Koster Bantah Isu Bali Sepi, Kunjungan Turis Tembus 6,8 Juta Jelang Akhir 2025

2026-01-11 22:00:59
Koster Bantah Isu Bali Sepi, Kunjungan Turis Tembus 6,8 Juta Jelang Akhir 2025
- Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan bahwa narasi negatif mengenai sepinya pariwisata Bali yang beredar di media sosial tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.Ia menyebutkan, data kedatangan wisatawan hingga akhir tahun justru menunjukkan tren yang sangat positif.“Kunjungan turis meningkat, berarti informasi turis sepi yang beredar di media sosial itu hoaks,” ujar Koster dilansir dari Antara Rabu .Narasi di media sosial sempat menggambarkan suasana pariwisata Bali yang disebut sepi menjelang momen libur Natal dan Tahun Baru. Namun, menurut Koster, fakta lapangan menunjukkan hal sebaliknya.Per 22 Desember 2025, jumlah wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Bali telah mencapai 6,8 juta orang. Angka ini sudah melampaui total realisasi 2024 yang berada di angka 6,3 juta wisatawan.Baca juga: Bali Ramai Dibahas Warganet karena Sepi Wisatawan, Apa Penyebabnya?Kenaikan tersebut meneruskan tren positif pada 2024 yang naik 20,1 persen dibandingkan 2023 (5,27 juta wisatawan).Memasuki masa puncak liburan akhir tahun, yaitu sejak 19 hingga 22 Desember 2025, tercatat rata-rata 20.000 turis asing tiba setiap hari di Pulau Dewata.Dengan tren tersebut, Koster optimistis jumlah wisatawan mancanegara yang datang ke Bali pada 2025 akan menembus 7 juta orang.“Dari 6,3 juta ke 7 juta itu naik, bukan turun,” tegasnya.Selain turis asing, wisatawan domestik juga menunjukkan peningkatan signifikan. PHRI Kabupaten Badung memperkirakan total turis domestik sepanjang 2025 akan mencapai 10,5 juta, naik dari estimasi awal 9 juta kunjungan.Wakil Ketua PHRI Badung, Komang Alit Ardana, bahkan menduga isu “Bali sepi” sengaja digerakkan kompetitor di kawasan Asia Tenggara.Baca juga: Bali Sepi Wisatawan Jelang Libur Akhir Tahun? Ini Kata Asosiasi Wisata“Tidak fair kalau Bali disandingkan dengan Malaysia, Singapura, Thailand. Bali tetap destinasi terbaik dan masih sangat layak dikunjungi,” ujarnya.Data dari pengelola Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai juga memperkuat bahwa arus wisatawan meningkat selama periode angkutan Natal dan Tahun Baru 2025.Yohanes Valdi Seriang Ginta Ilustrasi Bandara Internasional Ngurah Rai Bali. Pengalola bandara Bali sebut penerbangan Bali-Timur Tengah masih normal di tengah perang Iran-Israel.


(prf/ega)