JAKARTA, – Di balik lalu lintas padat jalanan Ibu Kota dan kota-kota penyangga, bekerja sebuah sistem digital yang nyaris tak terlihat, tetapi berdampak luas.Sistem ini diduga menjadi “mata” bagi para agen lapangan atau mata elang (matel) dalam memburu kendaraan bermasalah kredit, dengan memanfaatkan basis data kendaraan dalam skala besar.Pengamatan Kompas.com pada Selasa mengungkap keberadaan sebuah aplikasi dengan branding Dewa Matel, yang teridentifikasi dikembangkan oleh akun pengembang @SabanaPro pada tahun 2025.Baca juga: Akses Terbuka Aplikasi: Dari Mana Data Nasabah Bisa Diakses Matel?Aplikasi ini berfungsi sebagai alat bantu utama kolektor lapangan untuk mengidentifikasi, melacak, hingga memvalidasi data kendaraan yang terikat kontrak pembiayaan bermasalah.Namun, lebih dari sekadar alat pencarian, aplikasi ini memperlihatkan ekosistem pelacakan kendaraan berbasis data besar (big data) yang menyimpan informasi sensitif masyarakat dalam skala luas.Dari hasil pengamatan langsung, cara kerja aplikasi Dewa Matel berpusat pada basis data lokal yang terus diperbarui.Aplikasi ini menyediakan fitur “Sinkron Data Terakhir” serta opsi “Download Database Baru”, yang mengindikasikan agen lapangan diwajibkan mengunduh daftar target kendaraan secara berkala ke perangkat masing-masing.Saat fitur pencarian diaktifkan, terlihat indikator persentase “Pencarian Cepat” yang menunjukkan jumlah data yang telah terunduh.Persentase ini memberi gambaran bahwa data yang tersimpan bukan hanya ratusan, melainkan ribuan hingga puluhan ribu kendaraan.Mekanisme ini memungkinkan pencarian dilakukan secara instan, bahkan di wilayah dengan koneksi internet terbatas, karena data telah tersimpan secara lokal di perangkat pengguna.Baca juga: Brigadir IAM dan Bripda AMZ Dipecat Usai Terlibat Pengeroyokan Matel di KalibataMeski tampak sederhana di permukaan, akses ke dalam sistem Dewa Matel bersifat terbatas dan terstruktur. Pada menu “Informasi Akun Aplikasi”, setiap pengguna terdaftar memiliki identitas digital yang lengkap.Informasi tersebut mencakup nama pengguna, PT induk atau perusahaan utama, kode akun unik, serta nomor handphone yang terasosiasi.Yang lebih krusial, terdapat kolom “Area Operasional” dan “Status Berakhir” akun, misalnya tertulis aktif hingga 16 Desember 2025.Pembatasan wilayah kerja dan durasi akun ini menunjukkan bahwa operasional para agen lapangan berada di bawah pengawasan sistem dan terikat kontrak tertentu, meski legalitas praktiknya masih menjadi tanda tanya.Fungsi utama aplikasi ini terletak pada fitur pencarian cepat berdasarkan nopol (nomor polisi) kendaraan.Agen hanya perlu memasukkan sebagian atau seluruh nomor polisi untuk memunculkan daftar kendaraan yang terdata. Dari riwayat pencarian yang terekam, hasil muncul secara instan.Data yang ditampilkan mencantumkan nomor polisi, jenis kendaraan, seperti Honda New Beat Street ESP atau CRF150L, serta nama perusahaan pembiayaan yang menaungi kontrak tersebut, di antaranya AdiraWO, FIF, hingga Megapara, lengkap dengan kode cabang.Ketika satu unit kendaraan dipilih, agen dapat membuka menu “Info Detail Kendaraan” yang menampilkan informasi jauh lebih rinci dan sensitif.Baca juga: 4 Polisi Pengeroyok Matel Dihukum Demosi, Disebut Hanya Ikuti Senior/LIDIA PRATAMA FEBRIAN Aplikasi pelacak Nomor Kendaraan yang diduga digunakan MatelPada halaman detail kendaraan, aplikasi ini menampilkan nomor polisi, jenis kendaraan secara spesifik, nomor mesin, nomor rangka, hingga tahun kendaraan.Tak berhenti di situ, data kontrak pembiayaan juga terbuka. Informasi seperti nomor kontrak atau perjanjian kredit (PK) serta nama pemilik kendaraan muncul dalam aplikasi.Dalam penelusuran ini, Kompas.com menyamarkan identitas tersebut menjadi Pemilik X atau Pemilik Y.Yang paling krusial, aplikasi ini menampilkan status masalah kontrak, seperti keterangan “Cek Kantor” atau “Keterlambatan WO (Write-Off)”, yang menjadi dasar agen lapangan untuk melakukan tindakan lebih lanjut.Tak hanya melacak kendaraan, aplikasi ini juga memantau aktivitas penggunanya. Pada menu pengaturan, terdapat sakelar aktif untuk “Lokasi Penemuan Unit”, “Nomor Handphone”, serta “Tanggal dan Jam”.
(prf/ega)
Cukup Masukkan Plat Nomor, Data Kendaraan Terbaca di Aplikasi Matel oleh Siapa Pun
2026-01-12 14:36:42
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 14:38
| 2026-01-12 14:19










































