Rencana Ambisius Rusia, Bangun Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir di Bulan pada 2036

2026-01-12 04:07:54
Rencana Ambisius Rusia, Bangun Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir di Bulan pada 2036
MOSKWA, - Rusia memiliki rencana ambisius untuk membangun pembangkit listrik tenaga nuklir di Bulan dalam satu dekade ke depan.Dikutip dari Reuters, Kamis , pembangkit listrik tenaga nuklir ini ditujukan untuk mendukung program luar angkasa dan stasiun penelitian gabungan Rusia-China.Hak ini seiring dengan persaingan ketat di antara negara-negara besar untuk menjelajahi Bulan.Rusia telah membanggakan diri sebagai kekuatan terkemuka dalam eksplorasi ruang angkasa, setelah kosmonaut Yuri Gagarin sukses menjadi manusia pertama yang pergi ke luar angkasa pada 1961.Namun, dalam beberapa dekade terakhir, Rusia telah tertinggal dari Amerika Serikat dan China.Baca juga: Rusia Disebut Diam-diam Kembangkan Senjata Baru, Targetkan Starlink Elon MuskDalam sebuah pernyataan, perusahaan antariksa Rusia, Roscosmos mengatakan, mereka berencana untuk membangun pembangkit listrik Bulan pada 2036.Mereka juga telah menandatangani kontrak dengan perusahaan kedirgantaraan, Lavochkin Association untuk mewujudkannya.Kendati demikian, Roscosmos tidak secara eksplisit menyebut pembangkit listrik tersebut akan bertenaga nuklir.Namun, mengeklaim bahwa para pesertanya termasuk perusahaan nuklir Rusia, Rosatom dan Institut Kurchatov, lembaga penelitian nuklir terkemuka Rusia.Baca juga: Serangan Rusia Menggila, Ukraina Tarik Pasukannya dari Kota SiverskRoscosmos menjelaskan, pembangkit listrik itu bertujuan untuk memasok daya bagi program Bulan Rusia, termasuk robot penjelajah, observatorium, dan infrastruktur Stasiun Penelitian Bulan Internasional gabungan dengan China."Proyek ini merupakan langkah penting menuju terciptanya stasiun Bulan ilmiah yang berfungsi secara permanen dan transisi dari misi sekali waktu ke program eksplorasi bulan jangka panjang," kata Roscosmos.Pada Juni lalu, Kepala Roscosmos, Dmitry Bakanov menuturkan, salah satu tujuan perusahaan tersebut adalah membangun pembangkit listrik tenaga nuklir di Bulan dan menjelajahi Venus.Bulan yang berjarak 384.400 kilometer dari planet ini, mengurangi goyangan Bumi pada porosnya, yang memastikan iklim lebih stabil. Bulan juga menyebabkan pasang surut di lautan.Baca juga: Peringatan dari Chernobyl, Serangan Rusia Bisa Runtuhkan Pelindung NuklirAkan tetapi, Rusia bukan satu-satunya negara yang berambisi memiliki pembangkit listrik tenaga Bulan.Sebab, pada Agustus 2025, NASA menyatakan niatnya untuk menempatkan reaktor nuklir di Bulan pada kuartal pertama tahun fiskal 2030."Kita sedang berlomba ke Bulan, berlomba dengan China ke Bulan. Untuk memiliki pangkalan di Bulan, kita membutuhkan energi," kata Menteri Transportasi AS, Sean Duffy.Ia menambahkan, AS saat ini tertinggal dalam perlombaan menuju Bulan. Padahal, energi sangat penting untuk memungkinkan kehidupan berkelanjutan di Bulan dan membuka peluang manusia bisa sampai ke Mars.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Sekretariat Satgas PASTI, Hudiyanto, mengatakan sejak IASC beroperasi pada 22 November 2024 hingga 11 November 2025, lembaga itu telah menerima 343.402 laporan penipuan. Laporan tersebut menunjuk 563.558 rekening yang terkait aktivitas penipuan, di mana 106.222 rekening telah diblokir.Dari keseluruhan laporan, total kerugian yang dilaporkan korban mencapai Rp 7,8 triliun, sementara upaya pemblokiran dana berhasil menahan Rp 386,5 miliar.“Sejak awal beroperasi di tanggal 22 November 2024 sampai dengan 11 November 2025, IASC telah menerima 343.402 laporan penipuan. Total rekening terkait penipuan yang dilaporkan ke IASC sebanyak 563.558 rekening dengan 106.222 rekening telah dilakukan pemblokiran,” ujar Hudiyanto lewat keterangan pers, Sabtu .Baca juga: Penipuan AI Deepfake Kian Marak, Keamanan Identitas Digital Diuji“Adapun total kerugian dana yang dilaporkan oleh korban penipuan sebesar Rp 7,8 triliun dengan dana yang telah berhasil diblokir sebesar Rp 386,5 miliar,” paparnya. Menurut Hudiyanto, angka-angka itu memperlihatkan sejauh mana pelaku memanfaatkan platform digital untuk menjerat korban, mulai dari pinjaman online alias pinjol ilegal hingga tawaran investasi palsu, sehinggga penindakan masif diperlukan untuk melindungi konsumen.Sebagai bagian dari penindakan, Satgas PASTI kembali memblokir 776 aktivitas dan entitas keuangan ilegal, yang terdiri atas 611 entitas pinjaman online ilegal, 96 penawaran pinjaman pribadi (pinpri), dan 69 tawaran investasi ilegal.

| 2026-01-12 03:32