Dana Desa Tahap II Tak Cair, Sejumlah Desa di PPU Kelimpungan, Berencana Demo ke Jakarta

2026-01-13 06:52:54
Dana Desa Tahap II Tak Cair, Sejumlah Desa di PPU Kelimpungan, Berencana Demo ke Jakarta
PENAJAM PASER UTARA, – Sejumlah desa di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, mengeluhkan terhentinya pencairan Dana Desa Tahap II Tahun Anggaran 2025 untuk komponen non-earmark.Kondisi ini menyebabkan berbagai program desa terhambat, mulai dari pembayaran honor kader hingga kegiatan pembangunan dan kesehatan.Kepala Desa Sumber Sari, Tahyatul Abidin, menyatakan bahwa dana yang dapat dicairkan saat ini hanya yang bersifat earmark atau prioritas nasional.Baca juga: Dana Desa Tak Cair, Program Pemberdayaan Terancam Gagal BayarSementara itu, komponen non-earmark dengan nilai sekitar Rp 170 juta belum dapat dicairkan.“Yang nggak cair itu yang non-ear saja. Kalau yang ear itu cair semua karena sifatnya prioritas. Non-ear sekitar 170-an juta,” ujar Tahyatul saat dihubungi pada Selasa .Tahyatul menambahkan bahwa keterlambatan ini berdampak langsung pada program pelayanan dasar.Honor kader posyandu dan pemberian makanan tambahan (PMT), misalnya, sudah tertahan selama lima bulan.“Honor kader lima bulan belum dibayar, PMT juga lima bulanan. Kegiatan pembangunan seperti jalan dan jembatan, termasuk program kesehatan, semua terhenti. Masyarakat tentu mempertanyakan kenapa programnya nggak terlaksana,” ujarnya.Keresahan serupa juga dirasakan di ratusan desa di berbagai daerah di Indonesia.Dalam pertemuan daring dengan para kepala desa, muncul wacana bahwa sekitar 50.000 aparatur desa bersiap turun ke Jakarta untuk bertemu Presiden Prabowo Subianto jika pencairan dana non-earmark tidak segera dilakukan.“Ini baru wacana, tapi sudah dibicarakan. Dalam zoom itu disebutkan sekitar 50.000 aparatur desa siap turun kalau dana tetap mandek,” kata Tahyatul.Sebagai langkah awal, PPU berencana mengirimkan lima perwakilan ke Jakarta pada 8 Desember 2025 dengan biaya pribadi para kepala desa.Baca juga: Dana Desa Tahap II Tak Cair, Kades di Blora: Kami Keberatan, Dibenturkan dengan WargaKepala desa lainnya di PPU juga berencana memberikan dukungan finansial agar keberangkatan tersebut dapat terlaksana.“Nanti lima orang dari PPU berangkat ke sana. Teman-teman desa mau mensupport. Setiap kabupaten akan ada perwakilan, karena ini urgensi. Di PPU saja 23 desa terdampak,” katanya.Tahyatul berharap pemerintah pusat segera mencairkan dana tahap II untuk membantu program-program desa yang kini terhambat.


(prf/ega)