suriah, dikutip dari AFP, Rabu .Menurut kementerian itu, operasi tersebut menghasilkan penangkapan terhadap delapan anggota sel dan pemimpin sel telah dilumpuhkan. "Selama penyelidikan, mereka yang ditangkap mengakui tanggung jawab mereka atas tiga serangan teroris, termasuk menargetkan patroli keamanan jalan di Maaret al-Numan," sambungnya.Baca juga: Mewahnya Kehidupan Assad di Moskwa Usai Digulingkan Pemberontak SuriahDiketahui, ISIS mengeklaim telah bertanggung jawab atas penembakan Minggu yang menewaskan empat pasukan keamanan Suriah di barat laut provinsi Idlib.Insiden itu terjadi sehari setelah serangan ISIS terhadap patroli gabungan yang menewaskan dua tentara AS dan seorang penerjemah di Palmyra.Washington dan Damaskus menyalahkan ISIS atas serangan itu.Presiden Suriah Ahmed al Sharaa telah menyampaikan belasungkawa kepada Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Minggu, sehari setelah serangan mematikan terhadap pasukan AS di Suriah tengah.Dalam sebuah pernyataan, kepresidenan Suriah mengatakan Sharaa menyatakan solidaritas negaranya dengan keluarga para korban.Serangan itu, yang oleh Washington dituduhkan kepada kelompok Negara Islam (ISIS), menewaskan dua tentara AS dan seorang penerjemah sipil di Palmyra, provinsi Homs.Baca juga: Janji Balas ISIS, Trump Marah 3 Warga AS di Suriah DibunuhWilayah Idlib memang dikenal sebagai benteng kelompok pemberontak dan ekstremis, termasuk milisi asing.Koalisi pimpinan AS terkadang melakukan serangan di wilayah Idlib dengan menargetkan pimpinan ISIS.Pemerintah baru telah mengumumkan operasi melawan ISIS, termasuk satu operasi yang diluncurkan pada Minggu bersama untuk menargetkan "sel-sel tidur" setelah serangan Palmyra.ISIS pernah menguasai sebagian besar wilayah Suriah sebelum kekalahan teritorialnya pada 2019.Para milisinya masih mempertahankan keberadaan mereka di negara itu, terutama di wilayah gurun.Pemerintah baru Suriah saat ini sedang berupaya melakukan stabilisasi dalam negeri setelah perang saudara selama 13 tahun.
(prf/ega)
Suriah Bunuh Pemimpin Sel ISIS yang Berada di Balik Penyerangan Pasukan AS
2026-01-11 23:31:54
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-11 22:10
| 2026-01-11 22:08
| 2026-01-11 22:04
| 2026-01-11 22:03
| 2026-01-11 22:01










































