BP BUMN: Pembangunan Huntara di Aceh Tamiang Rampung Besok

2026-02-02 06:03:51
BP BUMN: Pembangunan Huntara di Aceh Tamiang Rampung Besok
JAKARTA, - Wakil Kepala Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) Aminuddin Ma'ruf mengatakan pembangunan hunian sementara (huntara) di Aceh Tamiang akan rampung besok, Rabu . Pembangunan huntara dikerjakan oleh BUMN sebagai bagian dari upaya pemulihan pasca bencana banjir dan longsor yang terjadi akhir November 2025 lalu. Aminuddin menuturkan, total ada 15.000 huntara yang dibangun BUMN Karya secara bertahap di daerah terdampak bencana, yakni Sumatera Utara (Sumut), Sumatera Barat (Sumbar), dan Aceh. Baca juga: Hutama Karya Kebut Pembangunan 196 Huntara di Aceh TamiangDok. PT Hutama Karya (Persero) Sebanyak tujuh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Karya akan membangun 600 hunian sementara (huntara) di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh."Kami targetkan ada 15.000 huntara, yang akan kita bangun dalam 3 bulan ke depan," ujarnya dalam rapat koordinasi dengan Satuan Tugas Pemulihan Pascabencana Dewan Perwakilan Rakyat, yang ditayangkan dalam YouTube DPR RI, Selasa . Secara khusus, kata Aminuddin, pembangunan huntara di Aceh Tamiang bakal rampung besok. Pembangunannya melibatkan oleh tujuh BUMN Karya yang dipimpin oleh PT Hutama Karya (Persero). Sementara itu, sistem kelistrikan dari huntara akan dikerjakan oleh PT PLN (Persero), serta jaringan komunikasi akan dikerjakan oleh PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk melalui anak usahanya, PT Telkomsel. "Itu di Aceh Tamiang, insyaallah besok itu akan selesai, yang di-support oleh tujuh BUMN Karya, yang dilead oleh Hutama Karya," jelas Aminuddin.Baca juga: Pascabanjir Sumatera, Brantas Abipraya Targetkan 500 Hunian Sementara Rampung Tahun Ini "Dan di-support sistem kelistrikannya oleh teman-teman PLN, alhamdulillah sudah siap. Dan jaringan Telkom oleh Telkomsel," imbuhnya. WEGE Teknologi Modular digunakan WIKA-WEGE untuk membangun 600 hunian sementara (huntara) di Aceh Tamiang.Ia pun memastikan, jaringan telekomunikasi dari Telkomsel dan pasokan listrik dari PLN akan disediakan secara gratis selama huntara tersebut ditempati masyarakat terdampak. "Selama ada huntara di situ, baik jaringan listrik maupun jaringan Telkom digratiskan oleh teman-teman PLN dan oleh Telkomsel," kata Aminuddin. Sebelumnya, Executive Vice President Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Mardiansyah mengatakan, bahwa perusahaan terus mempercepat pembangunan huntara di Aceh Tamiang. Ada 196 unit huntara yang sedang dibangun di wilayah tersebut.Baca juga: BPI Danantara dan BP BUMN Siapkan 15.000 Hunian Sementara bagi Korban Banjir di Sumatera Percepatan dilakukan melalui pola kerja 24 jam dengan sistem shifting dan pengawasan mutu yang diperketat agar hunian segera layak ditempati warga terdampak. "Kami memastikan koordinasi lapangan berjalan lancar agar hunian berkualitas, segera siap digunakan warga,” ujarnya dalam siaran pers, Selasa . Pekerjaan huntara di Aceh Tamiang dikerjakan melalui kolaborasi tujuh BUMN Karya. Hutama Karya pun mengerahkan sumber daya secara optimal agar 196 hunian bisa difungsionalkan mulai Kamis . Fokus pekerjaan meliputi fondasi, rangka atap, rangka dinding, lantai panggung, serta pemasangan pintu dan jendela.Baca juga: APLSI Salurkan Listrik Tenaga Surya dan Internet untuk Korban Bencana di Sumatera


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Bersamaan dengan hal tersebut, pemateri sekaligus psikolog, Muslimah Hanif mengatakan, hasil dari rapid asesmen yang dilakukan menunjukkan lebih dari 50 persen peserta menunjukkan emosi cenderung sedih.Ada sebagian dari mereka menunjukkan hasil emosi senang karena dapat bermain dan berjumla dengan teman-temannya.Hasil lain juga didapat dari wawancara informal dengan kepala sekolah dan guru. Sebagian besar dari mereka masih merasa cemas dan memerlukan bantuan untuk mengurangi rasa khawatir terkait dengan kondisi cuaca yang masih tidak menentu serta dampak dari bencana yang terjadi, ujar Muslimah.Selanjutnya, Kemendikdasmen juga akan melakukan pendampingan psikososial di beberapa titik lokasi bencana. Dengan harapan, warga satuan pendidikan terdampak bencana tetap semangat dan terbangun rasa senang dalam proses pembelajaran.DOK. KEMENDIKDASMEN Mendikdasmen Abdul Mu?ti saat mengajak siswa menyanyi bersama di tenda darurat Dusun Suka Ramai, Kabupaten Langkat, Sumatra Utara .Pemulihan psikologis murid menjadi langkah penting sebelum proses belajar-mengajar dimulai kembali. Tanpa penanganan tepat, trauma ini dapat berkembang menjadi gangguan jiwa serius di kemudian hari dan menghambat potensi anak-anak dalam jangka panjang.Anak-anak dan remaja adalah kelompok sangat rentan terhadap trauma pascabencana. Mengalami banjir, kehilangan rumah, harta benda, atau bahkan orang yang dicintai dapat memicu gangguan kesehatan mental.Baca juga: Kementrans Monitoring Kawasan Transmigrasi Terdampak Banjir SumateraPenting juga untuk diingat bahwa guru juga menjadi korban dan mengalami trauma. Guru yang lelah secara emosional atau mengalami trauma sendiri tidak akan siap untuk mengajar secara efektif, yang pada akhirnya memengaruhi siswa.Dukungan tepat dan berkelanjutan sangat penting agar anak-anak dapat memproses trauma yang mereka alami, bangkit kembali, dan melanjutkan tugas perkembangan mereka dengan baik.

| 2026-02-02 05:18