Laba Bersih DKHH Melonjak 234 Persen di Kuartal III-2025

2026-02-02 22:13:09
Laba Bersih DKHH Melonjak 234 Persen di Kuartal III-2025
JAKARTA, - PT Cipta Sarana Medika Tbk (DKHH) atau DKH Hospitals membukukan laba bersih sebesar Rp 6,82 miliar pada kuartal III-2025, naik 234 persen dibandingkan periode yang sama pada 2024, yakni Rp 2,04 miliar.Direktur Utama DKHH, Satria M. Wilis, mengatakan pertumbuhan laba bersih di kuartal III-2025 tidak lepas dari penerapan strategi efisiensi.Emiten yang mencatatkan saham perdananya (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 8 Mei 2025 ini juga mampu menurunkan sejumlah beban di tengah terjadinya penurunan pendapatan.Beban usaha perseroan menyusut dari Rp 24,81 miliar menjadi Rp 18,79 miliar akibat adanya penurunan beban penjualan dari Rp 4,49 miliar menjadi separuhnya, yakni Rp 2,13 miliar.Baca juga: Balikkan Rugi, Emiten Emas ARCI Cetak Laba Bersih 71 Juta Dollar ASBeban umum dan administrasi pun berhasil ditekan dari Rp 20,33 miliar menjadi Rp 16,65 miliar per akhir September 2025.“Kami bersyukur atas kepercayaan investor serta masyarakat terhadap perusahaan. Kami akan terus memperkuat posisi sebagai penyedia layanan kesehatan di wilayah underserved yang adaptif dan bertumbuh cepat, seperti yang tertuang dalam visi kami yaitu ‘Mewujudkan Indonesia Sehat’,” ujar Satria lewat keterangan pers, Rabu .Selain itu, beban keuangan perseroan juga berkurang dari Rp 8,60 miliar menjadi Rp 7,56 miliar.Penurunan beban-beban tersebut mengkompensasi pendapatan perseroan yang terkontraksi dari Rp 113,28 miliar menjadi Rp 110,91 miliar per September tahun ini.Tahun ini, perseroan menargetkan laba bersih ada di angka Rp 8,2 miliar dan pendapatan sebesar Rp 165 miliar.Manajemen DKHH optimistis target sepanjang 2025 bisa terlampaui.Bahkan, perseroan konsisten dalam menciptakan nilai jangka panjang bagi para pemegang saham dan masyarakat luas.


(prf/ega)

Berita Lainnya

Berita Terpopuler

#2

Sekretariat Satgas PASTI, Hudiyanto, mengatakan sejak IASC beroperasi pada 22 November 2024 hingga 11 November 2025, lembaga itu telah menerima 343.402 laporan penipuan. Laporan tersebut menunjuk 563.558 rekening yang terkait aktivitas penipuan, di mana 106.222 rekening telah diblokir.Dari keseluruhan laporan, total kerugian yang dilaporkan korban mencapai Rp 7,8 triliun, sementara upaya pemblokiran dana berhasil menahan Rp 386,5 miliar.“Sejak awal beroperasi di tanggal 22 November 2024 sampai dengan 11 November 2025, IASC telah menerima 343.402 laporan penipuan. Total rekening terkait penipuan yang dilaporkan ke IASC sebanyak 563.558 rekening dengan 106.222 rekening telah dilakukan pemblokiran,” ujar Hudiyanto lewat keterangan pers, Sabtu .Baca juga: Penipuan AI Deepfake Kian Marak, Keamanan Identitas Digital Diuji“Adapun total kerugian dana yang dilaporkan oleh korban penipuan sebesar Rp 7,8 triliun dengan dana yang telah berhasil diblokir sebesar Rp 386,5 miliar,” paparnya. Menurut Hudiyanto, angka-angka itu memperlihatkan sejauh mana pelaku memanfaatkan platform digital untuk menjerat korban, mulai dari pinjaman online alias pinjol ilegal hingga tawaran investasi palsu, sehinggga penindakan masif diperlukan untuk melindungi konsumen.Sebagai bagian dari penindakan, Satgas PASTI kembali memblokir 776 aktivitas dan entitas keuangan ilegal, yang terdiri atas 611 entitas pinjaman online ilegal, 96 penawaran pinjaman pribadi (pinpri), dan 69 tawaran investasi ilegal.

| 2026-02-02 22:43