Kronologi Lengkap Raibnya Dana Rp 1 Miliar SPPG Bandung Barat, Dapur MBG Terhenti Total

2026-01-12 04:29:06
Kronologi Lengkap Raibnya Dana Rp 1 Miliar SPPG Bandung Barat, Dapur MBG Terhenti Total
- Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pangauban, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, mendadak terhenti total.Program yang menjadi salah satu andalan pemerintah dalam pemenuhan gizi anak sekolah ini harus berhenti karena dana operasional sebesar Rp1 miliar di rekening lembaga raib akibat dugaan penipuan digital atau phishing.Insiden bermula ketika Kepala SPPG Pangauban, berinisial MC, menerima notifikasi dari sistem BNI Direct yang meminta penggantian kata sandi pada Kamis .Baca juga: Dana MBG Raib Rp 1 Miliar, Kepala SPPG di Bandung Barat Diduga Kena Tipu, 53 Pekerja DirumahkanTanpa menaruh curiga, MC menghubungi layanan chat yang dikira resmi milik BNI. Tidak lama kemudian, seseorang yang mengaku sebagai petugas bank menghubunginya dan memberikan tautan untuk mengganti kata sandi.Dalam proses tersebut, MC juga diminta untuk menyerahkan sejumlah data penting terkait rekening lembaga.Karena khawatir rekening diblokir, ia menuruti semua instruksi tanpa melakukan verifikasi lebih lanjut.Tak lama setelah itu, kontak orang yang mengaku sebagai petugas BNI tersebut tidak lagi bisa dihubungi.Baca juga: Baru Jalan 10 Hari, Dapur SPPG di Bandung Barat Berhenti Beroperasi karena Dana MBG Rp 1 Miliar HilangKetika MC memeriksa saldo melalui BNI Direct, dana yang semula mencapai Rp1 miliar hanya tersisa Rp12 juta.“Benar kejadiannya seperti itu. Jadi kami tidak bisa beroperasi karena dana yang ada terkuras oleh penipu. Jelas ini kelalaian dari Kepala SPPG,” ujar Pemilik SPPG Pangauban, Hendrik Irawan, Senin .Hendrik menyebut, para pegawai sebenarnya sudah mengingatkan agar tidak menuruti instruksi melalui telepon tersebut karena berpotensi penipuan. Namun, peringatan itu diabaikan hingga dana benar-benar raib.Dampak hilangnya dana itu sangat besar. SPPG Pangauban yang baru beroperasi 10 hari kini tidak bisa lagi memproduksi ribuan porsi makanan bergizi untuk anak sekolah.Setidaknya 53 pekerja yang biasa menyiapkan menu untuk sekitar 3.500 penerima manfaat, mulai dari siswa SD hingga SMA/SMK, terpaksa dirumahkan sementara.“Tentu kami kecewa karena tidak bisa beroperasi, harusnya hari ini kan belanja. Tapi karena dana habis terkuras oleh penipuan, semua berhenti,” kata Hendrik.Baca juga: Kepala SPPG di Bandung Barat Tertipu Chat Palsu, Dana MBG Rp 1 Miliar Lenyap dalam SekejapIa menambahkan bahwa kondisi ini bukan hanya berdampak pada pekerja, tetapi juga pada ribuan siswa yang bergantung pada program makan bergizi setiap hari.Usai kejadian, pihak SPPG langsung melaporkan kasus ini kepada Badan Gizi Nasional (BGN) untuk meminta arahan. Laporan kemudian diteruskan ke Bareskrim Polri untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut.“Sudah lapor juga ke BGN dan hari ini saya masih di Bareskrim Polri. Mudah-mudahan bisa segera ada solusi buat permasalahan ini,” kata Hendrik.Baca juga: Dana Rp 1 Miliar MBG di Bandung Barat Hilang, SPPG Diduga Jadi Korban PhisingSaat ini, operasional dapur MBG Pangauban masih dihentikan total. Pihak pengelola berharap pemerintah melalui Badan Gizi Nasional dapat memberikan solusi pendanaan darurat agar kegiatan dapat kembali berjalan.“Untuk sementara dapur tidak bisa beroperasi karena memang tidak ada dana lagi. Kami berharap ada bantuan agar kegiatan bisa dimulai kembali,” ujar Hendrik.Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Saldo Rp 1 Miliar SPPG di Bandung Barat Lenyap, Operasional MBG Dihentikan".


(prf/ega)