Ribuan Rumah Terendam, Ini Penyebab Banjir dan Longsor Sibolga dan Sekitarnya

2026-02-02 21:22:46
Ribuan Rumah Terendam, Ini Penyebab Banjir dan Longsor Sibolga dan Sekitarnya
- Bencana banjir dan tanah longsor melanda empat wilayah di Sumatera Utara, yakni: Sibolga, Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, dan Tapanuli Selatan, pada Senin hingga Selasa .Peristiwa ini diduga dipicu cuaca ekstrem yang terjadi secara bertubi-tubi, dipengaruhi dua sistem cuaca signifikan, yakni Siklon Tropis KOTO dan Bibit Siklon 95B.Hal itu diketahui dari laporan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melalui Tropical Cyclone Warning Center (TCWC) Jakarta soal cuaca ekstrem di wilayah Sumatra Utara pada 25 November 2025.Baca juga: Update Banjir dan Longsor Tapanuli Raya: 8 Orang Meninggal, 58 Luka-luka, 2.851 MengungsiBerdasarkan laporan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per Rabu pukul 07.00 WIB, hujan deras dengan durasi lebih dari dua hari telah memicu banjir dan longsor di Kota Sibolga.Wilayah yang terdampak banjir meliputi Kelurahan Angin Nauli di Kecamatan Sibolga Utara; Aek Muara Pinang dan Aek Habil di Kecamatan Sibolga Selatan; serta Pasar Belakang dan Pasar Baru di Kecamatan Sibolga Kota.Arus banjir dilaporkan cukup kuat, membawa material lumpur, batang pohon, puing bangunan, hingga sampah rumah tangga, serta merusak sejumlah rumah dan infrastruktur.Baca juga: Banjir dan Longsor di Sibolga serta Tapteng: 9 Orang TewasDok Polda Sumut Polisi membersihkan puing longsor di Kota Sibolga, Sumatera Utara, Selasa Sementara untuk tanah longsor, wilayah terdampak mencakup Kelurahan Angin Nauli, Simare-mare, Sibolga Hilir, Hutabarangan, Huta Tonga, dan Sibual-buali di Kecamatan Sibolga Utara.Longsor juga melanda Kelurahan Parombunan dan Aek Mani di Kecamatan Sibolga Selatan, serta sejumlah kelurahan di Kecamatan Sibolga Sambas dan Sibolga Kota.Satu warga dilaporkan luka-luka dan telah mendapatkan perawatan.Adapun kerugian material sementara meliputi tiga rumah terdampak, termasuk satu rumah toko, serta gangguan akses jalan akibat material longsor.Baca juga: Mengapa Kalimantan Tak Sepenuhnya Aman dari Gempa? Ini Penjelasan BMKGDampak terparah terjadi di Kabupaten Tapanuli Selatan, dengan 8 warga meninggal dunia, 58 luka-luka, dan 2.851 jiwa mengungsi.Banjir dan longsor tercatat melanda 11 kecamatan, termasuk Sipirok, Marancar, Batangtoru, Angkola Barat, hingga Angkola Muaratais.Di Tapanuli Utara, sebanyak 50 unit rumah terdampak, sementara dua jembatan dilaporkan putus.BPBD merekomendasikan jalur alternatif Pangaribuan–Silantom untuk mengatasi putusnya akses.Di Tapanuli Tengah, banjir merendam 1.902 rumah di 9 kecamatan, mulai dari Pandan hingga Pinangsori.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Selain kecepatan internet mobile, DataReportal x Ookla ini juga mengungkap kecepatan internet kabel (fixed broadband) di Indonesia.Adapun median download speed internet kabel di Indonesia kini tercatat di 39,88 Mbps, naik 24,4 persen dari tahun lalu.Sementara median upload kini tercatat di angka 26,61 Mbps (naik 37,4 persen) dan latensi di angka 7 ms (turun 12,5 persen).Perlu dicatat, laporan ini menggunakan pengukuran median. Ini merujuk pada kecepatan rata-rata tengah ketika pengguna mengunduh data dari internet ke perangkat.Berbeda dengan rata-rata biasa (mean) yang bisa dipengaruhi oleh hasil pengukuran ekstrem, median menunjukkan angka tengah dari seluruh tes kecepatan.Artinya, setengah pengguna di Indonesia mendapatkan kecepatan unduh di bawah 45,01 Mbps, dan setengahnya lagi di atas angka tersebut, ketika menggunakan data seluler. Dengan cara ini, data dianggap lebih merepresentasikan pengalaman nyata pengguna sehari-hari.speedtest Dalam kategori internet seluler, Bekasi menempati posisi ke -118 (dari 148 kota) secara global, sekaligus menjadi yang tertinggi di Indonesia dengan kecepatan unduh (download speed) median 54,59 MbpsDalam laporan Ookla yang dipublikasi secara terpisah, Bekasi dan Jakarta Selatan (Jaksel) tercatat sebagai kota dengan internet tercepat di Indonesia, kecepatannya tembus di atas 50 Mbps untuk data seluler.Baca juga: Kecepatan Internet Indonesia Meningkat 10 Kali Lipat sejak 2014Laporan Speedtest merinci, dalam kategori internet seluler, Bekasi punya nilai tengah download speed 54,59 Mbps. Sementara Jaksel dengan 52,29 Mbps.Selain itu, Speedtest juga mengukur angka tengah kecepatan unggah (upload speed) dan latensi.Menurut laporan Speedtest, Bekasi punya kecepatan unggah 21,05 Mbps dan latensi 18 ms. Sementara, Jaksel punya kecepatan unggah 17,84 Mbps dan latensi 20 ms.Capaian ini menjadikan keduanya sebagai representasi kota dengan internet tercepat di Indonesia, meski secara global posisinya masih di papan bawah.

| 2026-02-02 20:57