Mobil Baru Chery Tertangkap Kamera, Diduga Chery E5 atau C5

2026-01-15 07:52:58
Mobil Baru Chery Tertangkap Kamera, Diduga Chery E5 atau C5
JAKARTA, - Redaksi Kompas.com menemukan mobil baru yang masih ditutup stiker kamuflase di daerah Bekasi, tepatnya dekat exit tol Bekasi Barat, Selasa sekitar pukul 13.00 WIB.Kalau diperhatikan, meski tertutup stiker kamuflase, siluet mobilnya tampak familiar. Bagian pilar C dan buritan seperti Chery model C5 atau E5.Melihat pemakaian pelat nomor putih dengan garis biru di bawah, kemungkinan mobil baru ini ditenagai motor listrik berbasis baterai. Baca juga: Jelang Akhir 2025, Chery Resmikan Diler Pertama di Palu/ADITYA Mobil baru diduga kuat Chery model C5 atau E5Kompas.com coba konfirmasi ke Rifkie Chery, Head of Brand Department PT Chery Sales Indonesia mengenai mobil baru tersebut. Cuma sampai berita ini tayang, belum ada jawaban dari Rifkie.Membahas Chery C5 dan E5, kini kedua model sudah tidak menggunakan nama Omoda. Sisa Omoda 5 GT saja yang di laman resmi Chery masih ada Omoda-nya.Baca juga: Strategi Cerdas Isi Daya Mobil Listrik di SPKLUilhamkarim/kompas.com Chery C5 CSH.Mungkin akan ada pembaruan untuk model E5, atau bisa jadi menjadi mobil samaran untuk C5 versi Chery Smart Hybrid (CSH).Mengingat Rifkie sebelumnya mengatakan kalau akan memperkenalkan C5 versi hybrid atau CSH untuk pasar Indonesia. Sempat diisukan meluncur saat GJAW 2025, tapi tidak jadi dan memperkenalkan Chery X Concept.


(prf/ega)

Berita Lainnya

Berita Terpopuler

#2

Kebijakan ini tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 12 Tahun 2025 yang mengatur Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) yang ditanggung pemerintah untuk kendaraan listrik tertentu.Namun, penghentian insentif diprediksi membuat penjualan BEV pada tahun depan melambat.“Tentu itu akan merubah penjualan mobil listrik, apalagi saat ini kondisi ekonomi kita masih menantang. Penggerak roda industri otomotif kan pada middle income class,” ujar Yannes saat ditemui belum lama ini.Meski begitu, Yannes menekankan bahwa pasar kendaraan elektrifikasi secara keseluruhan belum tentu melemah.“Total segmentasi BEV kemungkinan akan melambat, tetapi pertumbuhan kelak akan digerakkan BEV rakitan lokal ya,” lanjutnya.Meski begitu, Yannes menilai pasar kendaraan elektrifikasi secara keseluruhan belum tentu melemah. Segmen hybrid electric vehicle (HEV) diperkirakan akan tumbuh, karena menawarkan kombinasi efisiensi bahan bakar tanpa kekhawatiran jarak tempuh.“Segmentasi HEV akan sangat subur, karena konsumen rasional akan memilih HEV sebagai safe haven. Efisiensi BBM ada, range anxiety nol,” ujar Yannes.Ia menambahkan, untuk menjaga momentum pertumbuhan kendaraan listrik, peran kelas menengah menjadi kunci.“PR kita pertama adalah menaikkan middle income class kita. Ekonomi tolong buktikan bisa tembus 5,4 persen tahun ini dan 6 persen di tahun depan,” kata Yannes.Baca juga: Mobil Listrik Indonesia: BYD Dominasi, Jaecoo dan Wuling Bersaing/Adityo Wisnu Mobil hybrid Rp 300 jutaan“Dan janji di 2029 tercapai, yaitu 8 persen. Itu baru kita bisa belanja dengan enak lagi,” tutupnya.Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil berbasis baterai sepanjang 2025 mencatat pertumbuhan signifikan.Dari Januari hingga November 2025, wholesales BEV telah mencapai 82.525 unit, naik 113 persen dibanding periode sama tahun lalu.Segmen PHEV juga mencatat lonjakan luar biasa, meningkat 3.217 persen menjadi 4.312 unit, sementara mobil hybrid mengalami pertumbuhan 6 persen, dari 53.986 unit pada periode sama tahun lalu menjadi 57.311 unit.

| 2026-01-15 07:24