Perkuat Komunikasi Strategis, Demokrat Gelar Bimtek Bakomstra Kalteng

2026-02-04 05:24:59
Perkuat Komunikasi Strategis, Demokrat Gelar Bimtek Bakomstra Kalteng
Kepala Badan Komunikasi Strategis (Bakomstra) sekaligus Koordinator Juru Bicara DPP Partai Demokrat (PD), Herzaky Mahendra Putra menegaskan Partai Demokrat harus membangun ekosistem komunikasi yang efektif, relevan, dan responsif terhadap perubahan zaman. Hal itu sesuai arahan Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).Hal tersebut disampaikan Herzaky saat menjadi pembicara utama dalam Bimbingan Teknis (Bimtek) Bakomstra se-Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) yang dirangkaikan dengan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) di Hotel Aquarius, Palangkaraya, Selasa ."Bimtek ini menjadi bagian dari konsolidasi Partai Demokrat untuk memperkuat komunikasi strategis di era digital, sekaligus memperkokoh soliditas organisasi dan menyelaraskan arah komunikasi agar tetap berpihak kepada rakyat serta adaptif terhadap dinamika politik ke depan," jelas Herzaky dalam keterangan tertulis, Minggu .Ia menekankan prinsip dasar komunikasi yang menjadi pedoman bagi seluruh kader dan pengurus di semua tingkatan bersumber dari arahan Ketua Umum AHY. Prinsip tersebut, kata Herzaky, harus dipegang teguh sekaligus disesuaikan dengan perubahan lanskap komunikasi masa kini."Tiga prinsip komunikasi ala Ketum AHY, yaitu: pertama, Tuhan Maha Tahu, tapi rakyat harus diberi tahu. Kedua, kita tidak hanya ingin dikenal, tapi dikenal baik oleh publik. Ketiga, kita beritakan apa yang kita kerjakan, dan setiap kita adalah humas, setiap kita adalah ambassador," ungkap Herzaky.Lebih lanjut, Herzaky menjelaskan bahwa komunikasi strategis bukan sekadar sarana penyampaian informasi atau sosialisasi program partai, melainkan berfungsi sebagai jembatan komunikasi dua arah yang mendekatkan partai dengan masyarakat, sekaligus menangkal hoaks dan disinformasi di ruang digital."Dengan adanya teman-teman Bakomstra di daerah, saya yakin kita bisa melakukannya. Tinggal kita tingkatkan lagi agar partai dan Ketua Umum kita semakin dikenal publik," tutup Herzaky.Bimtek Bakomstra kali ini tidak hanya berfokus pada teori, tetapi juga pada praktik langsung. Peserta dibekali keterampilan teknis komunikasi digital, mulai dari pengelolaan media sosial, penulisan berita, hingga penyusunan opini untuk media massa.Tujuannya agar pengurus Bakomstra di daerah mampu mengkomunikasikan narasi partai secara profesional, efektif, dan terstruktur. Selain Herzaky, kegiatan ini juga menghadirkan Sekretaris I Bakomstra DPP Partai Demokrat, Hendri Teja sebagai pembicara.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Balai Gakkumhut Wilayah Jabalnusra telah melakukan penelusuran lapangan pada Minggu, 25 Oktober 2025. Titik yang diduga tambang ilegal berada di Desa Prabu, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, sekitar 11 km (±30 menit) dari Sirkuit Mandalika. Verifikasi awal menunjukkan tambang rakyat di APL ±4 hektare yang berbatasan dengan Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Prabu.Ekspansi sawit memperlihatkan bentuk lain dari keyakinan berlebihan manusia. Sawit dijanjikan sebagai motor ekonomi baru tetapi kita jarang bertanya mengapa keberhasilan ekonomi harus selalu diukur dengan skala penguasaan lahan.Dengan mengganti keanekaragaman hutan menjadi monokultur sawit manusia sedang menghapus ingatan ekologis bumi. Kita menciptakan ruang yang tampak hijau tetapi sebenarnya mati secara biologis. Daun daun sawit yang tampak subur menutupi kenyataan bahwa di bawahnya berkurang kehidupan tanah yang dulu kaya mikroorganisme.Kita menggantikan keindahan struktur alam dengan pola bisnis yang mengabaikan kerumitan ekologis. Sebuah bentuk kesombongan manusia yang percaya bahwa alam akan selalu menyesuaikan diri tanpa batas.Tambang adalah babak lain dari cerita yang sama tetapi dengan luka yang lebih dalam. Kawasan tambang yang menganga seperti tubuh bumi yang dipaksa menyerahkan organ vitalnya bukan karena kebutuhan manusia tetapi karena ketamakan ekonomi. Kita menukar keindahan hutan tropis dengan bongkahan mineral yang akan habis dalam beberapa tahun.Kita merusak sungai yang mensuplai kehidupan masyarakat setempat demi bahan baku industri global. Namun politik pembangunan sering memandang aktivitas tambang sebagai harga yang wajar untuk kemajuan nasional. Dalam kenyataan sesungguhnya tambang meninggalkan ruang kosong yang tidak bisa sepenuhnya pulih bahkan setelah beberapa generasi.Baca juga: Mengapa Perkebunan Sawit Merusak Lingkungan?Inilah ironi dari proyek kemajuan yang terlalu yakin pada dirinya sendiri. Ia lupa bahwa bumi memiliki daya dukung yang terbatas dan bahwa setiap luka ekologis akan kembali menghantam manusia. Jika kita melihat seluruh fenomena ini dengan lensa filsafat sains maka krisis lingkungan Indonesia bukan semata masalah teknis tetapi masalah epistemologis.Kita salah memahami posisi kita dalam alam. Kita bertindak seolah lebih tahu daripada alam sendiri. Kita percaya bahwa teknologi mampu mengatasi semua masalah padahal teknologi hanya memberikan solusi pada sebagian kecil dari apa yang kita rusak.

| 2026-02-04 13:04