Fenomena Bulan Baru Picu Potensi Banjir Rob di Pesisir NTT

2026-01-12 03:44:43
Fenomena Bulan Baru Picu Potensi Banjir Rob di Pesisir NTT
KUPANG, – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Maritim Tenau Kupang mengeluarkan peringatan dini potensi banjir pesisir atau banjir rob di sejumlah wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) dalam tiga hari ke depan.Prakirawan Stasiun Meteorologi Maritim Tenau Kupang, Nur Ida Hasana, mengatakan banjir rob diperkirakan terjadi pada periode 23 hingga 26 Desember 2025.“Untuk banjir pesisir di wilayah NTT diprediksi berlangsung pada 23–26 Desember 2025,” ujar Nur kepada Kompas.com, Senin malam.Menurut Nur, sejumlah wilayah pesisir yang berpotensi terdampak banjir rob meliputi pesisir Pulau Flores, Pulau Alor, pesisir selatan Pulau Sumba, Pulau Sabu, Pulau Raijua, serta wilayah pesisir Pulau Timor dan Pulau Rote.Baca juga: BMKG Ingatkan Potensi Banjir Rob di Pesisir Surabaya pada 18-23 Desember, Ini DaerahnyaIa menjelaskan, potensi banjir rob tersebut dipicu oleh fenomena bulan baru yang terjadi pada 20 Desember 2025.Fenomena ini berpengaruh terhadap peningkatan ketinggian muka air laut maksimum.“Berdasarkan hasil pantauan prediksi pasang surut air laut, kecepatan angin, serta tinggi gelombang, kondisi tersebut berpotensi memengaruhi dinamika pesisir di wilayah NTT dan memicu terjadinya banjir rob,” jelasnya.BMKG mengimbau masyarakat yang bermukim di wilayah pesisir agar meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan selama periode potensi banjir rob berlangsung.Baca juga: Fenomena New Moon, Pesisir Sampang Jatim Berpotensi Terjadi Banjir Rob, Warga Diimbau WaspadaPasalnya, kondisi ini dapat berdampak pada berbagai aktivitas masyarakat.Ia menjelaskan bahwa banjir rob bisa mengganggu aktivitas di sekitat pelabuhan dan kawasan pesisir. Seperti kegiatan bongkar hingga tambak garam dan perikanan.“Banjir rob berpotensi mengganggu aktivitas di sekitar pelabuhan dan kawasan pesisir, seperti kegiatan bongkar muat, aktivitas permukiman pesisir, serta kegiatan tambak garam dan perikanan darat,” kata Nur.Ia juga mengingatkan masyarakat untuk terus memantau perkembangan informasi cuaca maritim yang dikeluarkan BMKG guna mengantisipasi risiko yang dapat ditimbulkan oleh pasang maksimum air laut.Baca juga: BMKG Peringatkan Banjir Rob Pantura Semarang-Demak Jumat Malam ini, Catat Waktunya“Masyarakat kami imbau agar selalu waspada dan siaga, serta rutin memperhatikan pembaruan informasi cuaca maritim dari BMKG,” katanya.


(prf/ega)