Gonjang-ganjing Apple, Ditinggal Para Petinggi di Tengah Isu Pergantian CEO

2026-01-12 06:21:22
Gonjang-ganjing Apple, Ditinggal Para Petinggi di Tengah Isu Pergantian CEO
Ringkasan: - "Rumah tangga" Apple mengalami gonjang-ganjing menjelang isu kepergian Tim Cook sebagai CEO pada tahun depan. Isu Cook bakal mengundurkan dari CEO Apple itu diikuti dengan kabar yang kurang sedap dari para bawahannya.Apple harus menghadapi gelombang eksodus dari para karyawan dan petingginya. Belakangan ini, bawahan Cook secara berjamaah keluar dari perusahaan yang bermarkas di Cupertino itu. Mereka banyak dibajak oleh proyek AI dari Meta dan OpenAI.Baca juga: Petinggi Apple Mundur, Pilih Pindah ke MetaGelombang eksodus ini terjadi sejak sekitar awal Desember ini yang membuat Apple banyak kehilangan talenta-talenta penting. Misalnya, salah satu satu kepergian petinggi Apple terbaru datang dari Alan Dye, VP Human Interface Design Apple.Dye yang telah memimpin tim desain produk Apple selama 20 tahun itu keluar dari Apple dan berpindah ke Meta. Bergabungnya Dye ke Meta diumumkan langsung oleh CEO Meta lewat akun resmi Threads-nya.Dalam pengumuman itu, Zuckerberg menyebutkan bahwa Dye akan mengepalai creative studio baru di Reality Labs milik Meta. Dye merupakan salah satu figur penting di desain produk-produk Apple, terutama sejak Jony Ive meninggalkan perusahaan pada 2019 lalu.Adapun di perusahaan barunya ini, Dye akan bertugas untuk mengawasi desain perangkat keras (hardware), perangkat lunak (software), dan produk-produk Meta yang berbasis kecerdasan buatan (AI).Dye tidak pindah sendirian, tim desain Apple juga kehilangan Bill Sorrentino, yang telah bekerja selama 10 tahun sebagai Senior Director Apple Design Team. Ia resmi keluar dari Apple dan berpindah ke Meta. Di Meta, Bill bekerja di bawah Dye dalam studio Reality Labs.Dalam kelompok pengembangan AI, Apple juga telah mengalami kehilangan banyak talenta. Sebelumnya, sekitar pertengahan tahun ini, kepala model AI Apple Ruoming Pang keluar dari perusahaan dan berpindah jadi peneliti di Meta Superintelligence Labs.Ruoming Pang adalah arsitek utama di balik model dasar AI Apple, dan terakhir menjabat sebagai Head of Foundation Models di Apple, pemimpin tim yang mengembangkan Apple Intelligence dan Siri generasi baru.Selain Pang, banyak dari tim pengembang AI Apple yang juga dibajak Meta. Meta turut merekrut beberapa nama talenta Apple untuk bergabung ke tim Superintelligence Labs mereka, seperti Tom Gunter, Mark Lee, Bowen Zhang, dan Yun Zhu.Selain Meta, pembajakan talenta Apple juga dilakukan oleh OpenAI, terutama pada tim pengembang hardware Apple. Sebagai informasi, OpenAI membutuhkan talenta pengembang perangkat keras AI sejak mengakuisisi startup io Products.io Products merupakan startup perangkat keras AI yang dibuat oleh Jony Ive, mantan kepala desain atau Chief Design Officer Apple. io Products bergabung dengan OpenAI dengan nilai akuisisi hampir 6,5 miliar dollar AS (sekitar Rp 108 triliun).Dengan bergabungnya io Products itu, laporan terbaru dari Mark Gurman di Bloomberg menunjukkan bahwa OpenAI tengah gencar “menculik” talenta pengembang perangkat keras di Apple.Baca juga: Banjir di Indonesia Jadi Perhatian CEO Apple, Tim Cook Siapkan BantuanDikutip dari 9to5Mac, Gurman mendapat informasi bahwa OpenAI telah mempekerjakan lebih dari 40 orang untuk tim pengembang perangkat kerasnya dalam sebulan terakhir. Tim tersebut kebanyakan diisi langsung oleh para talenta pengembang iPhone.


(prf/ega)