Pintu Masuk dan Keluar Stasiun Bogor Dipindahkan, Ini Detail Perubahannya

2026-02-02 01:49:35
Pintu Masuk dan Keluar Stasiun Bogor Dipindahkan, Ini Detail Perubahannya
BOGOR, - PT Kereta Api Indonesia (KAI) melakukan penyesuaian titik pintu masuk dan keluar penumpang di Stasiun Bogor sejak Sabtu .Pantauan Kompas.com di lokasi, Minggu , menunjukkan bahwa pintu masuk dan keluar penumpang di sisi timur Stasiun Bogor, yang mengarah ke Alun-alun Bogor, tidak mengalami perubahan.Penyesuaian dilakukan pada sisi barat stasiun. Gate pertama yang dipindahkan adalah pintu keluar penumpang di sisi barat yang sebelumnya berada dekat restoran cepat saji CFC.Baca juga: PO Bus di Terminal Jatijajar Tetap Layani Perjalanan ke Sumatera Jelang NataruDi area tersebut masih terlihat bekas mesin tap-in yang berjejer di lobi depan eskalator Stasiun Bogor Paledang./DINDA AULIA RAMADHANTY Lokasi lama yang memperlihatkan jejak bekas pintu keluar penumpang sisi barat Stasiun Bogor, Minggu .Dengan penyesuaian ini, pintu keluar kini ditempatkan lebih ke arah luar, mendekati pagar Jalan Kapten Muslihat atau dekat gerai Alfa Express menuju Jalan Mayor Oking.Pada pintu keluar tersebut, tersedia enam mesin tap-out bagi penumpang. Di sekitar lokasi masih terdengar suara mesin pemotong besi dari para pekerja yang tengah menyelesaikan pemasangan pagar pintu keluar.Gate kedua yang dipindahkan adalah pintu masuk penumpang sisi barat dari arah Jalan Mayor Oking. Sebelumnya, pintu masuk ini berjejer dengan mesin tap-out penumpang.Kini, deretan gate masuk dipindahkan ke arah lobi dekat area musik. Penataan ini membuat arus penumpang masuk dan keluar tidak lagi saling berhimpitan.Akibat perubahan tersebut, area lobi yang sebelumnya kerap dipadati antrean tap-in dan tap-out kini terasa lebih lega dan luas.Baca juga: Suhu AC Bus Transjakarta Dipastikan Tak Lebih dari 25 Derajat CelsiusSelain itu, keberadaan papan penunjuk bertuliskan “Gate Out/Keluar” beserta arah panahnya dinilai cukup membantu penumpang, sehingga mereka tidak terlihat kebingungan dan tetap berjalan lurus ke arah Alfa Express.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Bersamaan dengan hal tersebut, pemateri sekaligus psikolog, Muslimah Hanif mengatakan, hasil dari rapid asesmen yang dilakukan menunjukkan lebih dari 50 persen peserta menunjukkan emosi cenderung sedih.Ada sebagian dari mereka menunjukkan hasil emosi senang karena dapat bermain dan berjumla dengan teman-temannya.Hasil lain juga didapat dari wawancara informal dengan kepala sekolah dan guru. Sebagian besar dari mereka masih merasa cemas dan memerlukan bantuan untuk mengurangi rasa khawatir terkait dengan kondisi cuaca yang masih tidak menentu serta dampak dari bencana yang terjadi, ujar Muslimah.Selanjutnya, Kemendikdasmen juga akan melakukan pendampingan psikososial di beberapa titik lokasi bencana. Dengan harapan, warga satuan pendidikan terdampak bencana tetap semangat dan terbangun rasa senang dalam proses pembelajaran.DOK. KEMENDIKDASMEN Mendikdasmen Abdul Mu?ti saat mengajak siswa menyanyi bersama di tenda darurat Dusun Suka Ramai, Kabupaten Langkat, Sumatra Utara .Pemulihan psikologis murid menjadi langkah penting sebelum proses belajar-mengajar dimulai kembali. Tanpa penanganan tepat, trauma ini dapat berkembang menjadi gangguan jiwa serius di kemudian hari dan menghambat potensi anak-anak dalam jangka panjang.Anak-anak dan remaja adalah kelompok sangat rentan terhadap trauma pascabencana. Mengalami banjir, kehilangan rumah, harta benda, atau bahkan orang yang dicintai dapat memicu gangguan kesehatan mental.Baca juga: Kementrans Monitoring Kawasan Transmigrasi Terdampak Banjir SumateraPenting juga untuk diingat bahwa guru juga menjadi korban dan mengalami trauma. Guru yang lelah secara emosional atau mengalami trauma sendiri tidak akan siap untuk mengajar secara efektif, yang pada akhirnya memengaruhi siswa.Dukungan tepat dan berkelanjutan sangat penting agar anak-anak dapat memproses trauma yang mereka alami, bangkit kembali, dan melanjutkan tugas perkembangan mereka dengan baik.

| 2026-02-02 00:07