TOKYO, - Pemerintah Jepang menyetujui paket stimulus senilai total 21,3 triliun yen atau 135,5 miliar dollar AS pada Jumat . Angka ini setara sekitar Rp 2.267 triliun (asumsi kurs Rp 16.735 per dollar AS).Stimulus ekonomi ini seiring dengan upaya Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi untuk mendorong perekonomian Jepang yang melambat dan menawarkan dukungan kepada konsumen yang terdampak inflasi.Dikutip dari CNBC, Sabtu , paket tersebut didasarkan pada tiga pilar, yakni mengatasi kenaikan harga, mencapai perekonomian yang kuat, dan memperkuat kemampuan pertahanan dan diplomatik.Baca juga: Ekonomi Jepang Minus 1,8 Persen, Akhiri Tren Enam Kuartal Tanpa KontraksiAFP/KAZUHIRO NOGI Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi.Paket stimulus ini merupakan yang terbesar sejak pandemi Covid-19, menurut media lokal.Kabinet Jepang juga menyatakan akan memperluas hibah pemerintah daerah, serta memberikan subsidi untuk tagihan listrik dan gas.Langkah-langkah dukungan tersebut akan dimulai pada Januari 2025, dengan nilai sekitar 7.000 yen atau sekitar Rp 747.214 (asumsi kurs Rp 106,7 per yen) untuk rumah tangga standar selama periode tiga bulan, menurut laporan NHK.Di samping itu, pajak bensin akan dihapuskan.Baca juga: Jepang Siapkan Stimulus Ekonomi Baru, Fokus ke AI dan SemikonduktorJepang juga berencana membentuk dana 10 tahun untuk meningkatkan kemampuan pembuatan kapal.Jepang pun memberlakukan langkah-langkah untuk meningkatkan anggaran pertahanan hingga 2 persen dari produk domestik bruto (PDB) pada tahun fiskal 2027.Pemerintah mengatakan akan "segera menyusun" rancangan anggaran tambahan untuk mendanai langkah-langkah ini, dan berencana untuk mengesahkannya pada akhir tahun dengan bantuan dari partai-partai oposisi.
(prf/ega)
Jepang Umumkan Stimulus Rp 2.267 Triliun untuk Dongkrak Ekonomi
2026-01-12 05:53:51
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 05:33
| 2026-01-12 05:31
| 2026-01-12 04:54
| 2026-01-12 04:34










































