Imigrasi Deportasi WN Swedia Terduga Pelaku Kejahatan Serius

2026-01-16 14:42:52
Imigrasi Deportasi WN Swedia Terduga Pelaku Kejahatan Serius
Jakarta - Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan mendeportasi seorang warga negara asing asal Swedia berinisial GR (34) yang merupakan terduga pelaku kejahatan kekerasan serius di negaranya.Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Imigrasi Yuldi Yusman, mengatakan Ditjen Imigrasi menindak GR setelah menerima permintaan resmi dari otoritas kepolisian Swedia."GR dicurigai terlibat dalam kejahatan kekerasan serius di Swedia selama setahun terakhir dan terlacak berada di Indonesia sejak Agustus 2025, meskipun belum masuk red notice Interpol,” ucap Yuldi seperti dilansir Antara, Selasa .AdvertisementDia menjelaskan GR pertama kali tercatat masuk ke Indonesia pada 7 Agustus 2025 dengan menggunakan visa kunjungan saat kedatangan. Pada 5 November 2025, otoritas kepolisian Swedia, melalui surat resmi kepada Ditjen Imigrasi RI, meminta bantuan untuk memulangkan GR.Menindaklanjuti permintaan tersebut, Direktorat Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian segera berkoordinasi dengan Kantor Imigrasi Jakarta Selatan untuk melakukan pelacakan.Berdasarkan pengecekan sistem oleh petugas, ditemukan bahwa GR telah melewati masa izin tinggal (overstay) selama lebih dari 60 hari. Oleh karena itu, Imigrasi memasukkan GR ke daftar subjek yang dicegah keluar dari wilayah Indonesia.Upaya itu membuahkan hasil. Pada Selasa pukul 11.00 WIB, GR terdeteksi dan diamankan petugas Imigrasi di Bandara Internasional Soekarno-Hatta saat hendak bepergian. Ia kemudian dibawa ke kantor Ditjen Imigrasi. 


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Kebijakan ini tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 12 Tahun 2025 yang mengatur Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) yang ditanggung pemerintah untuk kendaraan listrik tertentu.Namun, penghentian insentif diprediksi membuat penjualan BEV pada tahun depan melambat.“Tentu itu akan merubah penjualan mobil listrik, apalagi saat ini kondisi ekonomi kita masih menantang. Penggerak roda industri otomotif kan pada middle income class,” ujar Yannes saat ditemui belum lama ini.Meski begitu, Yannes menekankan bahwa pasar kendaraan elektrifikasi secara keseluruhan belum tentu melemah.“Total segmentasi BEV kemungkinan akan melambat, tetapi pertumbuhan kelak akan digerakkan BEV rakitan lokal ya,” lanjutnya.Meski begitu, Yannes menilai pasar kendaraan elektrifikasi secara keseluruhan belum tentu melemah. Segmen hybrid electric vehicle (HEV) diperkirakan akan tumbuh, karena menawarkan kombinasi efisiensi bahan bakar tanpa kekhawatiran jarak tempuh.“Segmentasi HEV akan sangat subur, karena konsumen rasional akan memilih HEV sebagai safe haven. Efisiensi BBM ada, range anxiety nol,” ujar Yannes.Ia menambahkan, untuk menjaga momentum pertumbuhan kendaraan listrik, peran kelas menengah menjadi kunci.“PR kita pertama adalah menaikkan middle income class kita. Ekonomi tolong buktikan bisa tembus 5,4 persen tahun ini dan 6 persen di tahun depan,” kata Yannes.Baca juga: Mobil Listrik Indonesia: BYD Dominasi, Jaecoo dan Wuling Bersaing/Adityo Wisnu Mobil hybrid Rp 300 jutaan“Dan janji di 2029 tercapai, yaitu 8 persen. Itu baru kita bisa belanja dengan enak lagi,” tutupnya.Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil berbasis baterai sepanjang 2025 mencatat pertumbuhan signifikan.Dari Januari hingga November 2025, wholesales BEV telah mencapai 82.525 unit, naik 113 persen dibanding periode sama tahun lalu.Segmen PHEV juga mencatat lonjakan luar biasa, meningkat 3.217 persen menjadi 4.312 unit, sementara mobil hybrid mengalami pertumbuhan 6 persen, dari 53.986 unit pada periode sama tahun lalu menjadi 57.311 unit.

| 2026-01-16 13:17