Direktur Perusahaan Ditahan Kejari Semarang, Diduga Manipulasi Kredit Rp 14 Miliar di Bank Jateng

2026-01-13 15:33:56
Direktur Perusahaan Ditahan Kejari Semarang, Diduga Manipulasi Kredit Rp 14 Miliar di Bank Jateng
SEMARANG, – Kejaksaan Negeri Kota Semarang menetapkan dan menahan seorang Direktur perusahaan swasta berinisial CWW terkait dugaan tindak pidana korupsi kredit proyek di Bank Jateng.Penahanan dilakukan pada Senin setelah CWW resmi ditetapkan sebagai tersangka.Kepala Kejaksaan Negeri Kota Semarang, Andhie Fajar Arianto, mengatakan CWW merupakan Direktur PT Daya Usaha Mandiri, perusahaan bergerak di bidang kelistrikan.Ia mengajukan kredit proyek di Bank Jateng pada 2018 yang kemudian cair pada 2019.Dalam prosesnya, penyidik menemukan manipulasi dokumen serta pencairan kredit yang tak sesuai ketentuan.“Modus operandi-nya adalah pemberian kredit fiktif, di mana pencairan tidak sesuai dengan apa yang diajukan. Ada manipulasi dalam proses pengajuan dan pencairan kredit,” tegas Andhie.Baca juga: Fakta Lengkap Sopir Bank Jateng Bawa Kabur Rp 10 Miliar, Beli Rumah hingga Rencana Jadi RentenirAkibat perbuatan tersebut, keuangan Bank Jateng disebut mengalami kerugian sekitar Rp 13 miliar dari total pencairan Rp 14 miliar.Hingga kini, penyidik telah memeriksa 46 saksi dan jumlahnya masih berpotensi bertambah sesuai perkembangan perkara.“Tim penyidik akan terus mengembangkan perkara ini. Kita lihat nanti apakah ada pihak dari Bank Jateng yang ikut terlibat,” jelasnya.CWW ditahan selama 20 hari di Lapas Kelas I Semarang untuk mempercepat penyidikan.Meski kredit hanya diajukan sekali dalam kasus ini, Kejari belum menutup kemungkinan adanya pengajuan lain yang bermasalah.“Kita masih mendalami apakah sebelumnya ada pengajuan kredit lain,” kata Andhie.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

YouTube menyediakan laman Family Center untuk membantu orangtua memantau penggunaan YouTube akun anak-anak mereka. Di laman itu, terdapat pilihan untuk menambahkan profil YouTube Kids dan akun YouTube anak remaja mereka, sebagai akun yang diawasi.Laman Family Center sering digunakan oleh orangtua dengan anak berusia di bawah 18 tahun. Di laman ini, ada pengingat Take a Break dan Bedtime yang sudah aktif secara otomatis untuk pengguna berusia di bawah 18 tahun.Pengingat Take a Break adalah notifikasi yang mengingatkan pengguna untuk beristirahat sejenak dari melihat layar HP, sedangkan Bedtime adalah notifikasi yang mengingatkan anak bahwa waktu tidur mereka akan tiba dan mereka harus bersiap-siap untuk beristirahat.Sebagai pelengkap dua hal tersebut, pada akhir tahun ini, YouTube berencana untuk memperluas fitur Shorts Daily Time Limit pada orangtua.Ayah dan ibu yang menggunakan akun yang memiliki akun yang akan diawasi, bisa secara proaktif menetapkan batas durasi menjelajah feed YouTube Shorts yang tidak bisa diabaikan.Ini merupakan tambahan dari hal lain yang sudah kami miliki yaitu pengingat 'Taking a Break' dan 'Bedtime', tutur Graham.Baca juga: Jangan Biasakan Anak Main HP Sebelum Tidur, Ini Dampaknya Dok. Freepik/Freepik Orangtua bisa gunakan fitur Shorts Daily Time Limit agar anak tidak lupa waktu menonton YouTube Shorts. Terkait fitur pembatasan durasi menjelajah feed YouTube Shorts, Graham mengatakan, hal ini bisa membantu anak memahami regulasi waktu penggunaan platform digital mereka.Jadi, ketika anak-anak scrolling Shorts, aplikasi akan 'menyundul' mereka (memberi notifikasi), yaitu intervensi kecil yang menurut pakar perkembangan anak penting dalam pengaturan diri anak-anak, tutur dia.Anak-anak tetap diizinkan untuk memegang kendali akan akun YouTube untuk mengakses feed YouTube Shorts, tapi mereka tidak akan lupa waktu seperti sebelumnya.Melalui fitur Shorts Daily Time Limit yang sudah diatur oleh orangtua, anak jadi paham bahwa mereka hanya boleh mengakses YouTube Shorts berapa lama, sehingga lambat laun sudah terbiasa dan dengan sendirinya bisa mengatur waktu mereka di YouTube.Baca juga: Jangan Biasakan Anak Makan Sambil Main HP, Ini Kata Psikolog

| 2026-01-13 14:24