Viral Video 19 Karyawan Terra Drone Minta Tolong di Atap Gedung, Bagaimana Nasibnya?

2026-01-17 02:47:30
Viral Video 19 Karyawan Terra Drone Minta Tolong di Atap Gedung, Bagaimana Nasibnya?
JAKARTA, – Sebanyak 19 karyawan PT Terra Drone yang sempat viral karena terlihat meminta pertolongan di atap gedung saat kebakaran terjadi pada Selasa , dipastikan selamat. Seluruh karyawan tersebut berhasil dievakuasi oleh petugas pemadam kebakaran.Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Saputra mengatakan, para karyawan itu sempat menyelamatkan diri ke lantai paling atas sebelum dievakuasi.“Jadi untuk yang dalam video yang cukup viral itu, ada karyawan-karyawannya yang selamat sampai dengan lantai paling atas, itu sudah diselamatkan oleh tim Damkar,” ujar Roby saat memberikan keterangan pers di lokasi kebakaran pada Selasa malam.Baca juga: Datangi RS Polri, Tangis Keluarga Pecah Saat Beri Data Korban Kebakaran Kantor Terra Drone“Itu ada berjumlah sekitar 19 orang, selamat semua yang sampai ke atas,” lanjutnya.Sebelumnya, video yang memperlihatkan belasan karyawan PT Terra Drone berdesakan di satu sudut atap gedung sambil meminta tolong viral di media sosial.Dalam rekaman tersebut, tampak asap hitam tebal mengepul di belakang mereka saat kebakaran melanda lantai-lantai di bawahnya.A post shared by ???????????????? ???????????????????????????????????? (@info.kemayoran)Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Susatyo Purnomo Condro mengungkapkan, jumlah korban tewas dalam kebakaran gedung Terra Drone di Jalan Letjen Suprapto, Kelurahan Cempaka Baru, Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat, bertambah menjadi 22 orang.Susatyo menjelaskan, ke-22 korban tersebut terdiri dari tujuh orang laki-laki dan 15 orang perempuan. Semua korban sudah dibawa ke RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Kondisi di Indonesia sangat berbeda. Sejumlah perguruan tinggi besar masih sangat bergantung pada dana mahasiswa. Struktur pendapatan beberapa kampus besar menggambarkan pola yang jelas:Data ini memperlihatkan satu persoalan utama: mahasiswa masih menjadi “mesin pendapatan” kampus-kampus di Indonesia. Padahal di universitas top dunia, tuition hanya berkontribusi sekitar 20–25 persen terhadap total pemasukan.Ketergantungan ini menimbulkan tiga risiko besar. Pertama, membebani keluarga mahasiswa ketika terjadi kenaikan UKT. Kedua, membatasi ruang gerak universitas untuk berinvestasi dalam riset atau membangun ekosistem inovasi. Ketiga, membuat perguruan tinggi sangat rentan terhadap tekanan sosial, ekonomi, dan politik.Universitas yang sehat tidak boleh berdiri di atas beban biaya mahasiswa. Fondasi keuangannya harus bertumpu pada riset, industri, layanan kesehatan, dan endowment.Baca juga: Biaya Kuliah 2 Kampus Terbaik di di Indonesia dan Malaysia, Mana yang Lebih Terjangkau?Agar perguruan tinggi Indonesia mampu keluar dari jebakan pendanaan yang timpang, perlu dilakukan pembenahan strategis pada sejumlah aspek kunci.1. Penguatan Endowment Fund Endowment fund di Indonesia masih lemah. Banyak kampus memahaminya sebatas donasi alumni tahunan. Padahal, di universitas besar dunia, endowment adalah instrumen investasi jangka panjang yang hasilnya mendanai beasiswa, riset, hingga infrastruktur akademik. Untuk memperkuat endowment di Indonesia, diperlukan insentif pajak bagi donatur, regulasi yang lebih fleksibel, dan strategi pengembangan dana abadi yang profesional serta transparan.2. Optimalisasi Teaching Hospital dan Medical Hospitality

| 2026-01-17 01:48