BPS Perbarui Kerja Sama dengan Australia untuk Pengembangan Statistik Modern

2026-02-04 22:41:01
BPS Perbarui Kerja Sama dengan Australia untuk Pengembangan Statistik Modern
JAKARTA, - Badan Pusat Statistik (BPS) dan Australian Bureau of Statistics (ABS) telah memperbarui Nota Kesepahaman (MoU) periode 2025-2029 terkait pengembangan statistik resmi.Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan, kerja sama BPS-ABS yang terjalin sejak 1995 menjadi salah satu fondasi dalam peningkatan kualitas data Indonesia."Kerjasama antara dua lembaga telah memperkuat metodologi statistik, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, peningkatan sistem digital, dan mendorong adopsi praktik baik internasional," ujar Amalia dalam keterangan tertulis, Selasa .Lebih lanjut, Amalia menjelaskan bahwa melalui pembaruan MoU ini, keduanya sepakat memperkuat kolaborasi di empat aspek.Pertama, peningkatan kualitas statistik resmi negara, khususnya neraca nasional, statistik harga, statistik produksi, dan statistik lingkungan dengan mengacu pada standar proses bisnis statistik internasional.Kedua, percepatan modernisasi statistik melalui adopsi metodologi mutakhir, pemanfaatan data administratif dan big data untuk statistik resmi, hingga penerapan machine learning.Ketiga, peningkatan kapasitas sumber daya manusia di bidang statistik.Keempat, memperkuat keterlibatan Indonesia dalam forum statistik internasional.Amalia menyebut bahwa melalui pembaruan MoU ini, BPS perlu responsif atas kebutuhan pengguna data, terus beradaptasi dengan dinamika global, serta memperkuat kerja sama internasional untuk meningkatkan kualitas data statistik di Indonesia."Pembaruan MoU ini selaras dengan arah kebijakan luar negeri Indonesia yang menekankan kemitraan yang memberi manfaat konkret bagi kepentingan nasional. Selaras dengan kebijakan luar negeri Bapak Presiden Prabowo yang memperkuat hubungan diplomatik dan kerja sama dengan Australia," ucapnya.The Australian Statistician atau Kepala ABS David Gruen menambahkan, pembaruan MoU ini mempererat kerja sama antara Indonesia dan Australia di bidang statistik resmi yang sudah terjalin selama 30 tahun.Menurutnya, selama kurun waktu tersebut, kolaborasi ini telah memberikan manfaat yang besar bagi kedua institusi."Pembaruan MoU hari ini juga menjadi langkah ABS dan BPS untuk berkembang bersama, melangkah untuk masa depan, dan saling menghormati kerja sama yang telah berlangsung lama ini," kata David.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Sekali lagi melihatnya sekali mungkin tidak menjadi tantangan, tetapi melihatnya berkali-kali bisa mendistorsi pandangan anak tentang body image mereka sendiri, ujar Graham.Ada beberapa konten yang dibatasi oleh YouTube untuk dikonsumsi pra-remaja dan remaja secara berulang, salah satunya konten dengan topik yang membahas tentang perbandingan ciri fisik seseorang.Kemudian topik yang mengidealkan beberapa tipe fisik, mengidealkan tingkat kebugaran atau berat badan tertentu, serta menampilkan agresi sosial seperti perkelahian tanpa kontak dan intimidasi.Selanjutnya adalah topik yang menggambarkan remaja sebagai sosok yang kejam dan jahat, atau mendorong remaja untuk mengejek orang lain,menggambarkan kenakalan atau perilaku negatif, dan nasihat keuangan yang tidak realistis atau buruk.Inilah mengapa YouTube bekerja sama dengan pemerintah dan para ahli, dalam hal ini Kemenkomdigi RI, psikolog, dan psikiater.Mereka adalah para panutan yang telah benar-benar mendorong kemajuan tentang bagaimana kita bisa meningkatkan informasi seputar kesehatan mental, ucap Graham.Kompas.com / Nabilla Ramadhian Tampilan fitur Teen Mental Health Shelf di YouTube.Berkaitan dengan kolaborasi tersebut, Graham mengumumkan bahwa pihaknya meluncurkan fitur Teen Mental Health Shelf, yang dirancang khusus untuk membantu menjaga kesehatan mental remaja.Baca juga: Ribuan Iklan Rokok Serbu Youtube, Ruang Anak TerancamIni untuk para remaja di Indonesia yang akan menggunakan platform kami untuk mencari topik-topik sensitif seperti depresi, kecemasan, atau perundungan, jelas Graham.

| 2026-02-04 21:07