Soal Utang Whoosh Ditanggung Pemerintah, Airlangga Bakal Bahas dengan Kementerian Lain dan Danantara

2026-02-03 14:50:53
Soal Utang Whoosh Ditanggung Pemerintah, Airlangga Bakal Bahas dengan Kementerian Lain dan Danantara
JAKARTA, - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto merespons pernyataan Presiden Prabowo Subianto bahwa utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh akan ditanggung pemerintah. Airlangga bilang, untuk saat ini dirinya belum dapat memastikan rencana tersebut karena masih harus dibahas dengan kementerian terkait dan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara). "Kita sedang bahas nanti tentu akan bicarakan secara teknis antar kementerian dan juga dengan solusi dengan Danantara," ujarnya saat ditemui di kantornya, Jakarta, Rabu . Namun ketika ditanya lebih lanjut apakah anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) akan digunakan untuk membayar utang Whoosh, Airlangga enggan menjawab. Baca juga: Saat Prabowo Pasang Badan soal Utang Whoosh Sebelumnya, Presiden Prabowo menegaskan, pemerintah akan bertanggung jawab membayar utang Whoosh sehingga dia meminta masyarakat untuk tidak mengkhawatirkan soal beban utang itu. Hal ini dia putuskan setelah mempelajari utang Whoosh. Menurutnya, pembayaran cicilan utang proyek Kereta Cepat Whoosh sebesar Rp 1,2 triliun tiap tahunnya tidak menjadi masalah karena Indonesia memiliki uang yang cukup untuk membayarnya. "Enggak usah khawatir, apa itu ribut-ribut Whoosh? Saya sudah pelajari masalahnya, tidak ada masalah. Saya tanggung jawab nanti Whoosh itu semuanya," ujarnya saat meresmikan Stasiun Tanah Abang Baru, Jakarta, Selasa . Baca juga: Rencana Whoosh Tembus hingga Banyuwangi, Khofifah: Jatim Sangat Siap Bahkan selain dari uang negara, Prabowo juga berencana menggunakan uang hasil pengembalian dari para koruptor untuk membayar utang Whoosh. "Duit yang tadinya dikorupsi saya hemat, enggak saya kasih kesempatan. Jadi saudara saya minta bantu saya semua ya, jangan kasih kesempatan koruptor-koruptor itu merajalela, uang nanti banyak untuk kita, untuk rakyat semua," ungkapnya.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Namun, mengingat harga merupakan aspek yang sensitif bagi beberapa pasar berkembang, seperti Indonesia maupun India, vendor ponsel kabarnya bakal menggunakan strategi lain, selain kenaikan harga.Menurut bocoran yang dibagikan di blog Naver Korea Selatan, vendor ponsel kemungkinan memangkas RAM HP. Karena itu, beberapa ponsel dengan RAM 16 GB kemungkinan menjadi produk yang cukup langka.Sebaliknya, ponsel dengan RAM 4 GB justru akan lebih mendominasi ketimbang saat ini. Bocoran itu juga menyebutkan bahwa ponsel dengan RAM 12 GB bisa dipangkas hingga 40 persen, hingga menjadi 6 GB atau 8 GB. Sementara model yang biasanya dibekali RAM 8 GB, dipotong hingga 50 persen menjadi 4 GB atau 6 GB.Sayangnya, walaupun konfigurasi RAM beberapa ponsel tahun depan dipangkas, harganya tetap lebih mahal dibanding model sebelumnya, dilansir Gizmochina.Adapun kenaikan harga HP terjadi sebagian besar karena meningkatnya pemintaan memori di berbagai industri termasuk untuk data center kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), hingga menimbulkan kelangkaan pasokan.Hal tersebut juga diamini oleh Xiaomi, hingga menyatakan bahwa harga produknya tahun depan meningkat.Baca juga: Ini Sebab Harga Memori RAM di Indonesia NaikXiaomi sudah mengumumkan rencana kenaikkan harga smartphone baru mulai tahun depan. Pengumuman ini disampaikan oleh Presiden Xiaomi, Lu Weibing dalam konferensi pers terkait laporan pendapatan perusahaan pada November 2025 lalu.Ia mengataka bahwa keputusan ini diambil karena semakin mahalnya harga chip memori, akibat melonjaknya permintaan untuk server kecerdasan buatan (AI).Tingginya permintaan chip memori untuk server juga membuat perusahaan seperti Samsung, memangkas produksi chip memori termasuk untuk ponsel, dan mengalihkannya ke memori bandwidth tinggi (high bandwidth memory).Xiaomi Redmi Note 15 Pro 5G.

| 2026-02-03 14:11