Kemdikdasmen Terapkan Tiga Skenario Pembelajaran di Wilayah Terdampak Bencana

2026-02-02 23:02:52
Kemdikdasmen Terapkan Tiga Skenario Pembelajaran di Wilayah Terdampak Bencana
JAKARTA, - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti menyampaikan bahwa pihaknya menerapkan tiga skenario pembelajaran di wilayah terdampak bencana banjir dan tanah longsor Sumatera.Mu'ti mengatakan, tiga skenario tersebut dirancang untuk diterapkan pada semester genap tahun 2026."Untuk tanggap darurat 0 sampai 3 bulan, penyesuaian kurikulum minimum esensial, kurikulum disederhanakan menjadi kompetensi esensial seperti literasi dasar, numerasi dasar, kesehatan dan keselamatan diri, dukungan psikososial, dan informasi mitigasi bencana," ujar Mu'ti di BNPB, Jakarta Timur, Selasa .Kemudian pengembangan bahan belajar darurat, yakni berupa metode pembelajaran yang bersifat adaptif dan sangat fleksibel dilakukan pada saat tanggap darurat di sekolah dengan kerusakan ringan.Baca juga: Dasco Yakin Penanganan Bencana Sumatera dengan Skala Nasional Bisa Percepat Pemulihan"Skenario ini mendapat dukungan psikososial terintegrasi dalam pembelajarannya, asesmen yang sangat sederhana, tidak ada asesmen formatif. Fokus pada kehadiran, keamanan, dan kenyamanan murid," jelasnya.Kemudian, skenario tiga sampai 12 bulan untuk beberapa sekolah yang harus dibangun lagi dan membutuhkan waktu yang cukup lama."Kurikulum adaptif berbasis krisis, integrasi mitigasi bencana ke mata pelajaran yang relevan. Kemudian program pemulihan pembelajaran, pembelajaran fleksibel dan diferensiasi," ucapnya.Jadwal sekolah juga disesuaikan dengan kondisi siswa yang mungkin masih mengungsi, penerapan blended atau hybrid learning memungkinkan untuk dilakukan.Baca juga: Siswa Korban Bencana Sumatera Tak Perlu Pakai Seragam Saat Belajar di TendaSementara untuk skenario ketiga, yakni satu sampai tiga tahun bagi siswa yang sekolahnya telah hilang diterjang banjir."Skenario lanjutan 1 sampai 3 tahun karena beberapa sekolah ada yang memang betul-betul hilang dan harus dibangun sekolah baru yang memang waktunya membutuhkan waktu lebih dari satu tahun," ucapnya.Maka, para siswa akan belajar dengan integrasi permanen pendidikan kebencanaan, penguatan kualitas pembelajaran, dan pembelajaran inklusif berbasis ketahanan, serta sistem monitoring dan evaluasi pendidikan darurat.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Lalu ketiga, penguatan talenta keamanan siber ASN, baik di pusat maupun di daerah, dan terakhir, pendampingan intensif melalui Ekosistem Keamanan Siber Nasional.Dengan empat langkah strategis ini, keamanan siber tidak lagi bersifat reaktif, tetapi menjadi sistem pertahanan yang proaktif, terstandarisasi, dan terintegrasi untuk melindungi ruang digital Indonesia, jelasnya.Sementara itu, Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Nugroho Sulistyo Budi mengatakan, sinergi, kolaborasi, kerja sama, persatuan, kerukunan, adalah rumus keberhasilan suatu bangsa dalam mewujudkan transformasi nasional.Menurutnya, BSSN dan Kementerian PANRB terus berupaya meningkatkan sinergi dan kolaborasi di berbagai bidang, termasuk dalam pelaksanaan program percepatan transformasi digital yang aman.Baca juga: Rapat bersama DPR, Menteri PANRB Sampaikan Progres dan Proyeksi Program Kerja Kementerian PANRBTentu saja percepatan transformasi itu untuk mendukung Asta Cita dan Program Prioritas Presiden menuju Indonesia Emas 2045.Kami sangat mengapreasiasi Kementerian PANRB yang telah memberikan arahan dan dukungan sehingga terbuka ruang kolaborasi yang kuat antar kedua institusi, kata Sulistyo.Kolaborasi itu, kata dia, diwujudkan dengan menempatkan keamanan siber dan sandi sebagai enabler dan trust builder, serta mengintegrasikan keamanan siber dan sandi dalam kebijakan serta peta jalan penyelenggaraan transformasi digital.Hal tersebut, dilakukan untuk meningkatkan aksesibilitas dan kualitas layanan kepada masyarakat.

| 2026-02-02 21:23