H1 Operasi Lilin 2025, Korlantas Klaim Kecelakaan Lalu Lintas Turun

2026-01-12 05:48:20
H1 Operasi Lilin 2025, Korlantas Klaim Kecelakaan Lalu Lintas Turun
JAKARTA, - Pelaksanaan Operasi Lilin 2025 pada hari pertama (H1) diklaim mencatatkan hasil positif. Hal ini lantaran angka kecelakaan lalu lintas nasional mengalami penurunan signifikan dibandingkan periode yang sama.“Pada hari pertama Operasi Lilin 2025, jumlah kecelakaan lalu lintas mengalami penurunan yang sangat signifikan dibandingkan tahun lalu,” kata Kepala Korlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho dalam keterangannya, Minggu .Berdasarkan data Satgas Kamseltibcarlantas, sepanjang Sabtu pukul 00.00 WIB hingga Minggu pukul 06.00 WIB, tercatat 53 kejadian kecelakaan lalu lintas.Baca juga: Kerikil Menempel di Alur Ban, Ini Risiko yang Perlu DiwaspadaiGAS2.org Ilustrasi kecelakaan lalu lintasJumlah tersebut turun drastis dibandingkan Operasi Lilin 2024 yang mencapai 443 kejadian, atau menurun sekitar 88,04 persen.Penurunan juga terjadi pada jumlah korban, di mana korban meninggal dunia tercatat 8 orang, jauh lebih rendah dibandingkan 68 orang pada periode yang sama tahun lalu.Korban luka berat menurun dari 49 menjadi 7 orang, sementara korban luka ringan turun signifikan dari 568 menjadi 70 orang.Sebuah kiriman dibagikan oleh Kompas Otomotif (@kompas.otomotif)“Selama hari pertama Operasi Lilin 2025 tidak terdapat kejadian kecelakaan lalu lintas yang menonjol,” ujar Agus.Korlantas Polri mengungkapkan, kecelakaan pada H1 Operasi Nataru 2025 masih didominasi kendaraan roda dua dengan porsi sekitar 68 persen. Mayoritas kejadian terjadi di jalan non-tol, mencapai 88 persen, sementara ruas jalan tol tercatat nihil kecelakaan.“Kecelakaan paling banyak terjadi pada pukul 06.00–12.00 WIB dan 12.00–18.00 WIB,” kata Agus.Baca juga: Diskon Tarif Tol Nataru Dimulai Besok, Simak SyaratnyaKOMPAS.Com Ilustrasi kecelakaan lalu lintas.Dari sisi penyebab, faktor manusia masih menjadi pemicu utama kecelakaan, terutama kegagalan menjaga jarak aman, ketidakpatuhan terhadap arus lalu lintas, serta pelanggaran manuver seperti berpindah lajur, berbelok, dan menyalip.Kondisi teknis kendaraan juga masih menjadi perhatian, khususnya pada sistem pengereman, kemudi, dan lampu.“Pelaku kecelakaan didominasi usia produktif, termasuk pengendara yang tidak memiliki SIM atau SIM tidak sesuai peruntukan, terutama pada sepeda motor,” ujar Agus.Secara update, volume arus keluar Jakarta pada H1 Operasi Lilin 2025 tercatat sebanyak 189.371 kendaraan, meningkat 9,20 persen dibandingkan Lalu Lintas Harian Rata-rata Normal (LHRN).Berikutnya, untuk arus masuk Jakarta mencapai 151.721 kendaraan, atau naik 4,08 persen dari kondisi normal.Baca juga: Waspada Angin Kencang, Pengemudi Wajib Perhatikan Batas Kecepatan di TolJika dibandingkan dengan H1 Operasi Lilin 2024, arus keluar Jakarta tahun ini meningkat 3,60 persen. Sebaliknya, arus masuk Jakarta justru turun 1,71 persen.“Data ini menunjukkan dominasi arus keluar Jakarta sebagai tanda awal pergerakan masyarakat menjelang libur Natal dan Tahun Baru,” kata Agus.


(prf/ega)