- Dompet Dhuafa mengusulkan gagasan Gaza Development Fund (GDF) atau Dana Membangun Gaza dalam Konferensi Asia Pasifik untuk Palestina Yang digelar di Aula Nusantara, Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI), Jakarta, Sabtu .Usulan mengenai GDF disampaikan Ketua Yayasan Dompet Dhuafa Ahmad Juwaini dalam sesi paralel 4 konferensi yang mengangkat tema "Agenda Aksi Bersama Asia Pasifik untuk Palestina".Di sesi tersebut, Ahmad berkesempatan menjadi pembicara dan mempresentasikan materi bertajuk “Gaza Development Fund (GDF): Gerakan Dana Abadi Bersama”.Baca juga: Ada 3 Brigade Komposit di Pasukan Perdamaian Gaza Inisiatif ini menandai pergeseran fokus bantuan dari sekadar respons darurat menjadi kerangka kerja jangka panjang yang mendukung program rekonstruksi Gaza dan kemerdekaan Palestina.“Dompet Dhuafa sangat mendukung konferensi ini, dan alhamdulillah kita mendapatkan kesempatan menjadi narasumber untuk menyampaikan gagasan mengenai GDF,” ujar Ahmad dalam keterangan resminya, Rabu .Ia menjelaskan bahwa GDF didedikasikan untuk menghimpun dana untuk membantu masyarakat Gaza, khususnya dalam menyediakan infrastruktur yang dibutuhkan, seperti rumah sakit, klinik, sekolah, pasar, masjid, dan sarana di sektor strategis lainnya.Sebagai upaya merumuskan konsep pemulihan Palestina pascakonflik, forum Konferensi Asia Pasifik untuk Palestina menyetujui gagasan pembentukan GDF yang diusulkan Dompet Dhuafa.Baca juga: Lewat Paragonian Bergerak, Dompet Dhuafa dan Paragon Tanamkan Cinta Belajar pada Anak Secara sederhananya, GDF merupakan mekanisme pendanaan strategis yang dirancang untuk mendukung proses pemulihan dan pembangunan kembali Gaza secara menyeluruh dan berkelanjutan.Penggunaan dana ini difokuskan pada pengembangan sektor-sektor produktif, penguatan kapasitas ekonomi masyarakat, serta pembangunan infrastruktur sosial dan ekonomi yang tangguh.Adapun visi GDF adalah menjadi instrumen pengelola sumber daya keuangan yang berkelanjutan dan mandiri untuk mendukung pembangunan kembali infrastruktur, layanan sosial, dan penguatan ekonomi lokal Gaza, serta memastikan martabat dan hak penentuan nasib sendiri bagi rakyat Palestina.“GDF merupakan pola pengumpulan dana dari masyarakat yang terdiri dari endowment fund (dana abadi) dan non-endowment fund (dana tidak abadi),” kata Ahmad.Baca juga: Kemenag Akan Beri Beasiswa ke Santri Ponpes Al Khoziny dari Dana AbadiLebih lanjut, ia menyampaikan, dana abadi akan diinvestasikan dan hasilnya dipakai untuk membangun proyek-proyek yang bermanfaat di Gaza, sementara dana tidak abadi bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan yang bersifat segera.Ahmad menambahkan, dana abadi bersumber dari wakaf yang dikelola secara produktif untuk menghasilkan manfaat jangka panjang dan berkelanjutan, dengan target minimal imbal hasil investasi sebesar enam persen per tahun.Hasil pengelolaan wakaf tersebut menjadi sumber pembiayaan tetap bagi program pembangunan Gaza. Terdapat satu rekening penampung yang dibentuk badan hukum forumnya atau menggunakan rekening masing-masing lembaga, tetapi dikelola mengikuti sistem GDF.Sementara itu, dana tidak abadi bersumber dari zakat, infak, sedekah (ZIS), corporate social responsibility (CSR), serta donasi publik lainnya, yang digunakan secara langsung untuk pembiayaan operasional, pembangunan infrastruktur, serta kebutuhan pemulihan jangka pendek dan menengah.Baca juga: Fatwa MUI: Batas Pajak Penghasilan Sama dengan Nisab Zakat Mal
(prf/ega)
Dompet Dhuafa Usulkan Gaza Development Fund, Inisiatif untuk Dukung Rekonstruksi Palestina
2026-01-12 06:06:41
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 06:20
| 2026-01-12 05:44
| 2026-01-12 05:01
| 2026-01-12 04:01










































