Kapolresta Tangerang Bantah Ladang Jagung yang Diresmikan Gibran Gagal Panen, Sebut Sedang Tahap Evaluasi

2026-01-14 09:55:55
Kapolresta Tangerang Bantah Ladang Jagung yang Diresmikan Gibran Gagal Panen, Sebut Sedang Tahap Evaluasi
TANGERANG, – Kapolresta Tangerang Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada membantah kabar ladang jagung program ketahanan pangan di Desa Bantarpanjang, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Banten, mengalami gagal panen.Indra menegaskan, ladang jagung yang diresmikan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka pada Oktober 2025 itu masih dalam tahap evaluasi teknis dan belum dapat dinilai sebagai kegagalan program.“Program budidaya jagung ini masih terus berjalan dan dimonitor. Kondisi yang terlihat saat ini bukan indikator berhentinya atau gagalnya program,” ujar Indra melalui keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Selasa .Baca juga: Kala Lahan Penuh Sampah Disulap Jadi Ladang Jagung di Jakarta...Indra menjelaskan, pertumbuhan tanaman jagung pada fase awal memang belum menunjukkan hasil optimal.Hal itu dipengaruhi oleh karakteristik lahan berupa tanah merah kekuningan yang relatif minim unsur hara, lapisan top soil yang tipis, serta bercampur batuan padas.Selain itu, curah hujan yang tinggi dalam beberapa waktu terakhir turut berdampak pada terjadinya erosi tanah dan hanyutnya sebagian unsur hara serta pupuk yang telah diaplikasikan.“Kondisi tersebut menyebabkan pertumbuhan tanaman belum seragam. Sebagian tanaman tumbuh lebih pendek, dengan ukuran tongkol yang masih relatif kecil dan tidak merata,” kata Indra.Baca juga: Video Viral Ladang Jagung Habis Dimakan Tikus dalam Satu MalamMenurutnya, kondisi tersebut merupakan tantangan teknis dalam budidaya pertanian lahan terbuka dan menjadi bahan evaluasi untuk perbaikan ke depan.Indra menambahkan, program tanam jagung tersebut dirancang sebagai proses jangka menengah hingga panjang agar hasil budidaya ke depan dapat lebih optimal dan berkelanjutan.Program ini merupakan kerja sama antara Polda Banten dan Polresta Tangerang dengan PT MSD Corpora Internasional dalam rangka mendukung ketahanan pangan nasional.Total luas areal program mencapai sekitar 50 hektare, dengan luas tanam aktif sekitar 20 hektare yang terbagi dalam tiga blok, yakni Blok A, Blok B, dan Blok C.Pantauan Kompas.com di ladang jagung Desa Bantarpanjang, Selasa siang, menunjukkan kondisi tanaman jagung tumbuh tidak merata dan sebagian area dipenuhi rumput liar.Di bagian depan ladang, sejumlah tanaman jagung telah berbuah dengan tinggi sekitar satu meter dan sebagian mulai menguning.Sementara di bagian belakang, banyak tanaman tumbuh lebih pendek dan sebagian roboh, dengan rumput liar tumbuh lebih lebat hingga menutupi tanaman jagung.Siang itu, tidak terlihat aktivitas penjagaan di ladang. Sejumlah warga memanfaatkan lokasi tersebut untuk mencari rumput pakan ternak.“Awal-awal dulu ada yang jaga, tapi belakangan enggak pernah lihat,” ujar Supriatna, salah satu warga setempat.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Meski membawa teknologi kamera baru, rumor menyebut jumlah kamera belakang Xiaomi 17 Ultra justru dipangkas menjadi tiga, dari sebelumnya empat kamera pada Xiaomi 15 Ultra.Selain sensor 200 MP, ponsel ini diperkirakan mengusung kamera utama 50 MP serta kamera ultrawide 50 MP.Xiaomi juga dirumorkan bakal menjadi produsen pertama yang menghadirkan Leica APO zoom camera di ponsel. Teknologi ini diklaim mampu menghasilkan warna lebih akurat, detail lebih tinggi, serta performa makro yang lebih baik, termasuk dalam kondisi cahaya rendah.Di luar sektor kamera, Xiaomi 17 Ultra diperkirakan akan ditenagai chipset tercanggih Qualcomm saat ini, yakni Snapdragon 8 Elite Gen 5. Chipset tersebut bakal dipadukan dengan layar OLED berukuran 6,85 inci yang mendukung resolusi tinggi dan refresh rate tinggi.Baca juga: HP Xiaomi Redmi Note 15 Series Meluncur Global, Ini SpesifikasinyaDari sisi daya, ponsel ini dirumorkan mengusung baterai berkapasitas 7.000 mAh, meningkat dari 6.000 mAh pada generasi sebelumnya, dengan dukungan pengisian cepat hingga 100 watt.Soal desain, Xiaomi 17 Ultra disebut tidak banyak berubah dari pendahulunya. Ponsel ini dikabarkan tetap mengusung layar datar tanpa tepi melengkung, serta dilengkapi pemindai sidik jari ultrasonik di bawah layar untuk menunjang keamanan.Setelah debut di China pada pekan depan, Xiaomi 17 Ultra diyakini akan meluncur ke pasar global pada kuartal pertama atau sekitar bulan Januari-Maret 2026, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari Android Headlines.

| 2026-01-14 08:36