Gerindra Tapsel Bantu Bersihkan SD yang Tertimbun, Siapkan Hunian Sementara

2026-02-02 20:09:52
Gerindra Tapsel Bantu Bersihkan SD yang Tertimbun, Siapkan Hunian Sementara
Upaya pemulihan pascabencana di Desa Huta Godang, Kecamatan Batang Toru, Tapanuli Selatan terus dikebut. Setelah membantu evakuasi rumah Kepala Desa yang tertimbun material longsor, jajaran Partai Gerindra kini mengalihkan fokus ke pembersihan SD Negeri Huta Godang yang juga terdampak parah.Anggota DPR RI Fraksi Partai Gerindra, Sabam Rajagukguk, bersama Wakil Ketua DPRD Tapanuli Selatan Abdul Basith Dalimunthe serta jajaran DPC Gerindra Tapanuli Selatan, sejak awal bencana turun langsung memimpin kerja gotong royong. Mereka membawa logistik, tenaga relawan, hingga armada alat berat untuk mempercepat pembersihan area.Sabam menegaskan bahwa penanganan mendesak tak hanya soal menyingkirkan material longsor, tetapi juga menjaga kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi."Rumah Kepala Desa yang tertimbun sudah kita bantu bersihkan. Sekarang rumah itu kita ubah menjadi Posko Kesehatan dan Dapur Umum supaya pelayanan untuk warga bisa berjalan 24 jam," ujar Saban, dalam keterangan tertulis, Minggu (7/12/2025).Setelah posko kesehatan dan dapur umum berfungsi, tim bergerak membersihkan SD Negeri Huta Godang. Bangunan sekolah itu terdampak cukup parah dan kini diprioritaskan untuk dijadikan tempat tinggal sementara bagi warga terdampak."Sekarang kita sedang bantu bersihkan gedung sekolah. Nantinya bangunan ini dipakai sebagai hunian sementara agar pengungsi tidak berpencar dan tetap dekat dengan layanan dasar," lanjut Sabam.Untuk mempercepat proses di lapangan, Gerindra Tapsel mengerahkan tiga unit excavator dan empat unit dump truck. Alat berat itu difungsikan untuk mengangkut material longsor, membuka akses jalan, dan menormalisasi area sekitar pemukiman.Selain itu, distribusi logistik bagi warga juga terus dilakukan. Bantuan mencakup sembako, bahan makanan siap masak, pakaian, pakaian dalam, hingga kebutuhan dasar lainnya. Posko logistik ditempatkan dekat dapur umum agar memudahkan pengaturan suplai bagi pengungsi.Wakil Ketua DPRD Tapsel Abdul Basith Dalimunthe menyebut kondisi di lapangan masih membutuhkan dukungan besar, namun pihaknya memastikan tetap siaga."Evakuasi, pembersihan, dapur umum, dan pendataan kebutuhan warga terus kita jalankan. Kita pastikan masyarakat tidak sendirian," tegasnya.Kerja kolaboratif tersebut membuat akses warga mulai terbuka kembali. Mereka yang sebelumnya terisolasi akibat tertutup material kini bisa tersambung dengan pusat bantuan.Dengan dukungan logistik, posko kesehatan, dapur umum, dan pengerahan alat berat, proses pemulihan di Huta Godang diharapkan dapat berjalan lebih cepat-terutama sebelum cuaca kembali memburuk. Aparat dan relawan memastikan pelayanan bagi warga tetap berlanjut hingga situasi stabil dan hunian sementara siap ditempati.Lihat Video 'Korban Bencana Sumatera: 916 Meninggal, 274 Hilang':[Gambas:Video 20detik]


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Balai Gakkumhut Wilayah Jabalnusra telah melakukan penelusuran lapangan pada Minggu, 25 Oktober 2025. Titik yang diduga tambang ilegal berada di Desa Prabu, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, sekitar 11 km (±30 menit) dari Sirkuit Mandalika. Verifikasi awal menunjukkan tambang rakyat di APL ±4 hektare yang berbatasan dengan Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Prabu.Ekspansi sawit memperlihatkan bentuk lain dari keyakinan berlebihan manusia. Sawit dijanjikan sebagai motor ekonomi baru tetapi kita jarang bertanya mengapa keberhasilan ekonomi harus selalu diukur dengan skala penguasaan lahan.Dengan mengganti keanekaragaman hutan menjadi monokultur sawit manusia sedang menghapus ingatan ekologis bumi. Kita menciptakan ruang yang tampak hijau tetapi sebenarnya mati secara biologis. Daun daun sawit yang tampak subur menutupi kenyataan bahwa di bawahnya berkurang kehidupan tanah yang dulu kaya mikroorganisme.Kita menggantikan keindahan struktur alam dengan pola bisnis yang mengabaikan kerumitan ekologis. Sebuah bentuk kesombongan manusia yang percaya bahwa alam akan selalu menyesuaikan diri tanpa batas.Tambang adalah babak lain dari cerita yang sama tetapi dengan luka yang lebih dalam. Kawasan tambang yang menganga seperti tubuh bumi yang dipaksa menyerahkan organ vitalnya bukan karena kebutuhan manusia tetapi karena ketamakan ekonomi. Kita menukar keindahan hutan tropis dengan bongkahan mineral yang akan habis dalam beberapa tahun.Kita merusak sungai yang mensuplai kehidupan masyarakat setempat demi bahan baku industri global. Namun politik pembangunan sering memandang aktivitas tambang sebagai harga yang wajar untuk kemajuan nasional. Dalam kenyataan sesungguhnya tambang meninggalkan ruang kosong yang tidak bisa sepenuhnya pulih bahkan setelah beberapa generasi.Baca juga: Mengapa Perkebunan Sawit Merusak Lingkungan?Inilah ironi dari proyek kemajuan yang terlalu yakin pada dirinya sendiri. Ia lupa bahwa bumi memiliki daya dukung yang terbatas dan bahwa setiap luka ekologis akan kembali menghantam manusia. Jika kita melihat seluruh fenomena ini dengan lensa filsafat sains maka krisis lingkungan Indonesia bukan semata masalah teknis tetapi masalah epistemologis.Kita salah memahami posisi kita dalam alam. Kita bertindak seolah lebih tahu daripada alam sendiri. Kita percaya bahwa teknologi mampu mengatasi semua masalah padahal teknologi hanya memberikan solusi pada sebagian kecil dari apa yang kita rusak.

| 2026-02-02 19:24