Guru TK dan Paud di Sragen yang Sedang Tempuh Pendidikan S1 Dapat Bantuan Rp 900.000, Apa Syaratnya?

2026-01-11 22:38:41
Guru TK dan Paud di Sragen yang Sedang Tempuh Pendidikan S1 Dapat Bantuan Rp 900.000, Apa Syaratnya?
SRAGEN, - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen, Jawa Tengah, mengalokasikan anggaran sebesar Rp 90 juta untuk mendukung guru Taman Kanak-Kanak (TK) dan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang sedang menempuh pendidikan S1.Bantuan ini direncanakan akan diberikan kepada 100 guru pada tahun 2026.Sekretaris Dinas Pendidikan (Sekdisdik) Sragen, Sukisno, menjelaskan bahwa program bantuan ini telah ada sejak tahun 2025 sebagai upaya pemerintah untuk memberikan dukungan kepada guru TK dan PAUD yang tidak berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN).Baca juga: Cerita Guru PAUD di Gunungkidul Bersyukur Digaji Rp 300 Ribu: Dulu Malah Nombok Fotokopi"Masih cukup banyak guru TK dan PAUD yang hanya lulusan SMA/SMK. Karena memang faktanya di lapangan mereka bukan PNS. Hanya mau berjuang dan membantu," ungkapnya saat dihubungi Kompas.com, Senin .Menurut data yang dimiliki Dinas Pendidikan Sragen, terdapat 2.387 guru TK dan PAUD, dengan 1.768 di antaranya masih berstatus lulusan SMA."TK negeri di Sragen itu cuma 4. Kalau yang negeri insya Allah sudah semuanya S1. PNS atau bukan, syaratnya untuk masuk negeri harus S1. Tetapi kalau swasta, siapa saja yang mau membantu," beber Sukisno.Syarat untuk mendapatkan bantuan tersebut mencakup terdaftar di Data Pokok Pendidikan (Dapodik) Kemendikdasmen, belum melaksanakan Program Pendidikan Profesi Guru (PPG), dan belum terdaftar untuk mendapatkan insentif."Kalau usia maksimal, itu mengikuti batas usia pensiun. Pendaftaran terbuka, nanti sekolah melalui koordinator wilayah (korwil) akan mengajukan. Nanti ada petugas yang memverifikasi. Kalau tidak memenuhi syarat, ya dicoret," jelasnya.Baca juga: Gaji Guru PAUD di Purworejo Belum Dibayar 3 Bulan, Imbas Dana Desa Tak Bisa DicairkanBupati Sragen, Sigit Pamungkas, menambahkan bahwa pada tahun 2026, pihaknya menyediakan bantuan untuk 100 guru TK dan PAUD yang sedang menempuh pendidikan S1.Sigit menekankan bahwa program ini merupakan bentuk afirmasi pemerintah kepada kelompok strategis yang kurang mendapatkan perhatian."Saya memang melakukan afirmasi kepada kelompok strategis dan tidak beruntung. Termasuk para guru TK dan PAUD yang merupakan kelompok strategis karena bertugas mencerdaskan kehidupan bangsa," tutupnya.


(prf/ega)

Berita Lainnya