JAKARTA, - Kesadaran memiliki dana darurat masih rendah, padahal tanpa cadangan ini kondisi keuangan seseorang mudah terguncang saat menghadapi krisis.Dana darurat berfungsi sebagai penyangga keuangan ketika muncul situasi tak terduga seperti kehilangan pekerjaan, biaya kesehatan mendadak, atau kebutuhan mendesak lain.Perencana keuangan umumnya menyarankan jumlah dana darurat antara tiga hingga enam kali pengeluaran bulanan untuk individu lajang.Untuk pasangan menikah tanpa anak, minimal enam kali lipat pengeluaran.Baca juga: Industri Baja Lesu, Kredit Usaha Dinilai Masih Dikuasai Kelompok BesarJika memiliki anak, idealnya sembilan kali, dan bila memiliki dua anak atau lebih, mencapai dua belas kali pengeluaran bulanan.Dana darurat sebaiknya disimpan di instrumen likuid, mudah diakses, dan tetap menghasilkan imbal hasil. Beberapa opsi yang umum digunakan:Robby Christy, perencana keuangan, menyebut kartu kredit bisa menjadi alternatif sementara saat dana darurat belum cair.“Salah satu yang bisa dipakai adalah kartu kredit sebagai backup dana darurat,” ujarnya kepada Kompas.com.Baca juga: Apakah Kartu Kredit Masih Relevan untuk Kebutuhan Finansial Anak Muda?Ia menjelaskan, kartu kredit berguna sebagai jembatan sementara karena pencairan dari instrumen seperti reksadana atau emas membutuhkan waktu.Kartu kredit juga unggul dibanding layanan paylater karena tidak memerlukan agunan, memiliki limit lebih besar, dan bunga lebih rendah.Namun Robby menekankan pentingnya sikap disiplin.“Kartu kredit hanya alat pembayaran, bukan sumber pembayaran baru,” tegasnya.
(prf/ega)
Kartu Kredit Jadi "Backup" Dana Darurat, Apakah Bisa?
2026-01-12 05:22:59
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 05:52
| 2026-01-12 04:35
| 2026-01-12 04:27










































