Gibran Bagikan Laptop, Komputer, hingga Starlink ke 4 Sekolah di Manokwari

2026-02-05 03:21:12
Gibran Bagikan Laptop, Komputer, hingga Starlink ke 4 Sekolah di Manokwari
MANOKWARI, - Wakil Presiden (Wapres) RI Gibran Rakabuming Raka memberikan bantuan berupa laptop, komputer, hingga Starlink atau alat untuk mengakses internet kepada sejumlah sekolah yang ada di Manokwari, Papua Barat, Rabu .Pantauan Kompas.com, seremonial penyerahan perangkat elektronik dan internet itu dilakukan di SMPN 14 Nuni, Manokwari.Gibran tampak memakai atribut khas Papua seperti topi Kasuari di kepala dan noken di badannya.Kedatangan Gibran juga didampingi oleh Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan; Bupati Manokwari Papua Barat Hermus Indou; serta Wakil Bupati Manokwari, H Mugiyono.Baca juga: Momen Haru Gibran saat Tahu Ada Siswa SMP di Papua yang Seragamnya BolongDari data Sekretariat Wakil Presiden, Gibran menyerahkan 10 laptop dan 10 komputer untuk empat sekolah.Sementara, 10 Starlink diberikan kepada 10 sekolah yang ada di daerah Manokwari.Setelah proses penyerahan, Gibran ikut mengecek langsung kinerja laptop dan komputer serta koneksi internet di lokasi acara.Wapres RI ingin memastikan semua bantuan yang diserahkan berfungsi baik sehingga dapat bermanfaat bagi guru dan murid di sekolah.Kepala Sekolah SMPN 14 Nuni, Terianus Awom, berterima kasih dengan bantuan yang diberikan Wapres RI ke sekolahnya.Terianus menyampaikan harapan agar Gibran jangan melupakan Papua.Baca juga: Penekanan Gibran soal Papua: Ini Bukan Tempat Pengasingan atau PembuanganIa berharap agar Gibran bisa sering-sering ke Manokwari."Jangan lupakan ke kami, iya (harap) sering (datang)," ujar Terianus.Terianus menuturkan, bantuan ini sangat bermanfaat.Nantinya, peralatan ini akan digunakan untuk memaksimalkan kelas informasi dan teknologi (IT) di sekolahnya.Dia menceritakan, awalnya sekolahnya memang sudah memiliki kelas pembelajaran IT dengan laptop Chromebook.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

di sela acara peluncuran AI Innovation Hub di Institut Teknologi Bandung, Bandung, Jawa Barat, Selasa .Baca juga: Telkomsel Resmikan AI Innovation Hub di ITB, Perkuat Pengembangan AI NasionalDalam menyikapi AI Bubble, salah satu langkah konkret yang dilakukan Telkomsel adalah tidak gegabah melakukan investasi besar pada infrastruktur AI, seperti pembelian perangkat komputasi mahal, tanpa perhitungan pengembalian yang jelas.Menurut Nugroho, perkembangan teknologi AI sangat cepat, sehingga investasi perangkat keras yang dilakukan terlalu dini berisiko menjadi tidak relevan dalam waktu singkat.“Kalau kami investasi terlalu besar di awal, tapi teknologinya cepat berubah, maka pengembalian investasi (return on investment/ROI) akan sulit tercapai,” ungkap Nugie.Sebagai gantinya, Telkomsel memilih pendekatan yang lebih terukur, antara lain melalui kolaborasi dengan mitra, pemanfaatan komputasi awan (cloud), serta implementasi AI berbasis kebutuhan nyata (use case driven).Baca juga: Paket Siaga Peduli Telkomsel, Internet Gratis untuk Korban Bencana di SumateraWalaupun ancaman risiko AI Bubble nyata, Telkomsel menegaskan bahwa AI bukan teknologi yang bisa dihindari. Tantangannya bukan memilih antara AI atau tidak, melainkan mengadopsi AI secara matang dan berkelanjutan.“Bukan berarti karena ada potensi bubble lalu AI tidak dibutuhkan. AI tetap penting, tapi harus diadopsi dengan perhitungan yang matang,” tutur Nugroho.Selain mengungkap sikap perusahaan soal AI Bubble, Nugroho juga menggambarkan fenomena adopsi alias tren AI di Indonesia.Nugroho menilai adopsi AI di sini relatif lebih terukur dibandingkan fase teknologi baru sebelumnya.Pengalaman pahit pada era startup bubble, menurut dia, membuat pelaku industri kini lebih berhati-hati dalam berinvestasi, terutama dengan maraknya AI.

| 2026-02-05 01:16