Kementan-MUI Perkuat Sinergi, Wujudkan Kemandirian Bangsa lewat Sektor Pertanian

2026-01-12 03:18:21
Kementan-MUI Perkuat Sinergi, Wujudkan Kemandirian Bangsa lewat Sektor Pertanian
- Kementerian Pertanian (Kementan) berkomitmen memperkuat sinergi dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) dalam rangka mewujudkan kemandirian bangsa melalui penguatan sektor pertanian. Komitmen tersebut disampaikan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman dalam Sidang Pleno ke-IV Musyawarah Nasional (Munas) XI MUI Tahun 2025 yang digelar di Hotel Mercure Ancol, Jakarta, Jumat .Dalam forum bertajuk “Meneguhkan Peran Ulama untuk Mewujudkan Kemandirian Bangsa dan Kesejahteraan Rakyat” itu, Amran menegaskan bahwa berbagai capaian besar sektor pertanian selama satu tahun terakhir tidak terlepas dari peran, doa, serta bimbingan para ulama MUI.Ia menyampaikan bahwa nasihat dan tausiyah ulama selama ini menjadi pedoman penting dalam menjalankan amanah negara.Baca juga: Menjaga Amanah supaya MBG Tetap Berkualitas di Tangan Siswa“Target Presiden (Prabowo Subianto) untuk empat tahun, alhamdulillah insyaallah tercapai dalam satu tahun. Itu berkat doa dan nasihat para alim ulama MUI se-Indonesia. Saya hanya melaksanakan fatwa dan nasihat ulama,” ujar Amran dalam keterangan resminya, Jumat.Ia menekankan pentingnya menegakkan kebenaran dan keadilan, termasuk dengan cara memberantas mafia pangan, perilaku serakah (serakahnomics), dan tindakan koruptif yang merugikan rakyat.Amran mengungkapkan bahwa hingga saat ini terdapat 75 tersangka yang telah diproses Satuan Tugas (Satgas) Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dalam satu tahun terakhir.“Jika kita membiarkan ketidakbenaran, itu sama saja membiarkan kejahatan berkembang. Mafia dan koruptor tidak boleh dibiarkan. Banyak yang bilang saya kejam, tetapi justru kejam adalah mereka yang membiarkan ketidakbenaran,” tegasnya.Baca juga: Lawan Mafia Pangan, Ini Upaya Mentan Jaga Kesejahteraan PetaniAmran menilai, langkah tegas di internal Kementan, termasuk pencopotan pegawai, dilakukan berdasarkan nilai moral dan nasihat para ulama.“Saya merasa menjadi perpanjangan tangan MUI dalam menegakkan amanah ini,” ungkapnya.Dalam kesempatan tersebut, Amran mengajak MUI untuk bersinergi memanfaatkan lahan-lahan milik ulama, pesantren, dan lembaga keagamaan yang berada di bawah MUI.Ia mengimbau agar setiap lahan yang belum dimanfaatkan segera diusulkan kepada Kementan untuk dapat ditanami melalui program nasional.Baca juga: Kementan Tegaskan Netralitas ASN dan Komitmen Menjaga Hubungan Baik dengan Media“Jika MUI atau ulama memiliki lahan yang belum ditanami, kirimkan proposal ke kami atau langsung ke saya. Kami akan tanami. Ini hibah, bagian dari program Presiden yang berpihak kepada rakyat,” ucap Amran.Lebih lanjut, ia menuturkan bahwa pemerintah menargetkan perluasan lahan produktif hingga 870.000 hektar (ha) di seluruh Indonesia dengan dukungan anggaran sekitar Rp 10 triliun, termasuk untuk hilirisasi komoditas perkebunan.Amran menekankan pentingnya hilirisasi sebagai pilar utama kemandirian bangsa. Ia mencontohkan hilirisasi kelapa yang mendongkrak nilai ekonomi secara signifikan.


(prf/ega)