Mobil Hybrid vs Konvensional: Apakah Perawatan Transmisinya Sama?

2026-01-12 04:29:56
Mobil Hybrid vs Konvensional: Apakah Perawatan Transmisinya Sama?
JAKARTA, - Saat ini mobil hybrid semakin populer dan banyak terlihat di jalan Ibukota. Pasalnya mobil ini memiliki sejumlah kelebihan, salah satunya lebih ramah lingkungan tanpa membuat pemilik harus merasakan range anxiety seperti mobil listrik.Dibekali dua sistem penggerak sekaligus, yakni bensin dan hybrid membuat sebagian pemilik mulai bertanya-tanya, apakah perawatannya akan lebih rumit dibanding mobil dengan mesin konvensional?Apri, pemilik bengkel spesialis matik, Apri Auto di Duren Sawit, Jakarta Utara, mengatakan bahwa dari sisi perawatan transmisi, mobil hybrid tidak memerlukan perlakuan khusus dibanding mobil matik konvensional.Baca juga: Redenominasi Rupiah Tuntas 2027: Perkiraan Harga Mobil di Era Uang Baru“Waktu itu pernah menangani mobil Honda CR-Z sama Toyota Camry hybrid. Tetapi memang perawatan saja, servis rutin, ganti oli, tune-up, bukan bermasalah,” kata Apri, kepada Kompas.com, Sabtu .Menurutnya, prinsip pemeliharaan transmisi tetap bergantung pada pola pemakaian kendaraan. Salah satunya pergantian oli transmisi yang idealnya dilakukan lebih cepat pada mobil yang sering terjebak macet seperti di Jakarta.Kompas.com/Aris Interior Toyota New Camry Hybrid HEV“Bagusnya 20.000 km ganti olinya, karena kan Jakarta macet, kecuali kalau dari baru bisa 40.000 km atau 60.000 km. Hybrid dan konvensional sama saja, semua mobil,” kata dia.Apri menegaskan bahwa perbedaan bukan terletak pada apakah mobil tersebut hybrid atau tidak, melainkan jenis transmisinya. Setiap tipe memiliki karakter kerja yang berbeda.“Perawatan dari sisi transmisi sama saja, tidak ada perbedaan dengan konvensional. Yang membedakan itu kalau dia CVT, DCT, atau konvensional,” kata Apri.Baca juga: Begini Cara Cek Pajak Kendaraan secara OnlineDari segi biaya, servis rutin juga tidak membuat pemilik mobil hybrid harus merogoh kocek ekstra.“Perawatan dari sisi biaya juga enggak ada perbedaan, kurang lebih Rp 1,5 juta,” kata Apri.Namun, beda persoalan apabila transmisi mengalami kerusakan. Karena struktur transmisinya cukup kompleks, biaya reparasi bisa melambung tinggi, terutama apabila dilakukan di bengkel resmi.kompas.com/nanda Transmisi matik“Kalau rusak baru mahal, tergantung dari jenis transmisinya, karena kan ada CVT, konvensional, ada yang 4 speed, 5 speed,” kata Apri.“Kalau di bengkel resmi bisa di atas Rp 50 juta, kalau di kita bisa ganti yang rusaknya aja, harganya jauh lebih murah, kisaran ya Rp 15 juta,” lanjutnya.Artinya, pemilik mobil hybrid tidak perlu khawatir berlebihan soal perawatan transmisi.Selama disiplin mengganti oli sesuai interval dan tidak memaksakan mobil bekerja dalam kondisi berat, biaya dan proses servisnya tidak jauh berbeda dengan mobil matik konvensional.


(prf/ega)

Berita Lainnya