DPR Ingatkan Redenominasi Rupiah Perlu Persiapan Besar-besaran

2026-01-31 11:09:50
DPR Ingatkan Redenominasi Rupiah Perlu Persiapan Besar-besaran
JAKARTA, -Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Fauzi H Amro meminta pemerintah berhati-hati dalam menjalankan redenominasi rupiah agar tidak menimbulkan gejolak ekonomi dan kesalahpahaman publik.Fauzi menilai kondisi makro ekonomi Indonesia saat ini relatif stabil dengan inflasi terkendali dan pertumbuhan tenaga kerja positif.Meski begitu, ia menekankan pentingnya persiapan matang sebelum kebijakan redenominasi diterapkan.Baca juga: Kemenkeu Masukkan Redenominasi Rupiah ke Rencana Strategis 5 TahunIa menyebut ada dua aspek utama yang harus dipastikan, yaitu kesiapan teknis dan manajemen komunikasi publik.“Persiapan teknis yaitu sosialisasi besar-besaran, penyesuaian sistem akuntansi, pembaruan aplikasi perbankan, mesin Electronic Data Capture (EDC), kasir ritel, serta persiapan pencetakan uang baru. Semua harus sinkron,” kata Fauzi saat dihubungi Kompas.com, Minggu .Fauzi menekankan, manajemen komunikasi publik menjadi kunci agar masyarakat memahami redenominasi bukan sanering atau pemotongan nilai uang.Ia menegaskan, nilai rupiah tidak akan berubah setelah redenominasi.“Nilai uang Rp 1.000 ketika diubah menjadi Rp 1 tetap memiliki nilai yang sama. Tidak ada pengurangan nilai uang atau tabungan rakyat,” ujarnya.Baca juga: Pimpinan Komisi XI Nilai Momen Redenominasi Rupiah Purbaya TepatMenurut politikus Partai NasDem itu, beberapa negara gagal menjalankan redenominasi karena lemahnya sosialisasi dan kondisi ekonomi yang belum stabil.Ia menilai, risiko inflasi pasca-redenominasi akan kecil jika pemerintah menjalankan prosesnya dengan disiplin dan terencana.“Selama Indonesia mengelola prosesnya dengan disiplin, risikonya sangat kecil,” kata Fauzi.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Komitmen keberlanjutan yang digaungkan selama 25 tahun tecermin melalui berbagai program, seperti aksi donor darah bersama Palang Merah Indonesia (PMI) Karangasem, pengembalian botol kosong di toko ritel, penggunaan plastik daur ulang pada kemasan, serta kegiatan rutin bersih-bersih pantai dan pura di wilayah Jasri, Karangasem.Pertumbuhan Sensatia sepanjang 2025 turut diperkuat dengan sejumlah penghargaan dari media nasional serta perluasan jaringan ritel yang kini mencapai lebih dari 40 gerai di Indonesia.Baca juga: Rutinitas Skincare Mikha Tambayong, Contek untuk Wajah Bersinar“Komitmen kami tidak berubah, yaitu menjadi brand yang relevan serta membawa dampak positif bagi lingkungan. Langkah ini memastikan nilai-nilai clean beauty yang kami junjung tetap tecermin dalam setiap produk dan inisiatif kami,” lanjut Michael.Dok. Sensatia Deretan produk Sensatia, milai dari hair and gift set hingga mother and baby. Memasuki 2026, Sensatia akan memprioritaskan pertumbuhan berkelanjutan serta penguatan identitas brand melalui inovasi produk berbahan alami berkualitas tinggi.Setiap inovasi baru akan dikembangkan sesuai standar clean beauty dan tetap menjaga prinsip ramah lingkungan.“Kami melihat 2026 sebagai momentum positif bagi industri kecantikan alami di Indonesia. Terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada kami. Kami berharap, tahun mendatang dapat menghadirkan produk perawatan kulit yang mindful dan memberikan manfaat nyata bagi keseharian,” kata Michael.Menutup 2025, Sensatia juga menghadirkan program The Art of Gifting berupa layanan complimentary gift box wrapping dengan minimum pembelanjaan tertentu di seluruh gerai.Baca juga: Skincare Malam, Langkah Penting Perawatan Kulit yang Sering Diabaikan PriaPelanggan dapat menikmati penawaran hemat hingga 25 persen sampai 31 Desember 2025.

| 2026-01-31 10:09
#4

Bersamaan dengan hal tersebut, pemateri sekaligus psikolog, Muslimah Hanif mengatakan, hasil dari rapid asesmen yang dilakukan menunjukkan lebih dari 50 persen peserta menunjukkan emosi cenderung sedih.Ada sebagian dari mereka menunjukkan hasil emosi senang karena dapat bermain dan berjumla dengan teman-temannya.Hasil lain juga didapat dari wawancara informal dengan kepala sekolah dan guru. Sebagian besar dari mereka masih merasa cemas dan memerlukan bantuan untuk mengurangi rasa khawatir terkait dengan kondisi cuaca yang masih tidak menentu serta dampak dari bencana yang terjadi, ujar Muslimah.Selanjutnya, Kemendikdasmen juga akan melakukan pendampingan psikososial di beberapa titik lokasi bencana. Dengan harapan, warga satuan pendidikan terdampak bencana tetap semangat dan terbangun rasa senang dalam proses pembelajaran.DOK. KEMENDIKDASMEN Mendikdasmen Abdul Mu?ti saat mengajak siswa menyanyi bersama di tenda darurat Dusun Suka Ramai, Kabupaten Langkat, Sumatra Utara .Pemulihan psikologis murid menjadi langkah penting sebelum proses belajar-mengajar dimulai kembali. Tanpa penanganan tepat, trauma ini dapat berkembang menjadi gangguan jiwa serius di kemudian hari dan menghambat potensi anak-anak dalam jangka panjang.Anak-anak dan remaja adalah kelompok sangat rentan terhadap trauma pascabencana. Mengalami banjir, kehilangan rumah, harta benda, atau bahkan orang yang dicintai dapat memicu gangguan kesehatan mental.Baca juga: Kementrans Monitoring Kawasan Transmigrasi Terdampak Banjir SumateraPenting juga untuk diingat bahwa guru juga menjadi korban dan mengalami trauma. Guru yang lelah secara emosional atau mengalami trauma sendiri tidak akan siap untuk mengajar secara efektif, yang pada akhirnya memengaruhi siswa.Dukungan tepat dan berkelanjutan sangat penting agar anak-anak dapat memproses trauma yang mereka alami, bangkit kembali, dan melanjutkan tugas perkembangan mereka dengan baik.

| 2026-01-31 09:15