NGAWI, - Dua jenis menu makan bergizi gratis (MBG) menjadi penyebab pasti keracunan massal yang menimpa puluhan siswa SD, SMP, dan SMA di Kecamatan Kedunggalar, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur.Hal itu berdasarkan hasil uji laboratorium atas menu MBG yang dikonsumsi para siswa pada akhir November 2025 lalu.Bupati Ngawi, Ony Anwar Harsono menyatakan, hasil laboratorium menyebutkan dua jenis menu MBG yang dikonsumsi para siswa yakni sayur acar wortel-labu dan buah pisang dinyatakan positif mengandung bakteri nitrit.Bakteri itu menyebabkan puluhan siswa SD, SMP, hingga SMA mengalami keracunan.Baca juga: Mual, Pusing dan Diare, Puluhan Santri dan Siswa di Ngawi Jatim Diduga Keracunan"Hasil pemeriksaan dari Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat (BBLK) Surabaya menyatakan ada dua menu yang positif bakteri nitrit," kata Ony, Kamis .Menurut Ony, keluarnya hasil uji laboratorium itu menjadikan kegiatan distribusi MBG SPPG tersebut dihentikan sementara, hingga semua prosedur terpenuhi.Penghentian distribusi MBG dari SPPG dilakukan agar standar keamanan pangan pada setiap proses penyediaan makanan untuk siswa memberikan manfaat tanpa menimbulkan risiko kesehatan.Kepala Satgas SPPG Kabupaten Ngawi menyatakan, temuan itu menjadi bahan evaluasi agar peristiwa serupa tidak terjadi lagi ke depan.Untuk itu, Ony meminta seluruh pengelola SPPG memperketat kepatuhan terhadap prosedur teknis penyelenggaraan MBG di lapangan.Baca juga: Korban Diduga Keracunan MBG di Ngawi Sudah Pulih, Hasil Uji Lab Tak Kunjung KeluarIa menyebut prosedur yang harus dipatuhi mulai dari tahapan pembelian bahan baku, penyiapan, proses pemasakan, penyajian, hingga pendistribusian makanan kepada penerima manfaat.Selain itu, setiap SPPG harus memiliki sertifikat Standar Laik Higiene Sanitasi (SLHS) yang telah diterbitkan oleh instansi terkait.Ony menuturkan, dinas yang terlibat dalam verifikasi SLHS meliputi Dinas Kesehatan, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang serta Dinas Lingkungan Hidup.Ketiga instansi itu memiliki kewenangan menilai hingga memberikan rekomendasi sebelum sertifikat diterbitkan. “Setiap SPPG harus memiliki SLHS yang diterbitkan instansi terkait,” ujar Ony.Baca juga: 13 SPPG Beroperasi di Ngawi, Baru 1 yang Miliki Sertifikat Laik Higiene SanitasiSebelumnya diberitakan, sebanyak 87 siswa asal Kecamatan Kedunggalar dilarikan ke Puskesmas Gemarang lantaran mengalami gejala keracunan usai menyantap menu MBG, Rabu .Rata-rata para siswa mengeluhkan mual, pusing hingga muntah-muntah.
(prf/ega)
Hasil Uji Lab, Keracunan Massal di Ngawi akibat Bakteri Nitrit di Menu MBG Sayur Acar
2026-01-12 06:15:52
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 06:24
| 2026-01-12 06:14
| 2026-01-12 06:09
| 2026-01-12 05:41
| 2026-01-12 03:46










































